Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Jumat, 18 September 2015

Jalan-Jalan di Augsburg

Die Fuggerei? Apaan Tu?

Augsburg, salah satu kota di Bayern memiliki sebuah kompleks pemukiman yang dinamai Die Fuggerei. Cuma di Situ, menyewa rumah dengan biaya pertahun nyaris 1 Euro lebih tepatnya 0,88 Euro. Dengan ongkos yang jika dirupiahkan mencapai 15 ribu rupiah, mereka para penghuni mendapat fasilitas yang cukup bonafit. Ada ruang tamu, kamar tidur, dapur, kamar mandi, halaman rumah yang mungil nan asri.



Die Fuggerei sendiri diambil dari nama  Jakob Fugger. Ia adalah seorang kaya raya yang pada 1521 menghibahkan pemukiman sosial itu bagi rakyat Augsburg. Tercatat setidaknya ada 150 orang yang menempati rumah di Pemukiman yang didaulat jadi pemukiman sosial tertua itu. Jika digambarkan, Die Fuggerei seperti sebuah padukuhan. Di Sana terdapat 140 rumah-rumah kecil. Bisa juga disebut sebuah kota tersendiri di dalam kota Augsburg.



Letaknya tidaklah jauh dari pusat kota tempat kelahiran Bertold Brecht itu, kira-kira 15 menit jika berjalan kaki dari Rathaus atau Balai Kota Augsburg. Perjalanan penulis kali itu ditemani pasangan baik hati yang sudi mengantar penulis bersepeda keliling Augsburg seharian (13/09/2015) dan yang menyediakan akomodasi untuk penulis. Ialah mereka, Azalia dan Mas Tahla.

di Depan Rathaus Augsburg bareng  2 Host Kece



Ternyata, kebanyakan yang tinggal di Sana adalah para janda. Tidak semuanya sih, beberapa masih ada yang berpasangan. Penulis sempat berkenalan dengan penghuni, seorang nenek yang sudah 18 tahun di Sana. Tau ndak? Mbah Buyutnya  Mozart yang namanya Franz Mozart juga pernah tinggal di Sana loh.
Semuanya memberi pengalaman baru bagi penulis. 
Melihat Rumah Mbahnya Mozart

Dengan biaya maksimal 4 Euro, pengunjung bisa menikmati setiap jengkal bangunannya. Penasaran penulis akan kondisi rumah masa lampau Fuggerei terjawab tatkala masuk Fuggereimuseum. Hati-hati, tempatnya sempit. Waktu masuk, ada sekitar 20 Orang di Dalamnya. Penulis harus menahan tawa ketika kejeduk pintu saking ramainya. Bedewe, Terimakasih pada  Ika yang menginspirasi penulis ke Situ! Info lebih lanjut www.fuggerei.de

Kalau penasaran bagaimana sih isi dari rumah-rumah super murah itu, ada kok yang bisa dilihat. Namanya Schauwohnung, letaknya diujung, jalan Ochsengasse 51. Visualisasi nyata bagaimana kondisi kamar mandi, ruang televisi, kamar tidur dan dapur. Satu kata : Menawan! Di situ juga terjawab bahwa pemakaian telefon, listrik dan alat penghangat dibayar sendiri oleh penghuni sesuai dengan penggunaannya. Jadi 0,88 itu belum bayar bersih.



Ada juga bunker waktu perang dunia. Di Situ ada tempat pemutaran film, foto yang dilengkapi teks-teks  dan dokumentasi waktu terjadi serangan udara pada perang dunia 2 terhadap Augsburg. Silahkan, bagi yang penasaran sempatkan masuk die Fuggerei kalau ke Augsburg.

Yang dilihat di Pusat Kota Augsburg

Sebelum mendaratkan diri di Fuggerei 56 ini, penulis dipandu keliling pusat kota terlebih dahulu. Kebetulan jarak rumah ke Pusat kota dengan naik sepeda itu dekat. Cihuy untungnya topografinya cocok banged buat sepedaan.

****Makasi ya! ^___^ sambutannya luar biasa! Nice to meet you all!**** credit to Azalia dan Mas Tahla yang telah menyambut dan menampung penulis dan juga menjadi GUIDE dengan ulalala! 


Bedewe ... Pusat kotanya kecil, cukup dengan keliling ada beberapa hal yang bisa dilihat :
  •  Rathaus





  • Maximilianmuseum (kebetulan hari itu kami bertiga masuk GRATIS mamen!)
  • Bertold Brecht  Haus
  •  Dom

  • Erlebnisstadtmarkt (karena itu hari minggu dan kebanyakan toko-toko di Jerman tutup, jadi penulis ga bisa masuk).





0

0 Comment:

Posting Komentar

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D