Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Selasa, 09 Februari 2016

Tukar Uang Euro di Money Changer Jakarta

Sebelum di Indonesia, penulis mikir-mikir uang Euronya mau ditukar dimana ya? Mau ditransfer ke Bank Indonesia atau dituker aja di Indonesia. Untuk urusan transfer, bisa aja pake Worldremit atau langsung aja ke Bank dengan minta data buat transfer Internasional. Yang dibutuhin selain itu juga alamat lengkap bank tujuan, swift code dan nama.




Oke, hasilnya penulis tukar uang di Indonesia. Pertanyaan baru yang muncul adalah tukar dimana yah? Hasil dari baca-baca dan tanya, disarankan pilihan pertama untuk menukar di Money Changer resmi, pilihan berikutnya sebagai alternatif terakhir adalah di Bank dan Bandara.


Money Changer resmi biasanya ada lisensi dari PVA. Seperti ini :

https://www.vip.co.id/img/vip-about-banner.png


Menurut pengalaman mbak Desy (Penulis Buku #KJMJ) dia sudah sering tukar Euro ke Sini. Selain terpercaya, kursnya biasanya bagus dan pasti gitu. Nah, penulis pun menjatuhkan pilihan ke VIP Money Changer and Remittance yang ada di Jalan Menteng Raya 23 Jakarta Pusat, Indonesia.




Syarat tukar uangnya gampang, tinggal bawa bukti identitas diri dan uang yang akan ditukar. Kalo bisa, datang lebih pagi ya. Di Sana ramai dan antri lo. Penulis dua kali ke Sana dan kaget aja antriannya banyak terus. Untung, banyak Teller dan disediakan tempat duduk. Bangunannya oke, deket sama stasiun Gondangdia dan lumayan juga dari Gambir.

Pengetahuan baru yang penulis dapat setelah tuker duit adalah :

  1.        Gak ada batas minimal mau tukar uang, berapapun diterima asalkan bukan uang recehan.
  2.       Menukar dengan uang di atas 50 Euro nilai tukarnya sesuai dengan kurs beli saat itu.
  3.       Menukar dengan uang di bawah 50 Euro, maka nilai tukarnya dikurangi sedikit.

**Pengalaman Pribadi, jadi waktu nuker uang dengan nilai 5-20 Euro, kurs beli yang tadinya 15.080, dikurangi jadi 15.000. Selisihnya sih sedikit, tapi tetep aja itu berharga. Jadi tahu, mending nukernya uang 50an ke atas semua deh.

**Kondisi uang diusahakan rapi ya? Jangan dilipat-lipat kalo bisa. Kalo penulis, dimasukin dompet cewek yang panjang itu.


Antrian waktu itu d banyak, tapi sudah diorganisir rapi. Begitu datang, pengunjung disambut Pak Satpam ramah dan kemudian kita diberi nomor urutnya. Sembari nunggu antrian, kita bisa nonton tipi atau baca koran atau kenalan sama orang di Samping kanan kiri.

Kenapa saya gak nukar di Bandara? Takut rugi gitu aja alasannya.

Saya cukup puas dengan pengalaman tukar uang di Situ, kok ya ndilalah kursnya pas bagus. Kalau sedang transit di Jakarta, silahkan lo tempat itu bisa jadi alternatif.


0

0 Comment:

Posting Komentar

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D