Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Senin, 17 Oktober 2016

Belajar bahasa Jerman? BISA

Oktober 2016?

Sibuk, padat dan makmur. Saya optimis bulan ini banyak hal yang saya dapatkan. 

Malam ini sekembalinya dari Solo, saya merguru ke Tempat Guru saya, Pak Zuhri dan Bu Putu. Ada beberapa hal yang saya tanyakan. Selain dapat nasi goreng 2 porsi dari Pak Zuhri, saya dapat inspirasi.

Agak larut baru saya kembali. Tujuan saya hanya minta diberi pengarahan supaya mengajarnya lebih baik dan keren. Pak Zuhri ini guru bahasa Indonesia saya di SMA dan sekarang kolega. Ihihi.... 

Bu Putu juga...bu Putu adalah guru bahasa Jerman saya sampai sekarang. Ia yang mendorong saya terus untuk mencintai apa yang ditakdirkan pada kita. Ia juga yang mendukung saya berlama-lama di Jerman dan kemudian "menagih" janji untuk mengabdi kembali pada tempat dimana saya dipertemukan dengan bahasa Jerman.

Hehehe. 

Intinya saya curhat-curhat

mengajar tanpa harus memaksa
mengajar tanpa memuntahi

Itu saya lakukan karena Fit in Deutsch sekarang muridnya 90 % lebih tua dari saya. Kebanyakan tujuannya untuk bidang Tourismus. 

Bukan masalah tua muda atau jenis kelamin sih sebenernya, cuma cara menyampaikan harus saya pertimbangkan.

Saya sadar, kemampuan mengajar harus terus diasah supaya tajam. Gak cuma setajam silet, tapi juga pedang.


Gak ada kata terlambat untuk belajar dan dimanapun kita bisa belajar.

Termasuk bahasa Jerman..... 

Bisa bahasa karena biasa
biasa bicara, biasa mendengar, biasa membaca, biasa menulis dan biasa latihan. Intinya biasa belajar.

Belajar bahasa Jerman di Solo Raya?

Bisa lo ke Fit in Deutsch Boyolali. 





0

0 Comment:

Posting Komentar

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D