Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Sabtu, 24 Januari 2015

Rasanya Naik Kursi Roda

Aktivitas seminar (19-23/1/2015) kemarin menyisakan kenangan manis. Yang paling bikin seneng adalah jelajah kota Wiesbaden, Jerman, dengan cara yang berbeda. Gak Cuma naik bis, jalan kaki dan bareng temen tapi juga menikmati kota, merasakan sisi kemanusiaan dengan naik kursi roda.

Jadi peserta seminar dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok berisi 3 orang. Semua kelompok dijatah satu kursi roda dan beberapa lembar selimut yang digunakan sebagai penutup atau bisa juga disebut pelindung buat kaki.

Peserta diberi kesempatan selama 2 jam untuk merasakan menjadi manusia yang mau tak mau butuh kursi roda. Penggunaan kursi roda sendiri biasanya dipakai untuk orang yang mengalami kecelakaan atau kecacatan.  


Kami dilepas di Pusat Kota. Masuk ke pusat perbelanjaan, menkmati suasana kota tua dan naik bus. Oya, kebetulan hari itu (22/1) Penulis sekelompok dengan Angi dan Irish. Kami sepakat untuk gantian naek kursi roda.




Pertama, Angi duluan yang dapat kesempatan. Penulis dan Irish bertindak sebagai pengawas dan pengiring yang mendorong Angi. Oya, bedewe di Jerman menurut penulis merupakan Negara yang memberikan fasilitas yang baik pada mereka orang-orang berkebutuhan khusus.



ngeblur


Orang-orang berkubutuhan Khusus ini  memiliki kesempatan yang sama dengan orang-orang yang bukan berkebutuhan khusus. Contoh yang bisa langsung dilihat adalah, adanya akses transportasi untuk mereka. Di setiap bus/kereta disediakan tempat khusus orang berkebutuhan khusus termasuk yang menggunakan kursi roda.

Untuk urusan toilet, pun ada khusus untuk mereka. Biasanya ada lambang seperti ini. Di dalam kendaraan juga biasanya ada lambang kayak gitu.
http://www.arbg-dortmund.nrw.de/behoerde/behinderte/Rollstuhl.jpg

http://www.rastanlage-inntal.de/images/west/rasten/sanitaer/behinderten_001.jpg



Penulis beberapa kali juga melihat, orang-orang yang naik kursi roda dan berkebutuhan khusus ini wira-wiri di Jalan bahkan milih-milih busana di Pusat perbelanjaan. Menurut penulis, ini tidak banyak ditemui kala penulis di Indonesia.

Di ruangan publik pun, mereka tetap bisa menikmati selayaknya orang-orang non berkebutuhan khusus. Walaupun ya, teman-teman seminar penulis yang hampir semuanya Jerman berpendapat bahwa kadang masih ditemui ketidak ramahan untuk mereka yang berkebutuhan khusus.

Apa contohnya? Tidak semua pusat perbelanjaan atau yang lain menyediakan LIFT untuk akses naik turun ke Lantai atas atau bawah. Susah juga kan kalo orang yang menggunakan kursi roda harus melewati tangga? Bahaya.

Oya, untuk naik bus para pengguna kursi roda tidak perlu diangkar-angkat. Karena kebanyakan bus menyediakan “jembatan kecil” yang bisa mempermudah mereka. Biasanya para sopir akan membantu menarik jembatan ini.

Itu ditarik


Demikian juga di Terminal-terminal yang ada di Jerman. Pengguna kursi roda tetap bisa berpergian dari Terminal.  Belum semuanya sih, bahkan kata peserta lain, tersebutlah di sebuah stasiun kecil belum ada fasilitas yang memadai. Ia bilang, pengguna kursi roda di Daerah tersebut yang ingin naik kereta/bus dari stasiun kecil itu harus mengabari 3 hari sebelum keberangkatan supaya pada hari “H” akan ada petugas khusus yang membantunya.

Oya, kebetulan penulis sendiri kebagian jatah kedua. Penulis mengusulkan untuk nyoba naek bus. Bdw, Cuma kelompok penulis yang naek bus lo hahaha. Nah, perasaan penulis saat naik kursi roda enak ga enak. Enak kalo didorong. Ga enaknya kalo harus sendiri, capek.

heheheh


Beberapa kali orang banyak yang menatap iba gitu. Tapi, banyak juga yang nolong. Seperti saat masuk pusat perbelanjaan, orang lain mbukain pintunya. Oyaaa, sewaktu akan naik bus, supirnya yang dari kejauhan kayaknya udah ngeliat ada penumpang berkursi roda segera turun untuk menarik “jembatan kecil”. Di dalam bis, orang-orang juga tahu diri untuk memberi tempat pada penulis.

Tidak ada hambatan berarti yang dialami penulis. Mungkin karena ada irish dan Angi juga sih. Hehehe. Setelah penulis giliran Angi yang njajal. Penulis mengamati beberapa orang yang tiba-tiba ngelihat aneh ke dia waktu dia ngerokok di atas kursi roda. Selebihnya kebanyakan orang-orang pada biasa.

Pengalaman unik, waktu Angi di atas kursi roda dan  di dalam lift bareng anak kecil yang bener-bener berkebutuhan khusus dan naik korsa roda. Saling liat-liatan gitu. 


Selesai menjelajah, ada perasaan puas dalam diri penulis. Puas karena tidak banyak menemui hambatan (mungkin karena Cuma 2 jam), puas serta bersyukur tidak harus menggunakan kursi roda dan puas karena jalan kaki itu sehat dan nikmat.
0

0 Comment:

Posting Komentar

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D