Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Kamis, 12 November 2015

Bahasa Jerman, Kamu itu.....

Jika masih tahu konteks pembicaraan atau setidaknya membaca dalam tulisan, komunikasi dalam berbahasa bisa saja minim kendala. Namun, sayangnya sampai hari ini jika seorang Pasien yang datang dari generasi 1920an bicara bahasa Jerman dengan menggunakan Dialek, saya akan diam, khidmat mendengar dan mencoba meraba kemana muaranya berakhir. Ujungnya, saya pernah dalam posisi tidak enak, pernah terjebak kebingungan karena lansia tersebut berkali kali memberi instruksi tapi saya tidak paham. Dengan senyum menahan malu, saya minta dia untuk bicara bahasa Jerman yang normal  atau Hochdeutsch.

Dia kemudian ikut tertawa dan bilang memang Dialek itu susah kalau jarang mendengarnya. Untungnya, mbah itu maklum dan ia pun kemudian menerjemahkan bahasa Jermannya ke dalam bahasa Jerman. Memang, Jerman memiliki beberapa Dialek (ada banyak, saya kurang tahu) yang sesuai dengan regional. Bayern dengan Bairisch, Koln dengan Kölnisch, ada juga Schwäbisch, dan karena saya tinggal di Rheinland-Pfalz, dialekt semacam Rheinhessich dan Pfalzisch yang terdengar. Apalagi, kerja sosial di Panti Jompo, yang penghuninya banyak lahir sebelum perang. Saya akan angkat bahu kalo kolega sudah mulai menggoda dengan bicara pakai Dialek, saya tidak sepenuhnya paham.  


Dari situ, saya setuju kata Johann Gottfried Herder yang bilang telinga adalah guru pertama dalam berbahasa. Lha saya kan sejak dari kandungan saya dengarnya bahasa Jawa dan Indonesia, maka ketika mulai di Jerman dan mendengar Dialek bahasa Jerman saya sering melongo. Sebagai pembelajar bahasa Jerman, yang saya pelajari adalah bahasa bakunya atau dikenal Hochdeutsch. Johann juga bilang bagaimana seorang anak belajar bahasa, pertama mulai mendengar dan memahami, kemudian baru belajar bicara dan nantinya anak baru belajar membaca dan menulis. Proses ini juga dikenal akuisisi atau pemerolehan bahasa.

Saya pernah ngobrol dengan orang Luxemburg, dia juga berbahasa Jerman tapi banyak kata-katanya yang asing di Kuping saya. Ini sedikit yang saya tulis tentang bahasa Jerman di Luxemburg : di Luxemburg. Waktu di Austria dan Swis juga, walaupun berbahasa Jerman tapi kok gak sama. Mungkin seperti bahasa Melayu yang digunakan orang di Indonesia atau di Malaysia. Serupa tapi tak sama. Inilah yang disebut dengan Varianten atau variasi dalam bahasa Jerman. Dosen saya di Volkhochschule Mainz mengakui juga, variasi bahasa Jerman bisa sangat berbeda antara bahasa Jerman di Jerman dan dengan beberapa Negara yang berbahasa Jerman. Orang Jerman saja kadang susah mendengar orang Swis bicara, nah apalagi saya.

Ngomong-ngomong soal Dialek, di Televisi dan radio sering saya dengar. Pernah juga saya ikuti serial TV di stasiun regional SWR denga judul die Kirche bleibt im Dorf. Sumpah, saya Cuma bisa terus merasa geli-geli lucu mendengarnya.

Ei mir ist worscht!                                                  
Du hast bestimmt net vertaden gell?
 Petze mer enner!
Was hat du gebabbelt?
Alla, komm mir fange jetzt an!

*Mir ist wurst : aku mah terserah
*Du hast bestimmt nicht verstanden, nicht wahr? : Kamu pasti ga paham, iya kan?
*Trinken wir einen! : Mari kita minum
*Was hast du geredet? : Apa yang kamu bicarakan

*Komm, fangen wir an! : Ayo kita mulai saja!

Bersambung dan semoga saya sambung beneran. :D
4

4 komentar:

  1. Hehe itulah namanya ragam budaya mbak fit :) eh slah ya :D

    BalasHapus
  2. Dialek sama aksen itu sama ato beda sih, mbak?
    Kalo di Inggris katanya aksen orang-orang Liverpool beda denga orang yang di London. *Entahlah, aku belum pernah ke sana ahhahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nak Kata Pak Guruku Dialek i meliputi aksen. Hehe. Aksen ki gaya orang ngomong.. gimana orang Jerman ngomong pake Indonesia.. gmn orang Indonesia ngomong Jerman. Jarene hostpapaku yg kental aksen i wong India nak ngomong Jerman...hahaha

      Koyok opo iku Dialek seh? Ini bang contohnya yang ambo tulis hahaha

      Aku pgn sekolah lagi biar bisa jawab kakak Nasirullah :D

      Hapus

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D