Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Rabu, 14 Oktober 2015

Plesiran Bersama Penghuni Panti Jompo

Tempat penulis ngelaksanain Freiwillige Soziales Jahr (FSJ) sedang merayakan ulang tahun ke 30, Altenzentrum im Sohl. Tentu, banyak program yang diagendakan untuk memeriahkan hari jadinya. Ada acara khusus penghuni, acara khusus pekerja, para keluarga dari penghuni dan untuk umum. Salah satu dari acara yang digelar hampir sebulan itu adalah AUSFLUG atau plesiran dalam bahasa Jawanya.



AUSFLUG memiliki makna perjalanan singkat ke Sebuah tempat yang bertujuan untuk bersantai atau berbincang-bincang. Nah, pada Ausflug kali ini pesertanya adalah penghuni panti Jompo dan panitia (bos-bos). Penulis juga dilibatkan jadi pendamping penghuni, kayak tahun lalu. Tahun lalu keliling Ingelheim naik kereta kelinci liputannya, kali ini (13/10) naik bus ke Rochuskapelle, Bingen. 



Heboh...heboh...

Sebelum keberangkatan jam 13.00, beberapa peserta udah ada yang heboh. Mbah Menk contohnya, dia keluar masuk panti Cuma buat mastiin busnya udah datang. Mbah Urbaniak ketakutan kalo ditinggal bus. Lha ya ternyata emang siklus seperti itu wajar ya pada senior-senior, mereka akan terlihat kembali seperti anak kecil. Penulis Cuma bisa menjawab pertanyaan mereka dengan jawaban yang sama, “Mbah.. Keine Sorge, wir fahren zusammen hin!” Penulis aja penasaran og sebenernya mau kemana. Lha mendadak dikasih tahunya.

Bus Datang

Beberapa peserta menggunakan kursi roda, nah tugas penulis dan yang lain salah satunya adalah ikut mendorong mereka yang berkursi roda. Jatah penulis saat Plesir adalah mendampingi mbah Haus.
Inilah dia bus khusus para pengguna kursi roda.

Tidak ada kursinya tentu, karena mereka sudah duduk. Sebagai pengaman, mereka dilengkapi dengan sabuk-sabuk. Mbah-mbah yang emang Jerman banged itu beberapa protes, kenapa keberangkatannya terlambat. Harusnya jam 13.00 tapi 13.05 masih di Tempat. Sopir bus ngeles, “Mbah soalnya ngamanin kursi roda itu harus hati-hati.”



Kami pun berangkat dengan riang. Oya busnya ada 4, terdiri 1 bus pariwisata dan 3 bus yang istilahnya Mobilconcept. Mobilconcept ini bisa diisi 3-4 Kursi roda. Penulis dan Kamilla (FSJ lain) kebagian di Bus 1. Yaampun di Bis itu mbah Haus seneng banged, soalnya dah lama gak keluar dari Panti Jompo. Waktu di Jalan dia kayak reuni dan membandingkan bangunan-bangunan dengan jamannya.

Ke Bingen

Wah, jalan ke Bingen ini udah akrab di Kepala penulis dan harusnya hari itu penulis LES di VHS Bingen. Hmm, tapi demi memeriahkan acara, makan gratis dan ngerumpi, terpaksa harus mbolos. Ndak papa, pasti ada hikmahnya.

Di Dalam Bus, sopirnya cerewet banged. Penulis dan Kamila juga sih hahah dan kami banyak ngobrolin kerjaan. Ni anak baru 2 bulan kerja, alhamdulillah ngerasa betah. Sukses nduk!



Kami sampai di Rochuskapelle.

http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/21473535.jpg



Penulis udah pernah ke Sana sendirian dan seneng banged bisa ke Situ lagi bareng mbah dan Bos-bos.Ini ceritanya Bingen dan Bingen

Bersantai, Olahraga dan Bincang-bincang

Sampai di Sana, mbah-mbah diajak memandangi indahnya Bingen dan sungai Rhein dari atas, sekligus mereka nostlagia. Kami mengitari taman belakang Kapelle yang jalanannya dipenuhi kerikil. Nah, mendorong kursi roda di atas kerikil itu sangatlah gila.

Beberapa mbah yang menggunakan rolator ada yang kecapekan, untungnya panitia sudah menyediakan beberapa kursi roda tambahan. Oya, kami beberapa menit berhenti dan foto-foto. yang moto adalah bos dengan jabatan tertinggi di Panti Jompo, bu Schmitt.

Penulis juga curi-curi foto donk, wajib itu hahaha.

Ini sama mbak Hatice...



Yang lain karena ada sama penghuni gak boleh diupload deh...uhhhh.


Nah, selesai berhenti kami lanjut jalan. Hihih, pas baliknya penulis gak kuat ndorong mbah Haus. Terus Bu Schmitt bilang kalo mendingan kursi rodanya ditarik. Jadi mbah Haus ditarik sama penulis dan bu Schmitt. Ihiii grogi banged sama bu Schmitt.. ehh  terus bu Schmitt minta sama panitia lain buat motoin kami bertiga (Mbah Haus, Fr. Schmitt dan penulis). Kami berdua akting kepayahan narik gitu. Ihihihi, tapi penulis maluu ni mau minta fotonya ke Fr. Schmitt. Hihih. Penulis tunggu rilis beritanya di Web aja deh dan semoga semua foto dicetak.


Yuk Ngopi-Ngopi

Semua peserta diarahkan ke Hiedelgrad Forum, di Sana kami bakal ngopi-ngopi dan makan kue. Waaaaah, penulis duduk dengan 6 orang lain mbah lain. Samping penulis, mbah perempuan makannya banyak. Ternyata, mbah Haus hobinya ngerumpi keluar, dia bilang, “Schwester, itu kue ketiga yang dia makan loh.” Kami pun ketawa dan ngerumpiin mbahnya. Hahaha. Mbah, aku Cuma ikut-ikut mbah Haus aja.


Waktu buat ngopi dan berbincang agak lama, selain itu peserta diajak nyanyi. Penulis Cuma bisa tepuk tangan soalnya GAK TAHU blas lagu-lagunya.

Simbah-simbah kelihatan seneng aja, tapi tetep heboh. Ada mbah yang takut gak dipulangin lagi ke Panti, ada yang pingin di Situ lebih lama. Waaaaaaaaaahhh, mbaaaah....

Jam 16.00 kami pulang lagi ke Panti Jompo

Turun dari bis, penulis masuk panti sejenak dan pulang ke Rumah dan segera menulis hyahahah.

Makasih mbah mbah.


2

2 komentar:

  1. Kenapa ngakak baca kelakukan mbah-mbahnya XD apalagi sopirnya jago banget ngeles, selera humor orang jerman boleh juga :v

    Pengalamannya keren mbak, membuka wawasan buat anak" indo yang pengen ke jerman kayak saya. Doain ya mbak, insyaallah abis lulus kuliah mau au pair ke jerman terus pengen lanjut FSJ, buka lembaran baru #eaaa amiin

    Danke mbak fitri :)

    BalasHapus
  2. Iya, kalo aku inget2 lg pgn ketawa trus.

    Amien amiennn
    semoga lancar yaaaaaaaaaaaaa!
    Viel Erfolg!!!!!
    amienamienn

    BalasHapus

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D