Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Senin, 09 Desember 2013

Tak Pernah Sendiri



Perasaanku waswas, cemas tak karuan. Ah, nampaknya rumah ini ada penghuni lainnya. Sayup-sayup kudengar teriakan wanita, seperti mak lampir, kadang terkekeh, kadang galak dengan segala sumpah serapahnya. Ah, lalu ku tengok sekejap keluar dan ternyata, KOSONG! Tak ada apapun. Kututup lagi pintu kamarku, kurapatkan gorden jendelaku, kutarik selimutku sampai atas kepala dan rasanya aku ingin tidur. Sayangnya, dua jam berlalu aku belum juga bisa tidur. Aku terus berdoa dalam hati memohon bantuan Tuhan supaya aku tertidur atau setidaknya suara bising itu berhenti.

Aku bermimpi bahwa hari ini aku pergi dari rumah berhantu ini. Sayangnya Cuma mimpi, aku masih punya 7 Hari untuk menginap di Rumah ini. Ah, Tuhan kuatkan imanku supaya tak perlu takut pada yang tak terlihat. Aku masih punya Tuhan yang ada untukku, menemaniku setiap waktu dan menjawab doaku dengan banyak cara.
Aku kini terjaga dari tidurku, kubuka jendelaku dan kulihat tetesan embun membasahi jendela. Sinar mentari menerpa dan aku sedikit tersenyum. Hari telah berganti dan kulihat kalender di atas mejaku, aku menyeringai dan seakan berteriak, Tuhan...kenapa masih lama? Aku ingin meninggalkan rumah hantu ini. Aku sendirian....
Tapi batinku menolak, “Hey kamu tidak pernah sendiri! “ Begitu katanya. Aku Tidak Pernah Sendiri, Tuhan ada menjagaku.

*Cerpenanehtiba-tibapinginnulishoror. Hahahhahahah
Berlin, 9 Desember 2013
0

0 Comment:

Posting Komentar

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D