Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Rabu, 12 November 2014

Singkat di Limburg

Perjalanan ke Limburg awalnya bukan dalam rangka plesiran secara total. Saat itu, ane ada agenda wajib Seminar selama satu minggu di Lindenm┼▒hle Ergehausen. Di hari ketiga, semua peserta diberi kebebasan mengisi harinya dan akhirnya 75% sepakat jalan-jalan ke Limburg an der Lahn. Jadilah, ane pun ke sana.



Tak serta merta bebas, kami diberi tugas menukar  satu gulungan tisu toilet dengan apapun yang bisa ditukar selama di Limburg. Kebetulan, ane sekelompok ada 6 orang terdiri dari 4 anak Jerman, 1 Afrika dan ane dari Indonesia.

Dengan diantar mobil panitia, kami diturunkan 500 m dari Limburg HBF. Sesampainya di situ kami sepakat untuk jalan menuju Kota Tua-nya. Di situlah kami mendapat DVD setelah menukar tissu beberapa kali. Di situ jugalah, masalah terjadi. Enam kepala dengan pikiran berbeda mempunyai keinginan sendiri-sendiri, ada yang pengennya belanja dan jalan-jalan. Daripada lama-lama, ane pun bilang ketemu lagi aja di titik kita berada sekarang, terserah 1 jam mau ngapain. Oke, sepakat.

Ane pun segera menulusuri kota tuanya, disusul seorang lainnya. Kata mbak Arum yang sebelumnya pernah ke Limburg, kota tuanya itu kayak Dragon Alley-nya Harry Potter. Ane si waktu ke sana merasakan suasana romantis aja. Tua dan klasik.



Kota tua dipenuhi para pedagang, yang menarik adalah pedagang barang antik Jerman yang menjual aneka ragam hiasan Jerman beberapa dekade lalu. Jika, terus agak menanjak ke atas, pengunjung di suguhi DOM tua Limburg. Dom ini mini tak sebesar Dom di Mainz. Sekitar situ ada istana dan museum. Pengunjung juga bisa melihat landscape kota Limburg dari sisi kanan maupun kiri DOM.



Ane gak terlalu lama sih di Sini, tapi seenggaknya udah mampir ke Tempat khas dari Limburg. Limburg merupakan kota dari Negara bagian Hessen. Kalo berminat mampir, bisa naek kereta dari Frankfurt. Bolehlah jadi alternatif jalan-jalan dengan sensasi tua nan hangat.

Jika nanti turun di Limburg HBF, silahkan lihat petunjuk arah bagaimana menuju kota tua. Dari kejauhan sebenarnya, DOM sudah kelihatan, ikuti saja terus. Hehehe. Oya, sebenernya ada jembatan yang bagus buat foto-foto, sayang ane gak sempat. Sempatnya Cuma beli kartu pos dan koin mungil ini


Oya, koin itu ane buat di mesin pembuat koin. Bayar 1 Euro 5 Cent. Mesin ini ada di halaman depan DOM.


0

0 Comment:

Posting Komentar

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D