Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Minggu, 05 Juli 2015

Untukmu

Teruntuk kamu,













Sudah sekian lama raga kita tak bersua. Suaramu hanya kudengar lewat kabel masa kini, wajahmu hanya kulihat dari dunia maya. Dari kita berdua tentu banyak hal yang berubah termasuk perasaan. Perasaan yang entah sekarang kearah yang mana.








Jika kudengar lagu-lagu cinta, aku merasa senang. Aku senang karena tenang masih merasa melayang akan sosokmu. Jujur, aku merindukanmu. Mungkin bagimu omong kosong, karena aku masih berkutat di Sini dengan persoalan baru yang telah aku ceritakan padamu.





Aku tahu, aku yang mengingkari.




Tapi aku juga tidak bisa mengingkari bahwa aku tidak mau jika tanpamu. Egois sekali bukan, pikirmu tentu begitu. Aku kembali menulis pesan-pesan ini seperti saat dulu, awal kita menjalin asmara, kekasihku.



Kutulis perasaanku di Pesan-pesan maya, dan kau membacanya. Kau memecahkan sandinya dan kita pun sepakat bersama. Aku masih mengingat jelas beberapa tahun lalu saat kau yang pendiam itu mengajakku keluar, kau pun mengungkapkannya dan aku girang bukan kepalang.



Telah lama aku tak menulis tema semacam ini, mungkin karena aku sombong berhasil mendapat hatimu. Kini, aku menulisnya lagi agar ku dapat mempertahankanmu, hatimu dan perasaan yang pernah membuat kita kasmaran.


Apa kamu masih mau mendengarku?

Maafkan aku atas jarak dan waktu yang kuulur.



Aku memang  tampak diam, tapi tak pernah benar-benar diam. aku selalu percaya keteguhan hati dan sesuatu yang diperjuangkan pantas dimiliki.





Bagus C........
2

2 komentar:

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D