Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Senin, 25 Juli 2016

Yah dihukum deh -_-

Minggu kemarin adalah minggu pertama mengawali tahun ajaran baru (18-23/07). biasanya sih, sehabis masa orientasi, pelajaran untuk kelas X belum efektif. Kesempatan masuk kelas digunakan para Guru untuk berkenalan, bincang-bincang, ancang-ancang materi dan berbagai hal yang dilakukan supaya bisa mencairkan suasana.

Buat saya pribadi, ini jadi momen penting, pertama dan menyenangkan. Semester kemarin kan saya masuknya ditengah-tengah, jadi belum merasakan atmosfer begini. Jadi, bener-bener PDKT dari awal men.



Hari pertama masuk di Kelas sepuluh, saya isi dengan sedikit perkenalan, kesepakatan kontrak kelas dan  dasar materi bahasa Jerman.Masuk di Kelas, saya langsung teringat masa SMA dulu. Kebetulan ni, saya mengajar di Sekolah yang dulunya tempat belajar saya.

Waaa, bau-bau masa yang menyenangkan itu menyeruak. Ehm...Jauh-jauh hari, saya sudah membayangkan bagaimana hari pertama masuk di Kelas peserta “unyu-unyu” itu.

Dan cerita baru dimulai.....

Setelah perkenalan dan sedikit game pencair suasana, tibalah saatnya mengumumkan kontrak kelas. Simpel aja sih, kesepakatan pertama yang saya tawarkan adalah Barangsiapa yang masuk kelas telat lebih dari 10 menit, maka wajib baginya mewartakan sebuah berita positif. Apapun temanya, yang penting muatannya positif. Gitu aja. Jadi, baik saya atau mereka yang telat diharap untuk jadi reporter dadakan di Kelas.

Ide ini muncul demi membangkitkan semangat berpikiran positiv. #Eaaaa. Anak-anak yang masih unyu ini, disarankan untuk membaca berita lewat goodnewsfromindonesia.com. Jadi, ntar sekalian buat melatih public speaking siapa tahu ntar mereka ada yang kayak Najwa Shihab.

Mereka sepakat. Kesepakatan kami akan berlaku mulai minggu ini. Jeng....jeng.



Hari ini pun dimulai...

Yaaaaap! Sayalah yang kena sanksi pertama. Saya telat masuk -____-. Jadi, ceritanya sehabis upacara bendera ada pembekalan rutin dulu untuk para Guru dan setelah itu baru masuk kelas. Naaaaah, sehabis pembekalan itu saya tertahan sejenak karena beberapa hal. Perasaan saya mulai gak enak nih, soalnya jaringan internetnya elek dan saya gak bisa akses berita. Saya tahu, saya bakal telat 10 menit. Jaringan internet, saya butuh kamu buat update berita!

Skip...

Na na ni na. Benar saja, sebelum masuk kelas, tidak ada siswa yang berhamburan di Luar. Mereka duduk tenang dan sudah senyum-senyum. Bdw, saya seneng mereka menjalankan kesepakatan yang ada. Wajah-wajah sok imut itu terlihat semakin menggila dari kaca jendela. “Frau Fitri telaaaaaat.... baca berita buuuuuu.” Sambut mereka bahagia.

Hmmmmmmmmmmmmmm.

Oh mann.... :P

Oke, menaati kesepakatan maka saya menceritakan beberapa berita untuk mereka. Selesai menjalankan sanksi, pelajaran pun dimulai.

*Gak tahu kenapa, saya punya optimisme besar pada mereka, generasi penerus bangsa. Semangat! Maju terus.....



0

0 Comment:

Posting Komentar

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D