Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Selasa, 25 November 2014

Dolan singkat di Muenchen

Perayaan Oktoberfest? Seketika ingatan penulis melayang ke Műnchen beberapa waktu lalu. Mumpung masih di Jerman, gak ada salahnya melihat dan merasakan meriahnya perayaan tahunan ini. Tanpa ba bi bu be bo, ketika ada tawaran ke Műnchen di saat Oktoberfest berangkatlah penulis ke Sana.

Pakaian khas Drindl dan Bir,
sumber https://andreasgabalier.wordpress.com/2012/09/21/oktoberfest-was-ist-ein-richtiges-dirndl/
Oktoberfest ini merupakan perayaan berkelanjutan alias tiap tahun selalu ada. Pesta ini telah ada sejak 1810. Dijuluki sebagai pesta rakyat terbesar di Dunia. Oktoberfest gak bisa lepas dari Bir dan keramaian. Eh, tapi juga pakaian khas yang disebut Drindl. Ini pakaian tradisional yang dipake pas pesta, biar makin semangat oktoberfest,

Oktoberfest ini awalnya berangkat dari perayaan pernikahan Putra Mahkota yang menikah dengan Putri Therese. Sebagai simbol kebahagiaan, diundanglah warga Műnchen untuk ikut bersuka cita di Lapangan gerbang kota. Nah, acara seneng-seneng ini kemudian ditutup dengan pacuan kuda yang diikuti warga Bayern. Terus berlanjut deh.


Dulu sebagai pelepas dahaga warga yang berkunjung, dibukalah stand pernjualan bir. Akhirnya kebiasaan itu turun temurun sampai sekarang. Oktoberfest tanpa bir? Lucu. Hahaha. Nah, waktu penulis datang ke Sana 2014, pesta ini memang dijadikan wahana untuk rakyat bersenang-senang. Kayak Pasar Malam dengan versi besar. Besar jumlah yang datang , besar wahana permainannya, besar lahannya dan besar uangnya hahahah.


Oya, kalo sekarang biasanya perayaan ini dirayakan 2 minggu. Mulai akhir september sampai awal Oktober. Mau coba? Cek selalu Muenchen.de

Pengalaman yang tersisa diingatan penulis megenai perjalanan di Munchen adalah sbb :
------Halaman satu------

Menginjakkan kaki di Muenchen HBF. Wah, keramaian Oktoberfest sudah terasa. Banyak yang jual aksesoris pakaian, makanan khas dan masih macam-macam.

------Halaman dua----------

Keluar HBF dan menuju ke Marienplatz


Di situ berputar-putar, melihat-lihat sejenak

------Halaman tiga------------

Melanjutkan perjalanan ke Alianz Arena. Ya, stadion sepak bola cantik ini seperti ban putih besar. Pecinta bola ato pernak-pernik? Di situ disediakan juga arena untuk berbelanja. Mulai kaos Bayern Muenchen, sepatu, jaket dan semua yang lucu-lucu plus mahal. Bolehlah belanja-belanja buat adik dan sodara di Rumah.




Waktu di Situ ketemu 2 mahasiswa  dari Indonesia yang lagi kuliah di Perancis. Sempet poto-poto, tapi potonya di Hape mereka mau minta lupa sampai sekarang. Sukses kuliahnya deh untuk mereka berdua.

-----Halaman empat-----------

Kembali lagi ke Pusat Kota menuju tempat Oktoberfest dirayakan. Sumpah, rame, sumpek bikin pusing kalo gak nyobain permainannya.



Oya, sebelum ke TKP sempat balik ke Marienplatz untuk jalan-jalan lagi, terus ke Altstadt.
Bedewe, jalan-jalan di Muenchen kala itu ane ditemeni mbak Widha, dia yang jadi penunjuk arah. Ane waktu itu gak belajar banyak tentang Muenchen. Hihihi. Walaupun begitu, asik juga jika seandainya punya waktu lebih banyak di Sana. Lain waktu deh.

Selesai.

Oya, kalo bingung gimana mau ke Suatu tempat di Jerman. Cek aja lewat bahn.de.




0

0 Comment:

Posting Komentar

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D