Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Selasa, 29 Maret 2016

Sekilas Pengalaman Ikut Penilaian Akreditasi Jurusan PB Jerman UNY

Jum’at (18/03) lalu penulis hadir dalam acara Visitasi di Program Pendidikan Bahasa Jerman Universitas Negeri Yogyakarta (PB Jerman UNY) oleh Asesor Tim Badan Akredatisi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT) . Acara ini dihelat di Gedung PLA Fakultas Bahasa dan Seni UNY.




Apa itu Asesor BAN – PT?

Bersumber dari : http://ban-pt.kemdiknas.go.id/asesor dengan sedikit olahan pribadi :

Wakil dari BAN PT yang merupakan Praktsi dan pakar pada bidang ilmu, bidang studi, profesi untuk menilai akreditasi program studi.

Yang dinilai adalah


1)  borang dan atau portofolio program studi/institusi yang disampaikan oleh program studi/institusi beserta lampiran-lampirannya melalui pengkajian "diatas meja"   (desk evaluation).
2)  Penilaian di lapangan (visitasi) untuk validasi dan verifikasi hasil desk evaluation atau penilaian di tempat kedudukan program studi/institusi.

Pengalaman

Saya cukup senang mendapat kesempatan ini, apalagi bertemu dengan alumni lain yang sukses di Jalannya masing-masing.

Ini adalah para alumni lain yang turut serta :


1.      Pak Andi (Angkatan 86) : Tour Guide Senior, sempat memiliki saham Angsa Tour

2.      Bu Tri (Angkatan 86) : Pegawai Rektorat UNY

3.      Mas Adit : Dosen luar biasa UNY,  Selesai S2 di Berlin

4.      Bu Rini (Angkatan 2001) : Pengajar Bahasa Jerman dan aktif di Pusat Studi Jerman UGM

5.      Mas Anto (Angkatan antaran 2002-2004) : Akan S3 di UNY

6.      Mas Fajar : Pengajar di Goethe Institut, sedang merampungkan master di UNY

7.      Mbak Diyan Zahro (Angkatan 2007) : Pemeroleh Beasiswa di UGM, aktif berbagai kegiatan sosial

8.      Mbak Dian (Angkatan 2008) : Pemeroleh Beasiswa UGM, aktif dalam bidang jurnalistik serta media

9.      Mbak Rahma (Angkatan 2011) : Pemeroleh Beasiswa UNY bagi lulusan berpredikat Cumlaude, masih muda

Selain alumni, tentu saja hadir mahasiswa dari semester 2-4-6-8 dan ada satu mahasiswa asal Thailand yang sedang pertukaran mahasiswa di UNY. Dia juga kuliah di Jurusan PB Jerman.

Sesi acara terbagi, khusus untuk dosen dan khusus mahasiswa + alumni. Acara terpisah, jadi saya tidak bisa menandai semuanya. Dalam sesi khusus mahasiswa + alumni, kami lebih banyak dimintai pendapat mengenai beberapa kasus yang diajukan asesor. Contoh, mengapa rata-rata  Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) para mahasiswa 3 koma sekian-sekian. Sebelum sesi ini dimulai, alumni terlibat obrolan seru mengenai jenis pekerjaan kami dan teman-teman seangkatan.

Saya pernah menyinggung mengenai jurusan PB Jerman di Sini : Kuliah PB Jerman, Ngapain?

Renungan

Di Lapangan, banyak lulusan PB Jerman yang kemudian banting stir (pengamatan pribadi). Maksudnya, tidak bekerja di lini yang berhubungan dengan bahasa Jerman. Ada yang mengajar bukan mata pelajaran bahasa Jerman. Kondisi semacam ini terjadi akibat banyak faktor. Tahun ini saja, banyak sekolah yang akan menerapkan kurikulum 2013, dimana bahasa Jerman dan beberapa mapel dijadikan mapel lintas minat semata. Contoh : Di beberapa Sekolah yang sudah menerapkan kurikulum ini, bahasa Jerman hanya diberikan pada peserta didik jurusan ilmu pendidikan sosial (ips) saja.

Selain itu, tidak sedikit pula alumni yang bekerja di bidang perbankan. Begitu fakta yang terjadi. Salah? Bagaimana menurut kalian? Saya jadi ingat Profesor Pratomo Widodo sempat berkata, bahwasanya ilmu itu konvergen. Dalam perkuliahan dulu, mahasiswa memang tidak Cuma belajar bahasa Jerman, ada mata kuliah dan hal lain yang dipelajari.

Menurut saya, pada akhirnya kendali ada dalam diri kita. Mau dibawa kemana kita adalah tanggung jawab kita, ya kan?

Saya pingin tahu, pendapat teman-teman yang kemudian bekerja di bidang yang tidak bahasa Jerman.
Ditunggu tanggapannya, ya teman-teman. Danke :D

*Tulisan yang tersimpan berhari-hari......

Salam hormat!







0

0 Comment:

Posting Komentar

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D