Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Minggu, 13 Desember 2015

Pasar Natal Jerman Secara Kasat Mata

Penuh dan juga berdesakan. Dalam keramaian yang jadi ciri khasnya, orang-orang serasa menikmati sensasi berjejalan, mengantri dan bersabar. Hal semacam itu yang sering dijumpai saat pasar natal tiba. Selalu begitu, setiap tahun dan tetap kokoh menjadi bagian tradisi masyarakat sejak 600 tahunan lalu.


suasana di Wiesbaden


Tidak Cuma pasar natal tentunya, di Indonesia pun begitu, ada banyak pesta-pesta rakyat yang melekat dan dirindukan kehadirannya. Jika mau menyamakan, suasana pasar natal di Jerman ini seperti sekaten atau pun pasar malam di Daerah-daerah Indonesia.


Satu hal yang saya ingat, mengunjungi pasar malam di Boyolali atau ke Sekaten Yogyakarta berarti siap berburu awul-awul atau barang dengan harga murah yang bisa ditawar. Jajanan favorit pun bisa dinikmati dengan harga terjangkau.

Pasar natal di Jerman? Konsep yang tertanam di Kepala saya adalah lapak-lapak dengan dekorasinya rapi dan cantik. Lampu-lampu ibarat bintang yang dijaring lalu direntangkan panjang-panjang. Stan penjualan yang disediakan biasanya menjual makanan, perlengkapan musim dingin dan tentu saja pernak-pernik natal. Saya belum pernah menemui stan awul-awul, yang menyediakan baju yang bisa dibeli dengan harga 10 Euro dapat tiga. Paling-paling kaos kaki , itu pun tidak dijual lebih murah daripada yang ada di Toko. 


pernak pernik natal

Untuk makanan bervariasi, mulai daging-daging panggang, sosis, hot dog, Pommes, Lebkuchen, Printen, Stollen, Glűhwein. Di Jerman juga ada gorengan semacam bakwan atau perkedel. Namanya Kartoffelpuffer (Pancake Kentang). Mirip bakwan lah, tapi cara makannya bukan pake cabai atau saos tomat. Katanya akan lebih nikmat dengan Apfelmuss atau pun gula pasir, semacam selai apel. Kalo saya, lebih suka makan tanpa selai apelnya.


Wahana permainan juga ada, ini ni yang sama ma di Rumah.



Permainan yang lain biasanya ditujukan untuk anak kecil-kecil.

Menjadi bagian dari kerumunan, sedikit menggigil kedinginan ditambah meminum jus apel (semacam sari buahnya, yang sering kita jumpai di Indonesia) panas lumayan asik juga.


Sesuatu sederhana macam begini dinanti tiap tahunnya, 30 hari menjelang 25 Des.

Mengenang pasar natal ketiga di Jerman.

Foto diambil 11-12-13 Des 2015





11

11 komentar:

  1. Jadi ingat Sekaten Jogja hahahhaha

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. Gek ndang digoleki kok iso tekan kono kembarane, nyasar po piye ceritane? :-D

      Hapus
  3. bestnya, dekat Wiesbaden ada Paris Wheel....fit naik x? best x? sejuk kan :D

    BalasHapus
  4. Naik kak..sejuk dan diputar cepat2..
    Ayo kak ke Wiesbaden pulaaa
    Makananannya pun sedap2
    Cantek

    BalasHapus
  5. Paling sedap tuh wahana permainannya... Seru...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya tp ga terlalu banyak dan mihil hehe

      Hapus
  6. Moment sekaligus setahun ya mba.. Seneng liat suasana nya aja sih..

    Salam dr kami di kota York,UK mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Abah....
      Apalagi kl dikunjungi bsama krluarga

      Trrimakasih abah Shofi sekeluarga dan slm balik dr Ingelheim. Sgera berkunjung..

      Hapus
  7. Wah mau juga sih Liat2 ke city centre.. Pasti lg rame nih.. Ada pasar kaget jg biasanya..

    Cuma kasian sm anak2, kedinginan nanti.. Lg winter soale..

    BalasHapus

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D