Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Kamis, 02 Juli 2015

Bertemu adalah Belajar

Ada kutipan menarik, satu dari sekian banyak adalah milik Bunda Theresa. Begini kutipannya :


“Let us always meet each other with smile, for the smile is the beginning of love”

-Mother Theresa-


(Source : Brainyquote.com)


Senyuman adalah awal mula cinta.

Bukan hanya cinta antar perempuan dan laki-laki, ya kan?
Senyum merupakan awal yang baik untuk mengawali dan mengakhiri sesuatu.
Begitu pelajaran singkat yang penulis dapat dari kutipan tersebut.

dari Michell



Pertemuan kami di Tempat kerja berawal dari senyuman, Senyuman malu-malu dan senyum keingintahuan. Senyum yang menyenangkan dan melegakan. Melegakan, karena akhirnya penulis merasa mendapati kecocokan dengan kolega-kolega ini. Entah, rasanya semangat kerja menjadi bertambah saat bisa setim dengan beberapa kolega ini.

Namanya Michell. Ia waktu itu masih menyelesaikan Abiturnya dan disela waktu sekolahnya ia berkerja paruh waktu dibaagian dapur utama Panti Jompo tiap makan malam tiba.




Yang lain adalah Rosa. Penulis menyebutnya Tante Rosa. Ia adalah kolega yang rajin membawakan makan siang untuk penulis. Makanan favorit yang ia bawa untuk penulis adalah mie kuah bebek goreng.

Tante Rosa yang duduk


Mereka adalah 2 kolega yang memberi kesan tersendiri dalam ingatan penulis. Sayangnya, Juni 2015 mereka harus meninggalkan tempat kerja karena sebab-sebab tertentu.

Tante Rosa pada 30 Juni 2015 memasuki masa pensiun. 20 tahun sudah ia mengabdi dan menjadi pekerja yang disenangi para penghuni dan kolega lain. Ia ramah dan selalu punya waktu ngobrol dengan penghuni.  Tante Rosa sering mengundang penulis untuk makan di Rumahnya. Kami pun sering kumpul-kumpul dengan Tante Anna. Bersama mereka penulis selalu sehat hahahahaha.



Michell pada 28 Juni 2015 secara resmi berhenti bekerja sambilan dan berpamitan dengan seluruh penghuni karena mulai Juli ia persiapan kuliah. Ia diterima di Universitas Jerman jurusan meteorologi. Gadis ini juga ramah dan cerdas. Tentu saja, disela waktu sekolah ia masih bisa membagi waktu untuk kerja sambilan dan aktif dikegiatan sosial. Ia adalah contoh anak Jerman yang dinamis tapi sopan menurut penulis. Kami mulai sering bertemu saat penulis kebagian kerja dapur kecil malam hari.


Sembari bekerja ada banyak hal yang bisa kami obrolkan. Kesempatan ini jadi ajang penulis untuk mengasah kemampuan berbicara bahasa Jerman. Ada banyak hal yang penulis pelajari dari semua obrolan – obrolan kami. Ia juga tertarik bahasa Indonesia dan cepat belajar. Du bist schlau, Michell ^_^
Dengan Tante Rosa, penulis belajar bersikap terhadap sesama. Bagaimana ia berkomunikasi dan mengurus pasien. Tante Rosa adalah panggilan yang ia sukai. Cuma penulis tu yang berani manggil-manggil doi kayak gitu. Hahahah. Ia sering membawakan makanan enak karena khawatir penulis kurus wkakakakakaka.

Semoga kalian sukses dengan tantangan baru ^_^



Ich werde euch vermissen :*


Mari Gribbs bilang,


“I truly believe that everything that we do and everyone that we meet is put in our path for a pupose. There are no accidents; we’re all teacher- if we’re wiling to pay attention to the lessons we learn, trust our positiveinstics and not be afraid to take risks or  wait for some miracle to come knocking at our door.”
0

0 Comment:

Posting Komentar

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D