Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Jumat, 04 November 2016

Pengamatan : Fase Saat Masuk Lingkungan Baru

Adik saya sedang mudik dari Surabaya. Jadi, ini adalah kali kedua dia pulang. Saya perhatikan, ada fase-fase tertentu yang dia lewati ketika pindahan dari Boyolali ke Kota yang baru. Saya sangat ingat, pernah ngobrol sama seorang calon dokter di Jerman, kebetulan Hostmama saya di Sana, dia bilang minimal dibutuhkan 3 bulan untuk seseorang beradaptasi di Lingkungan baru.

Saya rasa-rasa benar juga, walaupun mungkin tidak bisa digeneralisasikan. Ini menurut pengalaman dan pengamatan gemblung saya terhadap adik, saat dia pindah ke Lingkungan baru.

  • Fase waw : Dimana orang akan merasa bahwa semua hal itu baru dan bagus di Lingkungan tersebut. Padahal, itu bukan barang baru. Cuma, karena melihatnya di Tempat baru seakan-akan itu berbeda. Contoh : Saya lihat kamar di Jerman itu bagus banged, padahal isinya ya sama sih, kasur, bantal, lemari, ada tembok, punya lantai, dll. Ngeliat orang baru itu ngerasa waaw aja.
  • Fase aneh : mulai merasa aneh, mungkin kangen dengan lingkungan lama, mulai membanding-bandingkan, pengen pulang, bahkan kehilangan semangat dan arah.


         “Ngapain sih aku jauh-jauh ke Sini?”

       Nah, fase ini mungkin yang beda-beda di Setiap individu. Ada yang lama, ada yang bentar. Mulai melihat bahwa kadang harapan gak sesuai dengan kenyataan. Culture Shock mungkin istilahnya.

adhiku hahah


          Di Fase ini akan banyak hal baru yang memberi pelajaran sebenarnya.

 Nah, ini yang dialami adik saya, dia mulai membandingkan teman sekelasnya di Kampus dengan teman sekelas waktu SMA. Saya bisa membayangkan apa yang dia rasakan, dan sebagai kakak yang baik wkwkwkwk, saya Cuma bisa bilang, begitulah hidup nak, membuat zona nyaman baru itu tidak senyaman pada awalnya. Hahahah

Saya juga sih, sempat mengalami ini lagi, waktu pulang ke Boyolali. Malah kataya adaptasi habis dari Luar Negeri itu lebih lama dan susah... katanya lo katanya.

  • Fase penerimaan : mulai menerima kenyataan, legowo, bisa mengikuti ritme kehidupan baru di Tempat baru, mulai punya bayangan saat melangkah.
  •  Fase Nyaman : Jika fase aneh dan penerimaan dibilang positif, akan ada fase nyaman, di mana waktu itu saya malah males pulang ke Boyolali lagi. Hahahah.


Memang ini bukan penelitian sungguhan, hanya sebuah kesimpulan pribadi. Pada akhirnya, hanya diri sendiri yang bisa menentukan mau dibawa kemana arah selanjutnya.

Saat ini adik saya bisa dibilang masuk fase aneh dan itu wajar sekali.
Duh dek... ya inilah kehidupan baru setelah sekolah.
Sekarang waktunya masuk dalam Sekolah kehidupan.

Ojo nggumunan
Ojo kedanan
Ojo Wadulan

Semangat, karena selalu ada jalan dimana ada kemauan.


0

0 Comment:

Posting Komentar

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D