Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Rabu, 22 Maret 2017

Cari Hadiah di Sentra Kerajinan Tembaga Tumang Boyolali

Kenang-kenangan khas Boyolali? Itu yang terpikir saat akan memberikan hadiah pada dua Bule Jerman yang datang memenuhi undangan ke Sekolah. Banyak sekali ide yang muncul, mulai dari makanan, batik, topeng dan pernak-pernik lucu.



Setelah selesai dengan urusan proposal pencairan dana dan pembagian tugas dengan beberapa member Deutsch Club, pergillah saya dan Afifah (X MIPA 1) ke Tumang, Boyolali. Jarak dari pusat kota sekitar tiga puluh menit dan perlu diingat jalannya naik turun. Satu lagi, lumayan dingin!

Memang, ada apa di Tumang, Boyolali?

Tumang merupakan sebuah Desa. Desa ini adalah sentra pengrajin tembaga di Boyolali. Bagi saya, selain pengrajin tembaga, Tumang juga merupakan kawasan elite dan santri. Walaupun agak jauh dari Pusat Kota, tidak membuat Tumang kehilangan aura kota dan gaul.


di Depan Galeri 2 Muda Tama, Lihat lampunya keren


Oh ya, Selain itu Cari barang bekas alias Rongsokan, bisa juga di Tumang.

Pendapatan warga Tumang dari hasil wiraswasta bisa dibilang tidak sedikit. Rumah-rumah di Tumang termasuk modern dan beberapa nampak seperti istana. Tunggangan warganya juga bukan Cuma motor bebek dan mobil bak terbuka. Dari segi gaya berpakaian, pakaiannya bermerk dengan harga fantastis. Ini saya dengar dari saudara saya yang tinggal di Tumang. (Haha, saya salah fokus). Ya, harga daster satu juta biasa saja. (Bagi saya tetap saja mahal).


Bisa dibilang Tumang makin berkembang, yang dulu awalnya hanya membuat alat-alat rumah tangga, kini hiasan dan barang kualitas Ekspor bisa ditemukan di Sini. Showroom keren di Rumah warga juga menjamur. Mau beli sekalian lihat yang Tumang “banget”, cek saja showroom-nya.




Bahkan baru-baru ini, Presiden Republik Indonesia (RI), Jokowi juga baru saja meresmikan program  Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE), yang akan mendukung perkembangan industri kecil menengah (IKM).

Apa yang kami beli?

Kami berdua diantar saudara saya mendarat diri di Galeri Muda Tama.
Ada Lampu-lampu dinding menarik dan modern. Kamu juga bisa lihar ukiran-ukiran Jawa indah di Sini. Dulu kami menjatuhkan pilihan lampu dinding dengan corak Gunungan (3/3).




Kamu bisa juga menemukan berbagai dekorasi keren di Sini untuk berbagai kebutuhan, baik di Rumah, di Kantor, di

Hiasan dinding
Hiasan Rumah
Hiasan Kantor
Gantungan Kunci Tokoh Pewayangan
Bath Up juga ada
Alat Dapur



Lebih jelasnya, coba cek dokumentasinya di Sini :

Harganya?

Variatif, dari mulai puluhan ribu sampai jutaan. Kami beli yang menengah. Oke juga buat kenang-kenangan.

Respon Theresa juga bagus, waktu menerima hadiah dari kami.

Sejarah Tumang, Boyolali

Dikutip dari berbagai sumber, nama Tumang merupakan singakatan  dari Hantu Kemamang. Berarti Tumang horor? Gak ah, malah menurut saya termasuk desa religius juga loh.

Pada Jaman Pemerintahan Mataram Hindu, desa ini masih berupa hutan belantara dan sering digunakan untuk upacara pembakaran mayat. Katanya, dulu masyarakat sering melihat pancaran api dari Hantu Kemamang.

Katanya, keahlian mengolah kerajinan ini didapat dari leluhur Mataram.

Sewaktu Raja Paku Buwono X berkunjung ke Tumang, ia berpesan pada warga untuk meneruskan apa yang dikerjakan, karena akan jadi sumber mata penghasilan.

Ke Tumang?

Ambil jalur yang ke Arah Selo. Nanti ada petunjuk arah Tumang.
Kamu bisa melalui Jalur yang menuju Pasar Cepogo.
2

2 komentar:

  1. Salah satu pengusaha muda disana adalah Bambang Sutopo ..garudatembaga.com

    BalasHapus
  2. Terimakasih telah berkunjung ke tumang..mampir mbake ..garudatembaga.com

    BalasHapus

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D