Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Selasa, 28 Februari 2017

Curcol Sedikit

Karena Sekolah identik dengan ujian, jadi pengawas ujian adalah salah satu tugas Guru. Apa yang dibayangkan saat ujian? Suasana tenang dan khidmat, wajah-wajah serius dan sedang berpikir, lalu orang-orang yang sibuk dengan pekerjaan masing-masing.

Entah mungkin terlalu banyak ujian atau terlalu banyak tekanan soal nilai, suasana ujian yang saya tulis di Atas itu hanyalah bayangan. Tidak susah bukan, melihat ujian yang hanya sekedar ujian. Dimana makna menguji kemampuan diri sendiri itu Cuma jadi definisi basi. Wah, wah, wah, kaya gak pernah Sekolah aja Pit.

Credit to Peter


Batin saya yang dongkol pernah mengumpat, mbok ya gak usah ada ujian sekalian, kalo pada prosesnya, ujian itu hanya ajang formalitas. Kalau ada yang mau jujur mengerjakan sendiri, nasibnya akan dibenci beberapa teman sekelas. Alasannya karena pelit. Bahkan, saya pernah baca ada meme yang intinya begini, “Jangan pelit-pelit saat ujian, kamu gak akan tahun 10 tahun ke depan, apa gak malu kalau kamu ngemis pekerjaan sama yang pernah kamu pelitin saat nyontek.”

Ndilalah saya baca meme aneh itu saat masa-masa jadi pengawas ujian. Lah,  gak pelit itu ya sebelum ujian, kalau sudah ujian ya urusan masing-masing. Meme yang entah siapa yang buat itu bagi saya adalah pembenaran yang dipaksakan. Hahaha. Ujian-ujian, apa sih sebenarnya yang dicari darimu? **Apa saya ya yang memaksakan.


Jadi pengawas juga gak semudah namanya. Cuma ngawas, nonton-nonton. Iya sih, bisa mengawas beneran kalau suasananya seperti yang ditulis di Paragraf pertama. Hahahaha, jadi pengawas ujian? Adalah tekanan batin yang menyebalkan.

Yang namanya ujian individu yang dinilai ya kemampuan individu. Saling bantu saat ujian? Lha sebelumnya ngapain? Telat ah bantu-bantu. Ada sebuah kelas yang dari awal pun sudah kasak-kusuk tengak tengok cari jawaban. Ada yang santai-santai “njagakke” teman. Kalau sudah begini, saya bertanya kembali, Apa itu UJIAN?

Puisi Refleksi
Kupingku panas
Mataku awas
Hatiku panas
Dinding kelas berdiam
Tirai pun dibuka
Wajah-wajah yang nampaknya kalem
Bermain peran di Hari senin
Pura-pura bernafas
Pura-pura ada
Pura-pura baca
Pura-pura menulis
Pura-pura berpikir
Yang mengawas
Pura-pura buta
Pura-pura tuli
Halah
Halah
Tidur saja sana
Apa karena belum biasa, jadi begini?
Entahlah
Inginnya teriak
Tapi ikut-ikut mati
Mau jadi apa?
HAHAHA
HEHEHEH
HOHOHO
HIHIHI


Embuhlah

2

2 komentar:

  1. Iya ya,, itukan namanya memaksa. Padahal ujian harfiahnya adalah menguji diri sendiri. Alaaah tapi aku dulu juga contek-contekan,,,sudah jadi budaya dan kebiasaan sih... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihihihihihi.. dilematis.......

      Hapus

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D