Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Selasa, 28 Januari 2014

.

28 Januari 2012, sore hari menjelang magrib. Kala itu aku memberanikan diri pulang ke Boyolali dari Yogyakarta.
Tak sempat melihat wajah utuhnya untuk terakhir kali. Ketika aku datang telah banyak manusia lain berjajar menyolatkannya. Aku melihat jasadnya terbaring. Wajahnya telah separuh tertutup kafan, namun aku masih bisa samar menerka wajahnya. Ia telah dipanggil Tuhan diusianya yang ke-27. Adyawan, kakakku. Tak pernah terbayang sebelumnya, ia akan dipanggil secepat itu.

28 Januari 2014, pagi hari disaat terbangun dari tidur. Memang biasa saja tapi entah kenapa ada firasat lain. Semalam dan 3 malam lalu, kenangan-kenangan masa kecilku membayangi malamku. Ya betul, warta dari telpon budheku mengatakan bahwa Bapak dipanggil Tuhan. Aku tahu, kematian itu pasti datang. Aku tahu  itu.

Kematian itu datang dengan segudang misterinya. 2 kali waktu tersebut aku telah merasakan tanda-tandanya. Seperti firasat yang entahlah itu.

Kini biarlah aku menjadi sosok bapak dan kakak untuk adikku.

Di waktu ini memang aku tak bisa mengantarnya langsung ke pembaringan terakhir, namun doa-doaku tak akan kuakhiri.

Aku yakin, jalan hidup ini memang sudah diatur Tuhan. Dengan segala kisah yang hari ini aku rasakan, aku ucapkan banyak terimakasih untukMu dan aku mohon maaf atas segala kesalahanku.

Ah ya Allah..........
Ya Allah
Ya Allah

Masih jelas teringat wajah-wajah kalian. Ringkih karena sakit.
Terlalu jelas ingatan-ingatan masa laluku, disaat semua masih ada..
Masa kecil, masa yang mengahadirkan suka, duka, tawa, tangis.
Kini, aku cuma bisa mengingatnya menjadi pembelajaran hidup yang manis.

Tuhan menghadirkanku di tengah kalian
mengajarkanku arti kehidupan
arti menjadi kuat dan arti dari keluh kesah
tiada guna mengeluh





Mainz, 28 Januari 2014.
0

0 Comment:

Posting Komentar

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D