Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Sabtu, 07 September 2013

Latihan nulis cerpen



Rencananya cerpen ini mau dipublikasi ke solopos satu tahun lalu tapi gak selese2, malah baru inget.... daripada sayangdibuang aku publikasi di sini :) Gak tau judulnya juga hhahah

Asti baru saja pulang sekolah tapi dia tidak langsung ke Rumah, karena malas mengganti baju. Ia langsung pergi ke Rumah kak Akbar, kakak sepupunya. Hari ini Asti ingin menyelesaikan PR IPSnya. Begitu kebiasaan Asti, jika ada PR, ia selalu minta diajari. Ia takut mengerjakan PRnya sendiri, tidak percaya diri katanya.
Saat itu pukul 13.30, kak Akbar belum pulang karena sedang ada les persiapan Ujian Nasional sampai jam 16.00 Maklum, kak Akbar sudah kelas IX SMP dan Asti baru kelas VII. Sambil menunggu kak Akbar pulang, Asti minta izin Budhenya untuk bermain komputer. Segera saja, Asti membuka situs kesukaannya, Facebook.
 “Hoaahm, kak Akbar lama banget ni! Jadi ngantuk, tidur dulu ah.” Gerutu Asti. Tak lama setelah itu, Asti tertidur. Pukul 15.00 tepat, budhenya membangunkan Asti dan berkata, “Asti, kamu itu kebiasaan tidak pamit mamamu kalau mau kesini, tu mamamu bingung. Sana, kamu makan dulu lalu pulang ya.” “Tapi Asti ingin menunggu kak Akbar budhe, supaya Prnya segera dikerjakan.” Lalu Budhenya tersenyum dan mengelus rambut Asti, “Asti, kamu sudah besar lho, yang punya PR kan bukan kak Akbar tapi kamu. Sebaiknya tadi selagi menunggu kak Akbar datang, kamu mencoba mengerjakan PR itu sendiri. Kan PR dibuat, supaya kamu paham pelajarannya.” “Ah, takut budhe..... Pokoknya Asti mau mengerjakan kalau ada kak Akbar.” Begitu kata Asti sambil berlari ke Meja makan.
Asti memang anak tunggal dan sangat dekat dengan keluarga Budhenya, jadi Asti sudah menganggap rumah budhenya seperti rumah sendiri. Asti makan dengan lahapnya, setelah itu ia izin menonton TV. Budhenya datang dengan membawa kaos serta celana pendek untuk Asti. “Asti, ayo pake baju ini dulu. Seragamnya diganti, ya!” “Hemm yadeh.... “ jawab Asti lesu.
Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga, kak Akbar pun tiba. “Assalamualaikum” teriak kak Akbar. “Wa’alaikumsalam.” Jawab budhe dan Asti. “Buu, aku lapar sekali ni. Pingin makan.” Kata Akbar. “Itu, Ibu sudah buatkan sayur bayam dan ayam goreng kesukaanmu. Nanti, setelah makan dan istirahat, kamu bantu Asti mengerjakan PR ya, bar?” pinta Budhe. “Haaah, Akbar kan juga punya tugas bu, masak tiap hari harus nungguin Asti buat PR, lagian Asti kan udah besar, harusnya bisa sendiri.” Protes Akbar. Tiba-tiba, Asti yang sejak tadi nonton TV menyahut, “Kaaaaaaaaaaaak Akbar, pokoknya kalau nilaiku turun, itu semua gara-gara kak Akbar!”
Selang kemudian Akbar dan Asti sudah di Ruang tengah, Akbar kemudian menanyakan PR Asti. “Mana PRnya? Kamu kok manja, masak PR sendiri harus selalu dibantuin! Begini saja (Bersambung)
0

0 Comment:

Posting Komentar

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D