Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Minggu, 02 April 2017

Mie Ayam Jamur Syakil Kragilan Mojosongo Boyolali itu Menunggumu

Hari ini lagi-lagi hujan turun tanpa permisi (2/4) dan menggagalkan rencana kami ke Luar Kota (hahaha). Maklumlah, mendapat hari yang benar-benar libur (jarang-jarang) membuat kami mau berpetualang ke Solo,  30 menit aja sih dari Boyolali.

Daripada bingung, tujuan kami pun berubah ke Mojosongo, Kragilan, Boyolali. Biar air mengguyur, kami tetap santai ke Sana. Rasa-rasanya memang cocok kami ke Sana saat suhu agak mendingin.

Mungkin kalau saya pasang status di FB/BBM/Wa/Path, begini bunyinya :

Hujan, makan dan  bersama pasangan di Bakso dan Mie Ayam Jamur Syakil Boyolali
Hahah, saya tidak pasang status di Situ tapi di Blog aja, biar panjang.




Yap, kami makan di Bakso dan Mie Ayam Jamur Syakil Boyolali. Tempatnya gampang ditemukan, di belakang lapangan SMP N 3 Mojosongo, Boyolali.



Sudah buka beberapa cabang, juga di Pengging.

Kedatangan kami ke Sini entah yang keberapa kali dan bagi saya ini adalah yang kesekian sekian kali. Saya mulai datang ke Mie Jamur Syakil sejak warung ini baru buka, waktu itu pas SMA kelas X.

Dulu,
saya ke Sini sering sama si Satria dudul deul, Pepi, Arin, Rendi, Dila, dan beberapa teman. Ada banyak perubahan : Dari bentuk warungnya kecil dan sekarang makin lebar  , para pekerja yang silih berganti, yang punya, bentuk rumah, dekorasi, dll. Cuman satu yang jadi pertanyaan, anak imut yang dulu jail mukul temen pake sandal kemana ya? Heheheheh

skip skip

Apa sih spesialnya?

Ya, menu unggulannya adalah mie ayam dan bakso Jamur. Jamurnya jadi semacam sayur gitulah. Jamurnya empuk. Yang selalu saya pesan adalah mie ayam jamurnya. Bisa sih ditambah cakar atau bakso.



Mienya gak lembek, kuahnya gelap, takarannya pas (cenderung hampir banyak-yang artinya kalau disuruh makan 2 porsi saya kuat hahah)




Harganya mulai 7.500.

Tempatnya biasa, ada lesehan dan yang enggak.

Di Sini cocok nongkrong sebentar dan menghirup suasana Kragilan Boyolali yang sejuk.
Monggo mampir Boyolali :--)


note :



Untuk Satriul yang masih di Jerman dan mungkin menetap di Sana,

di Suatu hari nanti entah pada tahun keberapa, kita bakal makan-makan di Situ, ketawa dan nangis bareng. hahaha.

Koe le kerep nakokke mbokku, gojek-gojek wagu, meneng-meneng nyemangati. Ambakno kerep padu, mugo kekancan iki tetep apik. (ojo muntah sat) :p

Hahah. Bdw, tadi tiba-tiba si Satriul ngajak vidcall. Pas juga, habis lewat rumahnya kebetulan. Mungkin dia kerasa dari sana. Go go Satriul dudul deul.

Mie Ayam menunggumu, dan mungkin dia, dul.


0

0 Comment:

Posting Komentar

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D