Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Selasa, 15 September 2015

Gesichtsgymnastik

*Karangan ini ditulis 07.09.2015 pada hari pertama aku les. Yang mana  pada -




- hari itu kami diuji coba. Pengajar memberi tema dan syarat-syarat yang dipenuhi. Aku yang datang terlambat, lama tak mengahadapi hal semacam itu gagap luar biasa. Tidak Cuma aku, samping kanan kiriku bahkan pada 20 menit pertama tak menulis apapun. Aku juga! Tak ada ide sama sekali. Akhirnya, kuputuskan menulis hal aneh dan karangan yang kupaksakan nyambung dengan tema. Perintahnya adalah menulis surat pembaca, tapi yang kutulis jauh dari yang diharapkan. Biar saja, yang penting ada kertas yang akan kukumpulkan pada pengajar. Suasana kelas benar-benar hening. Orang-orang yang tadinya lancar sekali mengoceh bahasa Jerman, sekarang sedang mengetuk-etuk pena. Kemudian kutengok sampingku, anak Iran yang sepertinya paling menonjol. Gila, dia sudah menulis sehalaman penuh. Kutengok sampingku lagi, pemuda Arab itu belum menulis sama sekali. Pada menit-menit terakhir saat lembaran akan diminta pengajar, kami (kecuali anak Iran) malu-malu mengumpulkan. Hahaha. Malah ada yang tidak mengumpulkan.


Aku ketawa sendiri saat kertasku sudah di tangan pengajar. Aduh malu sekali menulis hal yang kupaksakan itu. Tapi, aku juga penasaran dengan komentarnya 2 hari yang akan datang. Biar sajalah yang penting aku sudah menulis spontan hari itu.

Hari yang kutunggu datang. Sebagai anak paling baru di Kelas aku kalem-kalem saja. Saat kertasku diberikan, ia komentar panjang lebar. Yang lain melirik padaku. “Fitri, tulis lagi karanganmu di Komputer dan kirimkan padaku lewat e-mail.” “Apa kamu penggemar sastra?” selesai komentar, mereka yang di Kelas bertepuk tangan untukku. Ahaaaa! Merahlah mukaku.

Begitulah orang menyemangati..
0

0 Comment:

Posting Komentar

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D