Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Minggu, 19 Februari 2017

Icip-Icip di Bakery and Cafe Mbah Lomo Boyolali

Kemarin (18/2), saya dan beberapa orang pergi ke Bakery di Boyolali.  Tujuan saya di Sana adalah untuk icip-icip dan mengobati rasa penasaran terhadap  toko roti yang baru dibuka 5 Februari 2017 lalu. Bagaimana ya bentuk bakery jika berada di Lokasi yang menurut saya agak jauh dari pusat Kota?  Ahaaa....



Nama tempat yang ada di Jalan Tentara Pelajar ini adalah Bakery and Cafe mbah Lomo. Mbah itu artinya bisa kakek atau nenek. Mbah Lomo sendiri adalah orang Boyolali dan dikenal memang membuat roti tradisional khas Boyolali. Saya pernah baca di Instagram (IG) resmi mereka, katanya mbah Lomo (suami dan istri) mulai mengembangkan roti di Boyolali sejak tahun 1980. Cek IG-nya saja, untuk info lengkapnya.


Saat ini usahanya diteruskan keluarganya. Saya amati, mereka cukup aktif di Dunia maya. Beberapa kali saya lihat, mereka juga berjualan di Toko online semacam Tokopedia, dkk. Oya, ngomong-ngomong cukup banyak loh usaha-usaha roti di Boyolali. Selain mbah Lomo ada juga roti mandala yang seakan-akan salah satu produk rotinya, selalu hadir jadi suguhan saat ada Layatan. Ada juga roti Kijing buatan mbah Slamet yang ada di Jalan Pandanaran 200 yang dipasarkan di Pasar-pasar Boyolali sekitar.

Kembali ke Bakery and Kafe mbah Lomo

Kata murid saya yang rumahnya dekat Kafe tersebut, kafe yang masih  muda itu akan ramai di Malam hari. Di Sana banyak anak-anak nongkrong.


Dari Luar, tempat ini sudah mencolok dengan warna cat yang muda. Bisa saya definisikan hangat. Sejatinya, saya selalu suka bau Brot ketika masuk Bäckerei dan itu membuat saya lapar. Sayangnya, entah mungkin karena hampir hujan atau hidung saya sedang mampet, saya tidak mencium bau khas ketika masuk Bakery. Maybe, next time jika ke Sana, i can smell it.


Tersaji berbagai pilihan roti ala Indonesia maupun Eropa (opini pribadi), ada juga makanan tradisional, ada kue tar, dll dan yang cocok untuk teman makan roti dan kue, apakah itu? Yes, its Coffe. Tersedia beberapa kopi yang bisa dijajal. Selain kopi ada minuman variasi lainnya. Monggo, ke Sana saja. 



Ada 3 Meja di Dalam Bakery dan 4-5 Meja di Pelatarannya. Kenapa orang betah nongkrong? Salah satunya karena tersedia wifi gratis. Tempatnya juga asik untuk ngobrol, apalagi kalau ngobrol sama teman-teman yang gak sibuk mainan smartphone.
Semoga sih, meja di Sana makin banyak. Kenapa? Sepertinya bisa jadi alternatif tempat mengerjakan tugas juga lo di Sana.

sabtu bersama murid

Oya, di Sini juga terima pesanan dalam jumlah kecil maupun besar. Penasaran? Cobain donk!

Ngopi sambil Roti di Boyolali? Sini sini.

Oya, tambahan. Untuk harga bisa dibilang gak terlalu mahal. Cocoklah untuk harga roti. Enak, kok! ^__^

Yasudah, intinya sini main ke Boyolali, the City of Festivals and The City of Milk.


0

0 Comment:

Posting Komentar

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D