Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Rabu, 09 November 2016

Mie Ayam Bu Tumini

Jika ditawari makan mie ayam, perut saya spontan lapar. Dalam kondisi kenyang pun, susah rasanya menolak makanan itu. Padahal waktu itu saya habis menghadiri acara kondangan dan tak lupa makan hidangannya. Walaupun begitu, ketika Kikik mengajak saya makan mie ayam hits di Yogya, saya hanya pasrah mengangguk dan tidak bisa bilang tidak.

Akhirnya dengan melawan Yogya yang panas (6/11), kami berdua boncengan menuju ke Jalan Imogiri Timur No. 187. Tempat ini tidak jauh dari Terminal Giwangan. Nah, beberapa menit kemudian, sampailah kami di Sebuah warung makan yang ramai akan pengunjung, namanya Mie Ayam Bu Tumini.



Jika beruntung, pengunjung akan langsung dapat tempat duduk, namun sayangnya kami harus sabar menunggu  Kami pun sepakat membagi tugas, kiki antri pesan mie ayam dan saya menunggu kursi.

Tempatnya tidak terlalu luas dan jangan dibayangkan banyak orang setelah makan bisa nongkrong. Bagi saya yang baru pertama ke Sana, orang-orang yang datang ini tujuannya ya untuk makan bukan buat nongki-nongki.

Kata Kiki dan beberapa artikel, mie ayam ini wajib dikunjungi bagi yang mampir ke Yogyakarta. Warung makan ini khas, pesannya tidak pakai nota, duduk ya tinggal duduk, jadi kalau datang ya silahkan langsung antri pesan.

Ini dia daftar menu dan harganya :



Ini penampakan mie ayamnya :



Tekstur mienya besar, kuahnya kental berwarna coklat dan ada kombinasi bumbunya yang hmmmm, manis, gurih, asem gimana gitu.

Mie cekernya enak.


Sensasi makannya luar biasa, udah kuahnya panas, hawanya panas, keringatan, huaaaaah, agak pedes, wuaaaaaaahhh mantab bingid. Kalo kayak gitu enaknya minum es jeruk dingin manis. Saya aja es jeruknya sampe pesen 2. Harga minumannya 2000an loooooh.

Setelah sabar antri dan makan, kami pergi ke Kasir. Hanya 26ribu men dan kami bersyukur sekali diberi kesempatan ke Sana.


0

0 Comment:

Posting Komentar

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D