Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Minggu, 19 November 2017

Materi Kelas X Bahasa Jerman : Gegenstände in der Klasse: Benda-benda di Kelas

Apa kalian sedang mencari ide u menjelaskan artikel (der, die, das) utamanya benda-benda di Sekolah (Gegenstände in der Schule) dalam bahasa Jerman? Powerpoint (PPT) ini saya buat setahun lalu untuk memudahkan saya, selain itu saya juga memberikan pada Peserta Didik kamus mini berisi benda-benda dalam bahasa Jerman yang bentuk tunggal dan jamak. Nah, kamus mini tersebut sengaja tidak saya sebutkan bahasa Indonesianya, tujuannya agar Peserta Didik aktif mencari artinya.


0

Kamis, 02 November 2017

Dalam lima hari sekolah yang padat, beruntungnya masih ada hiburan-hiburan di Sekolah yang boleh diselenggarakan. Ya adanya pertunjukan ada pagelaran ini bisa jadi pembelajaran, seperti bagaimana cara mengapresiasi sebuah karya, menghormati ketika pertunjukan berlangsung dan pengetahuan-pengetahuan baru yang mungkin akan berbeda setiap individu. Belajar kan memang tidak harus di Kelas to?

Ngomong-ngomong, di bawah ini adalah foto favorit saya dari Agustus 2017. Berkesan dan menyenangkan ketika diingat kembali. Lha ceritanya, waktu ultah sekolah, ada inisiatif bahwa pembawa acaranya dari kalangan Guru dan Siswa. Menarik juga nih, soalnya bisa jadi ajang pembuktian bahwa setiap orang bisa jika ada campuran DIPAKSA, MEMAKSA DIRI dan IKHLAS. Ya, saya terpaksa ikhlas menunjukkan sisi lain di Sini. 


0

Minggu, 08 Oktober 2017

Les - Kursus Bahasa Jerman di Jakarta (Privat)

Kalau kalian  cari kursus bahasa Jerman atau les Bahasa Jerman di Jakarta, entah itu Jakarta Pusat, Selatan, Barat atau utara atau intinya di Jakarta, akan ada banyak pilihannya. Dari beberapa pilihan yang ada,  tentu kalian akan memilih yang kualitasnya oke, tempatnya gak jauh dan mungkin harga yang bersahabat. Bisa juga pilih yang bentuknya lembaga dengan kelas-kelas kecil atau yang pinginnya privat. Kalau di Jakarta mah enak ya, pingin kursus di Lembaga, ada Goethe Institut  (GI) Indonesia yang pengajarnya sudah terlatih.

Kiki di Berlgia



Nah, kalau kalian nyamannya les privat perorangan, tapi dengan kualitas oke seperti GI di Jakarta, silahkan belajar dengan salah satu pengajarnya. Perkenalkan, namanya Kiki, mengajar di GI dan saat senggang alias pas gak ada jam ngajar di GI, doi tetep ngajar bahasa Jerman. Dari A1-B1, atau sharing B2 dan C1. Kalian bisa belajar sama Kiki yang alumni pendidikan bahasa Jerman UNY itu dan sempat kursus bahasa di Jerman sampai level C1.

Kiki di Muenchen



Selain bahasa Jerman, kalian bisa juga konsultasi atau sharing pengalaman loh. Doi 3 tahun di Jerman. Pertama jadi Aupair dan tahun berikutnya kerja sosial di Sebuah TK di Jerman. Asik ya? Lalu gimana ni les bahasa Jerman atau kursus bahasa Jerman di Jakarta sama  Kiki?

Kalian bisa hubungi via WA/SMS/Telp di 085726488848, atur jadwal dan tempat belajar. Fyi, Kiki bisa belajar bareng kalian di Tempat kalian, asal jadwal sesuai. Kelas menyesuaikan, bisa privat atau maksimal 5 orang dalam satu sesi. Untuk biaya, bersahabat dan selamat. Bitte frag direkt, silahkan tanya langsung ^__^


Deutsch Lernen mit Kiki in Jakarta ^__^



2

Senin, 04 September 2017

Baca Berita Bahasa Jerman SMA N 2 Boyolali

Ceritanya

Belum lama ini, pada Selasa (29/8) di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) diselenggarakan agenda Wisata Kampus  (Wiskam) Pendidikan Bahasa Jerman, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), UNY. Dalam agenda ini terdapat dua genre acara, satu untuk Guru dan lainnya untuk para peserta didik.


IG @bds_fbsuny

Untuk Guru, diadakan workshop dengan tema Pembimbingan Guru untuk mahasiwa magang (istilah pengganti mahasiswa KKN PPL). Untuk Peserta Didik adalah lomba baca berita bahasa Jerman dan Lomba Live Accoustic. Setiap tahun acara WISKAm ini memiliki acara khas. Tahun lalu lomba yang diadakan adalah lomba rangking 1. Pada 2016 lalu, saya masih sangat baru dan kurang yakin untuk mengikuti lomba tsb. Alasannya, karena saya belum lama mengajar dan mengenal murid-murid secara baik. Namun, saya janji tahun berikutnya akan berpartisipasi.
0

Jumat, 18 Agustus 2017

Sekolahku, Saksi Kejutan dari Jerman :D

Hari-hari semakin berwarna dan menenangkan, termasuk juga perjalanan sebagai Guru, eaaaaaak. Yes, kemarin (15/8) sesuatu yang membuat efek kejut sampai hari ini terjadi. Jangan bercanda sama orang Jerman maka-nya (opini pribadi). Lha ya gimana gak kaget, ketika tiba-tiba temen-temenmu datang termasuk yang dari Jerman ke Sekolah?

Kaget dan bersyukur mereka datang di Saat yang tepat dan bisa memberi manfaat, heheh. Awalnya, seorang dari mereka, si Hasfi bilang bakal datang ke Sekolah dan mau mengajar di Salah satu kelas. Oke, tanpa banyak pikiran, saya pun minta izin kepada Kepala Sekolah. Hasilnya? Lancar.

Hari H tiba, kelas X MIPA 2 yang kebagian jatah sudah saya wanti-wanti untuk bawa buku bahasa Jerman. Mereka tahunya juga yang datang teman saya dari Indonesia yang kerja di Jerman. Ga terlalu banyak persiapan, saya Cuma buat slide presentasi tentang Hasfi yang tentu saja diselipi foto-foto kami berdua waktu di Jerman. Syalalala!

Jam 10.00, dia memberi kabar bahwa ia telah tiba di Parkiran Sekolah. Segeralah saya jalan ke Sana. Kepala Hasfi terlihat, saya lega. Namun, ternyata ada 3 kepala lain. Loh, itu kan Delta, Wibie dan dan dan dan Peter. Ini serius? Saya langsung teriak panggil namanya. Tuhan, ini sungguh sebuah kejutan dan hadiah!


Kamis, 10 Agustus 2017

08 08 2017 : The Wedding

Iringan lagu pop mendayu, enam remaja yang masih sekolah tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) merajai panggung. Musik lembut dan suara khas anak-anak berkumandang dengan syahdu menemani para tamu undangan. Pengantin wanita dari singgasananya mengintip bahagia penampilan mereka, remaja kecil mungil.

Ia diliputi gembira penuh syukur, menyaksikan pesta kecilnya berjalan sesuai angan-angannya. Jika orang menyebutnya konsep, syukuran berbalut pesta kecil itu berkonsep muda dan ceria, semangat dan santai, ,mirip seperti karakter remaja, begitu menurutnya.

Rumahnya cukup menampung sekitar 300 tamu pilihannya dan keluarga besar. Halaman rumahnya penuh, dekorasi pestanya sederhana tapi meriah. Katanya, dekorasi itu diluar ekspetasinya. Yang awalnya minta sederhana, yang dibayangkannya hanya dihias kain, ternyata oleh sang pendekor dihancurkan 100%. Sang Pendekor memberinya hadiah dengan dekorasi berornamen merah, sesuai dengan jiwa remaja yang berani. Eaaak! Rumahnya layak kebun bunga, mulai gerbang sampai dengan singgasana.

Betapa bersyukurnya ia, hadiah Tuhan dikirim lewat banyak cara, dari mulai rias pengantin, baju untuk akad nikah (hadiah dari Bu Guruku) sampai hidangan-hidangan. Seorang Kakak kelas memghadiahinya rias pengantin. “Buat kamu nanti, pake make up dariku ya? Tinggal tunggu beres aja.” Kata mba Arum suatu hari padanya.Hidangan? Tradisi rewangan yang masih ada di Kotanya memudahkan ia dan keluarga. Menu terbaik dengan porsi cukup terhidang untuk para Tamu.

Yes itu tadi gambaran pernikahanku pada Selasa, 08/08/2017 pukul 13.00 di Rumah.
Kok selasa 08082017? Simpel, itu tanggal jadian kami pas habis lulusan SMA dulu. Wkwkwkwkw :D

Foto Akad di KUA Boyolali, itu yang kecil nyempil adekku pas jadi wali hahahah


Hahai, yang awalnya pengen gak ngadain pesta, gak mau ribet pakai baju pengantin, gak ini itu, pada akhirnya rencana itu disentil oleh Tuhan. Heheh, alhamdulillah diakhir-akhir saya agak sadar, bahwa berita bahagia memang harusnya diwartakan.

Bapak, Ibu, mas di Surga (Amin), aku wes rabi, le dadi wali adeng (panggilan adik). Alhamdulillah, lancar! Hahaha, aku ra nangis :D

Terimakasih Tuhan, makasi Keluarga Besarku yang super mendesain pesta kecil ponakan dan sepupumu yang ngeyel iki, makasi adeng yang lancar jadi wali, makasi Suamiku (eaaaa) yang menanggung semua biaya nikah, makasi mertuaku yang jos gandos,  keluarga besan, makasi SMA N 2 Boyolali yang jadi saksi bisu kami sejak SMA, makasi guru-guruku, makasi pak kepala sekolah yang memulangkan gasik warga sekolah dan membuat semua guru bisa hadir di Pesta kecil, makasi tamu-tamu undangan, makasi murid-murid imutku yang jadi pengiring musik, makasi murid-murid mungil yang bikin kejutan di Rumah, di Sekolah dan di Mana-mana, makasi kawan-kawanku SD, SMP, SMA, Kuliah, yang datang dan maaf ga bisa diundang semua, makasi tetangga, makasi pada semua yang terlihat maupun tidak, makasi buat yang mendoakan lewat jalur apapun, kolega-kolega Jermanku yang ulala badai, makasi buat teman-teman kursus Fit in Deutsch Boyolali.

Yuhuuuu.......

Catatan kecil
*lamaran 25072017
*undangan buat sendiri, cetak sendiri di Fotokopyan, sebar sendiri.
*baju resepsi dicari seminggu sebelum hari H, Cuma butuh waktu sehari.
*tertanyata grogi sekali menghadapi hari H
*sebar undangan di Sekolah h-4, dan bikin kaget yang nerima
*bersyukur
*sebelum hari H, beberapa teman dan tamu undangan yang ga bisa dateng resepsi rela datang ke Rumah bawa kebahagiaan.



*****



2

Minggu, 23 Juli 2017

Yang Beda di Semester ini (Buatku)

Yang Beda Semester Ini

Setelah libur kurang lebih sebulan, akhirnya anak-anak SMA di Boyolali masuk lagi pada 17/07. Sekolah berbenah menyambut mereka datang dengan berbagai kejutan. Yap, salah satu kejutannya adalah waktu sekolah yang berubah jadi 5 hari. Mereka dan tentu saja para Guru masuk hari senin sampai Jumat. Sabtu minggu libur!

JAM SEKOLAH

Eits, kebijakannya muncul karena imbas dari Kurikulum 2013 yang katanya menekankan pendidikan karakter. Supaya mereka bisa mengatur waktu dengan baik dan punya lebih banyak waktu dengan keluarga.


1

Rabu, 05 Juli 2017

Ketawa, Nangis, Ketawa Lagi, Nangis Lagi

Apa kehendak Tuhan?
Dipagi ini, selesai menyantap sepiring bakmi goreng, kuambil tas berisi berkas-berkas lama.
Kulihat lagi tulisan tanganku jaman dulu
Kubuka-buka lagi piagam semasa SMA dan Kuliah
Aha, ternyata menyenangkan
Kusibak lembaran-lembaran
1

Senin, 03 Juli 2017

Main Hakim Sendiri, Nyawa Hilang, Selesai Sampai disitu?

Ada tetangga, belum terlalu tua, punya masalah kejiwaan, sukanya jalan-jalan, ngomel di Jalan, ketawa sendiri, agak jail dan suka minta rokok. Pernah suatu hari, dia ketauan pakai sandal agak mahal ponakan saya. Setelah dicek, betul ternyata sandal ponakan hilang. Lucunya, suatu pagi ponakan mendapati ada sandal butut nangkring di Halama rumahnya. Asumsi kami, si Fulan mengganti sandalnya dengan sandal kepunyaan ponakan.

Kapan dulu, dia mengagetkan saya yang sedang membungkus roti. Dengan entengnya dia minta roti dan rokok. “Buat apa rokoknya?” tanya saya dalam bahasa Jawa membuang rasa takut, “Buat teman BAB di Sungai.” Jawabnya dalam bahasa Jawa. Hahahaha, saya Cuma ngampet ketawa mendengarnya. Lah, kok masih doyan rokok  sih.
0

Kamis, 29 Juni 2017

Pakai Nature Republic Aloe Vera 92% Shooting Gel

Suatu hari, bulan November 2016, beberapa orang mengomentari perubahan kulit wajah eike. Yang mulanya cling-cling, glowing, dan terang secara instan berubah menjadi kehitaman. Aslinya emang item, terus katanya kok seminggu terakhir waktu itu makin hitam dan kemerah-merahan. Waduh!

Tanpa pikir panjang, pemakaian krim “kecantikan” yang pernah mengobati wajah berjerawat eike saat kuliah, dihentikan seketika. Sudahlah, biar kulit ini istirahat sejenak. Ganti produk pembersih wajah, eh kok malah jadi mruntus, jerawat di Jidat jadi hiasan. Weslah, hentikan lagi dan beralih ke yang lain.

Eike kemudian menjajal sabun pepaya untuk cuci muka, hasilnya lumayan enak. Namun sayang, masih ngerasa ada  yang kurang. Pemakaian rutin dilakukan, terus tiba-tiba muncul pesan dari seorang kawan pada 3/5.


0

PPDB Online SMA, Gimana Ya

Ramadhan berlalu, syawal menyapa, lebaran masih terasa. Waktu berlari, tapi perasaan dan pikiran masih belum move on dari yang namanya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Lah, Ngapain dipikirin? Gak tahu, nempel terus dan mungkin akan jadi bagian dari perjalanan diri. Who knows?

Faktanya, PPDB yang hampir serentak dengan sistem online itu memang menyisakan banyak pelajaran. Buat siapa saja yang terlibat, entah itu Calon Peserta Didik, Guru dan tentu saja para wali/orangtua calon peserta didik tersebut.


0

Kamis, 15 Juni 2017

Naik Gojek di Boyolali

Belum lama ini, karena dirundung rasa malas menyetir (stang motor) dan penasaran yang amat, maka  ojek menjadi jembatan saya menuju ke Sekolah.

Tidak susah mendapat ojek di Boyolali, apalagi tinggal  di Pusat Kota Boyolali. U know Boyolali kan? Kota di Lereng Merapi yang sedang bersolek.

Apalagi sekarang, dapat ojek tinggal pakai smartphone, geser geser pencet dan deal.
Dan good news, di Boyolali yang pembangunan sedang giat-giatnya ini, sudah ada GOJEK! Baru 2017 ini juga lahirnya.


Waw, GoJek di Boyolali? Iya, serius. Aplikasinya sama kok sama yang di Kota-kota lain, hahaha.
0

Kamis, 08 Juni 2017

Jadi Pengawas Ujian? Jangan Loyo!

Ada banyak faktor yang membuat suasana ujian kondusif, salah satunya adalah sikap yang dilakukan oleh pengawas. Ketika pengawas memperlihatkan gaya lunak, siap-siap saja suasana kelas menjadi biasa saja, patah taringnya dan definisi ujian dari http://kbbi.web.id/uji yang bermakna sesuatu yang dipakai untuk menguji mutu sesuatu (kepandaian, kemampuan, hasil belajar, dan sebagainya) secara individu, hanyalah angan-angan. Kenapa? Karena tidak murni individu lagi, banyak yang hasil kerjasama dengan jalan contek menyontek.


Ilustrasi Pura-Pura contekan. Karya Bela, Bas, Rega.

Pernah ada peserta ujian yang komentar bahwa dia gak nyaman ketika ujian ditunggu oleh pengawas “kejam”,  saya pun menjawab, yang ga nyaman gak Cuma pesertanya, pengawasnya juga, apalagi kalau para peserta ujian memperlihatkan beberapa gaya semacam ini :

  • Yang kelihatan mikir, mata ke arah atas, padahal lagi cari kesempatan ambil contekan.
  • Yang garuk kepala saat ketahuan.
  • Yang pura-pura pinjam tipe-x, padahal sekalian liat jawaban teman.
  • Yang udah dapat tipe-x, pura-pura gerakin tangan, padahal gak ngehapus apapun.
  • Yang nunduk terus, eh ternyata lagi liat catetan.
  • Yang tenang di Belakang, ternyata lembar jawab masih bersih, masih nunggu BANTUAN teman.
  • Yang tiba-tiba marah sama keadaan, karena ga bisa nyontek.
  • Yang pura-pura baca, padahal lagi ngelamun.
  • Yang serius beneran, diganggu sama yang males baca.
  • Yang ngawasin pengawas, ternyata pelan-pelan ambil hape dari saku celana.
  • Yang pura-pura ambil tisu, ternyata lagi ambil catetan di dalam laci.
  • Yang santai-santai, hapenya ditaruh laci, nunggu jawaban, sambil pura-pura nulis.
  • Yang melirik-lirik, ternyata lagi kasih kode ke teman.
  • Yang bawa tempat pensil, dibuka-buka terus nunggu kesempatan ambil jawaban.
  • Yang lagi konsen, diganggu pertanyaan dari samping, depan belakang.
  • Yang pelan-pelan nggeser tangan, eh ternyata catetannya di bawah lengan.
  • Yang sengaja bisik-bisik tukeran jawaban.
  • Yang terang-terangan berisik biar dapat jawaban.
  • Yang pasang tampak strong, tapi ternyata Cuma nunggu contekan, hahaha.
  • Yang sok bijaksana dengan bilang, kan kerjasama boleh bu?
  • Yang gerak dikit, dilihatin pengawas. 


Contek-menyontek? itu mah sudah biasa kalik! Biarin aja!

Wah, kalau semua pengawas berpikir macam itu, udah lah, gak perlu ujian sekalian. Kasian, ujian terlalu banyak, momok untuk mencapai nilai tuntas juga mengahantui.

Habis perkara, bukan? Tapi, sayangnya ujian masih terus ada dan salah satu guna pengawas  adalah untuk menjaga ketenangan serta menjalankan tata tertib yang sudah disepakati turun menurun yaitu : memperingatkan peserta ujian yang berlaku curang dan mencatatnya di Berita acara.
2

Jumat, 26 Mei 2017

Tradisi Nyadran dan Padusan di Boyolali, Apa Maknanya Buatmu?

Terlepas oleh banyak hal yang telah terjadi, menikmati Ramadhan di Boyolali merupakan kebahagiaan lain yang diatur Tuhan dalam hidup. Belum ramadhan aja, hawa dan suasananya telah terendus dan terdeteksi. Tentu berbeda jika dibanding saat kecil dulu, yang isinya seneng terus dan tanpa beban. Ramadhan sewaktu kecil kalau dikenang indah sekali.

Ngomong-ngomong, emang apa saja yang khas di Boyolali sebelum Ramadhan dimulai? Ada dua hal bagi saya dan mungkin beberapa orang anggap “Boyolali banget”. Yang dulunya, Cuma saya tunggu asik-asiknya aja, sekarang sedikit-sedikit mulai bisa resapi dan rasakan isinya. Walau Cuma sedikit, rasanya lezat sekali. Halah!

NYADRAN
0

Ketika Orang Tua Meninggal, Bagaimana Menghadapinya?

Ketika kamu beranjak besar dan  Orang Tuamu sudah tiada lagi, apa yang kamu rasakan? Rasanya luar biasa. Luar biasa yang bagaimana? Yang ketika saya tulis ternyata tidak ada habisnya, yang coba saya jalani serasa jauh ujungnya. Tahun-tahun yang tidak terprediksi, tahun-tahun  yang terlewati kemarin seperti menampar rencana-rencana dan tahun-tahun yang meski hebat, menyimpan tangis terselubung.

Di umur sekian, yang inginnya banyak membuktikan, yang maunya tidak terkira, yang pinginnya selalu banyak cerita, harus mau menghadapi kenyataan. Kenyataan bahwa beginilah hidup, bahwa hidup itu penuh liku-liku, liuk-liuk, datar, kelok, lurus, jauh, dekat, gampang, kurang gampang.

Mana pernah saya tahu, secepat ini ditinggal Ibu. Mana pernah saya sangka, 3 bulan di Jerman bapak meninggal, mana bisa saya sangka, kakak saya pergi semuda itu. Owalah hidup, hidup, kamu memang penuh misteri.



Tahun 2016 adalah tahun saya balik dari Jerman, puasa lagi di Indonesia bersama Ibu dan lain-lain, lalu pada akhir ramadhan lalu, Ibu saya berdoa : Ya Allah terimakasih, aku masih bertemu Ramdhan ini, semoga tahun depan aku masih diberi kesempatan. Doanya sambil meneteskan air mata. Saya yang mendengar cepat-cepat berkomentar : Yo mesti to mak (Yo pasti to Buk).

Belum genap setahun di Rumah, Allah berkehendak untuk mengambil Ibu. Duh Gusti, hambamu ini bisa apa? Hari ini (27/5) hari puasa pertama, puasa pertama tanpa Ibu. Puasa pertama adik di Kota Lain, ahaha, anak itu makan apa tadi. Puasa pertama yang mengingatkan saya, bahwa hidup itu ya begini. Kadang bisa tertawa, kadang bisa menangis, kadang bisa bahagia, kadang bisa sedih.

Sekarang 2017, bukan tahun pelampiasan tapi tahun pembuktian. Pembuktian kalau saya bisa berjuang dengan doa-doa ibu, walaupun ketika pergi ke Sekolah saat ini, saya tak bisa pamitan seperti dulu, minta sangu, minta makan. Hahaha!

Beberapa hari setelah Ibu dikebumikan, saya mencari bacaan bagaimana menghadapi kepergian. Saya sungkan cerita banyak-banyak ke Orang. Jika cerita, saya usahakan ke Orang yang pernah mengalami ini. Saya takut cerita ke Orang yang tidak ditinggal oleh kedua orang Tuanya, takut mereka takut. Bahkan ke orang-orang terdekat.

Lalu, Bagaimana menghadapi kenyataan ditinggal mati kedua Orang Tua atau keluarga terdekat?
6

Kamis, 25 Mei 2017

Jadi Guru itu

Jadi Guru itu harus terus belajar dan butuh banyak persiapan
Jadi Guru itu harus bisa menjaga emosi supaya stabil
Jadi Guru itu harus hati-hati
Jadi Guru itu harus ikhlas
Jadi Guru itu jangan malu kalau menemui hal baru
Jadi Guru itu harus luwes
0

Kalau Gurumu Jadi Kolegamu

Gimana ya rasanya jika bekerja bersama dengan Guru saat kita sekolah? itu pertanyaan yang sempat terbersit dalam diri beberapa ribu hari lalu. Seingat saya, pertanyaan itu muncul ketika mengetahui Guru saya ternyata adalah alumni dari Sekolah di Tempat ia bekerja. Dulu murid, lalu berubah status jadi kolega.

Lalu sekarang, hal itu terjadi pada kehidupan yang saya pilih ini. Saya ini murid Guru-guru yang sekarang secara profesional disebut kolega kerja. Wahaha, rasanya gimana ya, nano-nano dan lucu, menegangkan, menyenangkan.
Mana ya mana... mana sih



Awalnya ya kaget dalam banyak hal, apalagi dengan budaya kerja. Persamaannya, waktu di Jerman saya termasuk paling “kecil” dan sekarang juga. maksudnya dari segi umur, segi pengalaman, adudu, saya ini masih butiran mungil yang perlu banyak latihan, latihan, kerja keras, semangat, doa dan cinta.

Apa saja yang kamu alami, ketika bekerja dalam satu lingkungan bersama Guru-Gurumu?
0

Selasa, 23 Mei 2017

Gimana Pameran dan Lomba TTG Boyolali 2017?

Melihat dari beberapa sisi, acara yang digelar di Halaman  Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) kabupaten Boyolali lumayan menarik. Dari segi ide, saya lumayan suka, walaupun ada sedikit yang mengganjal. Emang gimana sih?

Jadi belum lama ini, 17-18 Mei 2017 ada sebuah pameran Teknologi Tepat Guna (TTG_ tingkat Pelajar SMA/MA/SMK se Kabupaten Boyolali, di mana pameran tersebut juga  merupakan rangkaian lomba.

Stand SMA N 2 Boyolali dikunjungi wakil Bupati Boyolali


0

Spion April dan Mei

Sempat kaget melihat dunia kerja, bulan April Mei tetap menjadi bulan menyenangkan buat diri sendiri. Tersadar bahwa kadang-kadang komentar pedas bernada menjatuhkan itu ibarat sebuah spion dalam sepeda motor, yang membuat diri jadi bersikap lebih waspada.

Andaikan saya tidak malas bicara dan menulis, banyak hal yang tidak menumpuk dalam pikiran. Kalau sudah bagini, saya butuh pelampiasan dan Tuhan menjawabnya lewat Guru saya (Bu Dewi) yang sekarang menjadi kolega kerja, eh walau begitu, sampai kapanpun tetap Guru saya.

Agak lupa, kapan tepatnya, kira-kira bulan Februari atau Maret 2017 ini, beliau mengajak saya bergabung menjadi asisten pembimbing karya ilmiah. Ya, lumayan jadi ajang belajar lagi untuk persiapan jadi Guru Teladan ( :p amien). Dari situlah, saya belajar lagi mengendalikan diri untuk tidak banyak komentar terhadap kepedasan-kepedasan yang mendera kuping dan hati.  Sudahlah, Fit, jangan nggumunan deh!

Wah apa yang kamu lakukan?
0

Sabtu, 06 Mei 2017

Review Seorang Tamu : Piring Terbang atau Standing Party?

Sebagai seorang tamu, saya berterima kasih pada Tuan Rumah yang sudi mengundang ke acara mereka. Walaupun tak begitu kenal, minimal mereka menganggap saya ada. Buktinya, undangan-undangan kondangan itu datang silih berganti. Saya senang sekali mendapat undangan semacam itu, bentuknya unik dan membuat saya banyak berpikir, mengapa undangan harus dibuat sebagus itu.

Hmm, tapi ternyata ada yang lebih menggelitik pikiran saya selain undangan. Apakah itu? Yaitu pada konsep pesta pernikahan yang mereka usung. Yap, pasti sudah tak asing dengan konsep standing party dan yang bukan. Saya pingin mereviewnya dari sisi seorang tamu biasa.

standing party 
1

Rabu, 26 April 2017

GERAH dan PENGAP

Awal-awal, sekali, dua kali, tiga atau empat kali, semua terasa wajar. Lama kelamaan, pertanyaan dan pernyataan semacam : Kapan nikah, nunggu apa lagi, tu si itu nikah kamu kapan, nekat wae, dll terasa bagai bom.

Pertama seperti kembang api, bagus dan Cuma sedikit percikan. Sayang, dibiarkan kok malah seperti mercon rawit, terus kesini-sini kayak dilempari bom. Gak Cuma dilempar dari satu orang, tapi banyak orang. Kadang, pingin mendebat, menjawab, tapi masih ditahan-tahan, kadang masih sadar kalau apa lah Cuma gitu, wajarlah, mungkin itu bentuk perhatian.

Lama-lama pendapat positif itu luntur sendiri. Melihat mereka yang begitu, nyatanya tidak semuanya tulus. Saya tahu, itu CUMA BASA-BASI dan saya pun menjawab BASA-BASI. Namun, maafkan saya, pertanyaan  dan pernyataan panjenengan semua membuat risih, capai dan seperti hari ini, bikin mood yang ditata baik-baik, hancur berkeping-keping. Hahaha!



BUkan hati panjenengan yang saya kunci, tapi.....
0

Pengalaman Sebagai Muslim di Jerman

Ini Pengalaman saya sebagai muslim  di Jerman ketika 2013-2016

Waktu itu, saya datang sebagai Aupair di Berlin. Pengalaman pribadi saya ini mungkin bisa saja berbeda dengan yang lain, jadi jangan disamakan yaaa, hahaha.

**Ini merupakan pertanyaan yang sering masuk dan intinya hampir sama. Daripada pusing jawab, silahkan cek FAQ Sebagai Muslim di Jerman. Semoga membantu ya!


  • Saya kira dulu di Jerman tidak ada orang yang memakai kerudung. Ternyata tidak! Sewaktu saya di Pesawat menuju Berlin, saya bertemu seseorang dengan tujuan sama, yaitu ke Bandara Tegel, Berlin dan ia berjilbab. Sampai di Sana, saya melihat ternyata lumayan juga ada orang jilbaban. Ada yang dari Marokko, Indonesia, Turki.
  • Gastfamilie saya tidak masalah dengan jilbab yang saya kenakan. Di Dalam Rumah, saya tidak mengenakannya.
  • Anak-anaknya takut? Biasa aja, malah dikiranya saya pake jilbab itu karena kedinginan.
  • Shalatnya gimana? Saya tetap bisa shalat, sering sekali di Jamak. Apalagi pas FSJ di Ingelheim.
  • Pas FSJ pake jilbab? Pakai, gak dilarang sama sekali. Cuma Bos mengingatkan, pakai jilbabnya yang tidak ngelewer. Iya donk, masa ya pas saya kerja di Panti Jompo, jilbabnya ngehits, begini begitu yang ribet.
  • Kok bisa? Ya saya pinginnya gitu kok, masak mau jilbaban aja harus ijin Bos. Yang penting, ngobrolnya asik.
  •  Pernah disuruh lepas? Selama Aupair dan FSJ, belum. Seringnya mereka Cuma tanya kenapa jilbaban apalagi pas Sommer yang panas itu.
  • Tetap bisa maen sama orang Jerman? Bisa donk, malah sampai bobo di Tempat mereka. Biasa aja. Bejo aja dapat lingkungan kayak gitu, terutama pas FSJ.
  •  Ada yang takut? Mungkin ada,tapi saya biasa aja.


0

Pengalaman Kuliah Bahasa Jerman

Saya mau cerita apa adanya dan ada apanya. ^__^

Tiga hari lalu, seorang anak kelas XII berkomentar, bahwa tulisan saya di Blog sedikit agak berat buat dia. “Tulisan yang mana?” tanya saya. Dia bilang, tulisan tentang kuliah bahasa Jerman (klik). 


Hmm, ternyata dia adalah anak yang katanya masih bingung dalam menentukan jurusan. Terus, dia mengajukan pertanyaan baru versi dia.

Pameran bahasa Jerman

Kenapa Frau Fitri (saya) mengambil jurusan bahasa Jerman?

Saya pun bernostalgia dan menceritakan alasan sederhana saya. Dulu waktu kelas X, saya dapat cerita turun temurun dari kakak kelas, katanya bahasa Jerman itu susah dan gurunya agak “killer” dan kalau kakak kelas ulangan nilainya 1,2 dan 3. Pada suatu hari, di Kelas tiba-tiba ada ulangan bahasa Jerman mendadak + open book. Ketika dicocokkan dan nilai dimasukkan, ternyata saya dapat nilai tertinggi, yaitu 8 dari 8 soal yang ada.

Betul semua men! (lha open book sih, haha). Dari situ saya jatuh cinta dengan bahasa Jerman dan mulai bermimpi untuk mengambil kuliah bahasa Jerman di UNY, ke Jerman dan jadi guru. Alasan lugu!
Alasan itu bertahan sampai saya kelas XII IPS. Saya pun memutuskan bahasa Jerman sebagai jurusan pilihan pertama, kedua dan ketiga. Hihihi.



Waktu kuliah gimana, Frau?
2

Apa Enaknya Jadi Guru Honorer (sementara) ?


Ini tulisan ringan-ringan dulu ya, yang agak berat ditulis belakangan. Ditulis untuk memenuhi pertanyaan, apa enaknya jadi guru honorer (sementara). Buat kamu fresh graduate, bisa juga ni untuk referensi. Setuju gak setuju itu terserah kalian ya.


745 :) Squad SMA N 2 Boyolali... semoga nular apike amien, love u guru2ku


Memanjat Pohon dimulai dari bawah, menyentuh tanah, di atas akar.

Guru Honorer?

Jam yang Fleksibel
0

Senin, 24 April 2017

BIMTEK MGMP Bahasa Jerman : Pembuatan Soal Pilihan Ganda Yang Benar

Tugas sekolah bulan ini yang lumayan menyenangkan adalah ikut Bimtek (Bimbingan Teknis). Acara-acara semacam ini berguna bagi guru, terutama bagi orang baru seperti saya.

Oke, acara kemarin (22-23 April 2017) adalah sebuah kegiatan kerjasama antara Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) kabupaten Temanggung dan Solo Raya dan terlaksana atas bantuan pemerintah. Bantuan pemerintah (Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan) ini dikenal sebagai Block Grant, yang bertujuan untuk meningkatkan mutu guru dan tenaga kependidikan dasar dan menengah.



Saya mulai review pada hari kedua dulu ya, karena bagi saya pribadi hari kedua ini lebih menyenangkan buat saya. Karena? Simpel si, merupakan hari praktek. Hari kedua ini, peserta yang terdiri dari Guru-guru bahasa Jerman se-Jawa Tengah diminta untuk membuat soal bahasa Jerman untuk Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN).

Yang paling terngiang adalah praktek bagaimana membuat soal PILIHAN GANDA bahasa Jerman.
  1. Pilihan ganda ini mudah diterapkan untuk kelas yang jumlah anaknya banyak (>35)
  2.  Penskorannya terbilang cepat dan mudah
0

Jumat, 14 April 2017

Deutsch Club di Sekolah, bagaimana?

Deutsch Club di Sekolah?

Club ini sebenarnya merupakan ekstrakurikuler di Sekolah, hanya saja kemudian namanya disederhanakan menjadi demikian. Deutsch Club biasanya ada di Sekolah-sekolah yang memiliki mata pelajaran bahasa Jerman. Tidak menutup kemungkinan, diadakan di Sekolah yang tidak mengajarkan bahasa Jerman, namun memiliki SDM dan tertarik akan hal tsb.



Peminatnya?

Tergantung bagaimana kondisi sekolah. Mungkin, akan lebih banyak jika ada kelas bahasa di Kelas tersebut. Di Sekolah tempat saya bekerja, awalnya peserta Deutsch Club membludak mencapai ratusan, kemudian berkurang saat kumpul perdana, lalu rontok dan tinggal 8 peserta tetap, 10 + peserta dadakan.
0

Kamis, 06 April 2017

Kelas X Belajar Starke Verben

Masuk April 2017, materi Grammatik kelas X sebenarnya sudah selesai (kalau ikut buku). Oleh karenanya, pada semeseter 2 ini lebih banyak dilakukan pemantaban. Latihan bicara walaupun satu kalimat, latihan menulis walaupun 3 kalimat,  mengulang materi, bermain, dll.



foto lama, bdw tu Banner entah kemana, sebel deh... :(

Setelah diganggu oleh “libur” yang bertubi-tubi, kami pun kembali belajar STARKE VERBEN. Untuk pemanasan, saya menggunakan Papan Tulis supaya bisa digambar-gambari.

  • Menulis jelas subjek bahasa Jerman. Sambil memancing para Siswa. Baru menulis jika siswa menjawab. Ya, supaya mereka mau mengingat dan membuka catatan (kalau masih ada, haha)
  • Mengambil verb “kommen” kemudian minta mereka mengonjugasikan.

Dari 3 kelas yang saya masuki, 85 % mampu menjawab dengan baik pertanyaan ini. Jika masih pada ingat, materi baru dilanjutkan.

Setelah itu, saatnya menulis beberapa kata yang masuk kategori STARKE VERBEN. Saya ambil yang beberapa kali pernah keluar di Latihan.
0

Minggu, 02 April 2017

Mie Ayam Jamur Syakil Kragilan Mojosongo Boyolali itu Menunggumu

Hari ini lagi-lagi hujan turun tanpa permisi (2/4) dan menggagalkan rencana kami ke Luar Kota (hahaha). Maklumlah, mendapat hari yang benar-benar libur (jarang-jarang) membuat kami mau berpetualang ke Solo,  30 menit aja sih dari Boyolali.

Daripada bingung, tujuan kami pun berubah ke Mojosongo, Kragilan, Boyolali. Biar air mengguyur, kami tetap santai ke Sana. Rasa-rasanya memang cocok kami ke Sana saat suhu agak mendingin.

Mungkin kalau saya pasang status di FB/BBM/Wa/Path, begini bunyinya :

Hujan, makan dan  bersama pasangan di Bakso dan Mie Ayam Jamur Syakil Boyolali
Hahah, saya tidak pasang status di Situ tapi di Blog aja, biar panjang.




Yap, kami makan di Bakso dan Mie Ayam Jamur Syakil Boyolali. Tempatnya gampang ditemukan, di belakang lapangan SMP N 3 Mojosongo, Boyolali.



Sudah buka beberapa cabang, juga di Pengging.

Kedatangan kami ke Sini entah yang keberapa kali dan bagi saya ini adalah yang kesekian sekian kali. Saya mulai datang ke Mie Jamur Syakil sejak warung ini baru buka, waktu itu pas SMA kelas X.

Dulu,
0