Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Senin, 09 Januari 2017

2016 : Kematian dan Kelahiran

2016?

Buat saya pribadi adalah tahun kalem dibanding 2015. Saya sempat menuliskan bahwa 2015 itu ibarat tahun hura, foya, kerja. Tahun 16 saya simpulkan jadi tahun kalem, yang diam-diam menghanyutkan.

Yang paling mendobrak pikiran adalah ketika Tuhan mengambil kembali Ibu saya pada penghujung tahun. Tak dinyana, semua terjadi begitu apik sesuai kehendakNya. Saya pikir-pikir lagi, inilah hikmah dari keputusan saya meninggalkan Jerman sementara untuk pulang ke Rumah dan menghabiskan waktu bersama keluarga, terutama Ibu.

The last Photo of my Mami at December 16

Namun, sudahlah, Tuhan mengambil haknya dan saya tak bisa mengelak apalagi menghalang-halangi. Terlebih untuk urusan macam tadi. Saya ini siapa? Hamba Tuhan yang wajib menyembah. Ya toh? Bedewe, konteks menyembah bagi saya itu luas sekali.

Di lain sisi, 16 yang kalem ini juga membuat saya mensyukuri bahwa impian saya yang lain bisa terwujud. Ibarat seorang Emak, saya akhirnya berani melahirkan buah pemikiran beberapa waktu lalu. Anak saya yang entah kenapa akhirnya saya namai Fit in Deutsch Boyolali, saat ini dalam masa tumbuh. Giginya nampak dan mulai kuat jika suruh mengunyah.





Beberapa kali telah saya tulis, apa dan bagaimana Fit in Deutsch itu. Intinya, tempat belajar bahasa Jerman yang jika disederhanakan dalam penyebutan ya les bahasa Jerman atau kursus bahasa Jerman di daerah Soloraya. Sementara ini, Fit in Deutsch berumah di Boyolali, yang saya harap da yakini, ia akan melanglang buana.

Ngomong-ngomong, Boyolali kini bersolek, tak Cuma cantik secara fisik, isinya pun tak kalah menarik. Sebab itulah, tidak ada salahnya belajar bahasa Jerman di Boyolali. Ehehe. Pernyataan ini saya tujukan bagi mereka yang berminat belajar dan sanggup ke Boyolali. Jika memang dirasa jauh dari segi lokasi, itu hak mereka. Toh, dari awal proyek ini ditujukan bagi yang berminat. Santai aja, sebagai orang Boyolali asli (haha) saya tidak tertarik untuk memaksa. Monggo kalo mau, Rumah belajar Fit in Deutsch tidak jauh dari Simpang Lima Boyolali ngomong-ngomong.

Tiap bulan, Fit in Deutsch dihadiahi Tuhan wajah dan karakter baru, yang bahkan tidak pernah saya duga sebelumnya. Di Pendopo bertegel merah kami belajar bersama, di Situlah saya juga diberi kesempatan belajar hal lain. Yang awalnya saya segan untuk mendekor, kini sedikit-sedikit saya tata. Ya, hal itu juga karena ide dari Ibu. Untungnya lagi, saya punya adek dan ponakan yang bisa disuruh untuk ikut menghias. Hahaha. Hasilnya? Silahkan ke Rumah saya saja. Sederhana, tapi penuh cinta. Ihihih.

Mengajar adalah hadiah cantik dari Tuhan di tahun 16 da seterusnya. Kesempatan ikut konggres nasional, kemenangan, kemenangan tertunda, lomba dan membimbing lomba, ke Sana kemari, beasiswa menjadi anugrah serta pelipur jiwa.

Hai 16, du warst unglaublich!

2017, luar biasa dan berkilau serta memancarkan cantik alami. Yeeeeesh! Mari berjalan hebat tanpa keragu-raguan. Bantu aku melahirkan anak-anakku yang lain!!!!


2

2 komentar:

  1. luar biasa Fitri ... senang membacanya... Aku punya inspirasi dari kamu. Kalau aku pulang ke Jogja nanti, aku pengen mampir ke anak-anak kamu. :)
    Semangat yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wann kommst du nach Yk?
      Freue mich schon hihi

      Hapus

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D