Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Kamis, 05 Maret 2015

Belum Tahu

Kelak aku pasti menemukan jawabannya kenapa hal itu terjadi.

Kepada Yang Maha Kuasa,

Ku lihat tadi ada seorang perempuan menangis ditinggal seseorang. Matanya sembab, menahan sedih yang aku tak bisa mengartikannya.
Baru kutahu, Ibunya yang renta baru saja meninggal dunia. Usia Ibunya 92 tahun. Artinya, ibunya sempat menyaksikan anak-anaknya tumbuh dewasa sampai punya anak cucu.

Lalu aku melihat diriku sendiri. Apa aku sedih?

Sedih karena kakakku, yang baru 27 tahun kala itu dipanggilMu.. atau sedih karena setahun kemudian ditanggal yang sama 28 Januari Bapak, 64 tahun juga dipanggil?

Aku belum punya jawabannya.

28 Januari yang pertama, aku masih di Yogyakarta. Malam hari berita itu ku dengar. Aku bergegas pulang melewati Klaten yang gelap dan bergelombang pada Shubuh, karena katanya jenazah masih di Rumah sakit. Aku tiba saat jenazah sudah dikafani dan banyak orang menyalatkan. Dari yang kudengar, ketika jenazahnya dari kejauhan banyak orang yang menyambutnya di Pinggir jalan. Katanya, mereka ikut berduka.

28 Januari kedua aku tak bisa pulang. Aku jauh dari Rumah. Aku susah menggambarkannya. Yang pasti, Kematian itu membuat yang lama terhubung kembali.

Aku belum punya jawabannya.

Kau bukakan pikiranku, kau beri aku tanggung jawab baru.

Aku pun kau siapkan. Kau siapkan hatiku, kau siapkan mentalku, kau siapkan tenagaku, kau siapkan hadiahmu, kau siapkan jiwa ragaku, kau siapkan segalanya.

Kau beri aku kesempatan, kau beri aku sesuatu yang membuatku terus mencari jawabannya.
Aku tak tahu apa itu, aku tak tahu ada apa di balik itu, makanya kau buat aku selalu ingin tahu supaya nanti aku tahu.

Terinspirasi Quote “Apa yang kau cari di sana?” | “Aku tak tahu. Aku tak tahu apa yang ada di sana. Karena itulah aku ke sana. Supaya aku tahu.” – DuaRansel -http://www.duaransel.com/travelquotes/#sthash.aEDG2VSg.dpuf





0

0 Comment:

Posting Komentar

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D