Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Jumat, 18 Agustus 2017

Sekolahku, Saksi Kejutan dari Jerman :D

Hari-hari semakin berwarna dan menenangkan, termasuk juga perjalanan sebagai Guru, eaaaaaak. Yes, kemarin (15/8) sesuatu yang membuat efek kejut sampai hari ini terjadi. Jangan bercanda sama orang Jerman maka-nya (opini pribadi). Lha ya gimana gak kaget, ketika tiba-tiba temen-temenmu datang termasuk yang dari Jerman ke Sekolah?

Kaget dan bersyukur mereka datang di Saat yang tepat dan bisa memberi manfaat, heheh. Awalnya, seorang dari mereka, si Hasfi bilang bakal datang ke Sekolah dan mau mengajar di Salah satu kelas. Oke, tanpa banyak pikiran, saya pun minta izin kepada Kepala Sekolah. Hasilnya? Lancar.

Hari H tiba, kelas X MIPA 2 yang kebagian jatah sudah saya wanti-wanti untuk bawa buku bahasa Jerman. Mereka tahunya juga yang datang teman saya dari Indonesia yang kerja di Jerman. Ga terlalu banyak persiapan, saya Cuma buat slide presentasi tentang Hasfi yang tentu saja diselipi foto-foto kami berdua waktu di Jerman. Syalalala!

Jam 10.00, dia memberi kabar bahwa ia telah tiba di Parkiran Sekolah. Segeralah saya jalan ke Sana. Kepala Hasfi terlihat, saya lega. Namun, ternyata ada 3 kepala lain. Loh, itu kan Delta, Wibie dan dan dan dan Peter. Ini serius? Saya langsung teriak panggil namanya. Tuhan, ini sungguh sebuah kejutan dan hadiah!




Peter itu seorang kawan yang saya kenal dari Hasfi. Kami bertemu pertama kali Oktober 2015 di Pameran Buku Frankfurt. Dulu kami (Hasfi, Peter, Kiki, saya, siska, Arum) janjian spontan untuk bertemu di Sana. Pertemuan kami berlanjut di Restoran Thailand dan tentu saja Peter yang menraktir. Dari situ lah komunikasi terjalin dan berlanjut pada beberapa pertemuan lain.

di Mainz

di Mainz


Waktu saya mau pulang ke Indonesia, dia juga sempat bikin pesta perpisahan dan lagi-lagi kami berempat makan di Restauran Asia di Mainz. Hahaha! “Eh, ntar ketemu ya di Indonesia.” Celetuk ngawur saya ke Peter. Soalnya nih, Peter emang hobi liburan ke Asia. Wong waktu ada Gerhana Matahari 2016 dia juga nonton langsung di TKP.

Obrolan kami terus lanjut via Whatsapp, Peter sering kasih foto-foto seputar Jerman. Ya, hal ini juga ngebantu saya dalam menjaga bahasa Jerman nih. Hihi. Pada suatu hari, saya kan pernah ganti foto profil Whatsapp bareng murid. Nah, Peter komentar. Saya balas komentarnya demikian : wah coba kamu di Sini ya, mesti seru banged. Dia bales : iya, seru banget kayaknya kalo aku ngajar di Kelasmu walau sebentar. Kirain ya, waktu 2016 dia ke Indonesia bakal sekalian mampir ke Sekolah. Nyatanya, enggak. Dari situ, saya anggap semua Cuma basa-basi aja haha.

Lalu...

Rahasianya benar-benar kejaga. Ga ada yang bocorin. Hasfi yang kebetulan (7.8 ) pulang ke Indonesia, saya titipi sesuatu dan saya undang ke Nikahan (8.8) ga bahas apapun tentang Peter. Dia Cuma bilang  gak bisa datang, sebagai gantinya dia mau ngasih hadiah pas di Sekolah aja waktu dia mau ngajar. Oke...

Delta juga, dia minta maaf ga bisa dateng. Doi sempat bilang sih, “Kak Punthi (panggilan imutku dari Delta), ntar lagi dapat hadiah.” Pikiran saya langsung tertuju ke Hadiahnya Kiki yang katanya buat nikahan tapi telat datangnya. Saya pikir sih hadiah itu bakal dititipin ke Delta.

Aha

Inilah ternyata dia hadiahnya, kedatangan Peter dan mereka. Ga Cuma itu, Peter juga bawa bingkisan spesial beserta cokelat dan permen untuk dibagikan ke murid-murid. Kelas yang beruntung adalah kelas X MIPA 2. Kenapa? Karena itu kebetulan kelas dimana saya harus mengajar.



Waktu Peter jalan di Area kelas X, tawa riang, senyum malu dan mata ingin tahu berpijar kuat. Ah, senang sekali rasanya melihat antusias murid-murid. Saya memang tidak dapat membaca penuh isi hati mereka, tapi dari sorotan mata, nampaknya mereka menerima keadaan tersebut.

Sengaja, saya minta Peter masuk dulu ke Kelas. Anak-anak terutama yang perempuan bersorak, persis seperti nonton konser. Beberapa dari mereka bingung mau ngomong apa, dan tak lama setelah itu kami (saya, hasfi, delta dan wibie) menyusul ke dalam.

Di Kelas

Persiapan tak begitu baik (kami cuma ngawang aja mau ngapain di Kelas), tapi eksekusi lumayan. Peter masih terlihat lelah, dia habis mual-mual karena perjalanan, tetap menampakkan wajah ikhlas. Entahlah, yang penting dia tetap senyum. Lalala, atmosfer tambah seru ketika Hasfi dan Delta mengambil alih.

Murid-murid diajak menyanyi, tebak-tebakan dan tentu saja makan coklat dari Jerman. Wah, ini angan-angan saya yang diwujudkan Tuhan. Matursuwun Gusti!

Oke, pelajaran di Kelas saya tulis sendiri deh. Hehehe

Makan Soto

Selesai mengajar dan waktu masih tersisa 25 menit, kami memutuskan segera keluar untuk mengicipi Soto di Warung Sekolah. Peter juga makan tuh, buat netralin perut. Ya, walaupun ga habis, lumayanlah buat hangat-hangat.

Di Sana, para Penjual kaget, orang-orang beli juga ga konsen makan, ditambah Peter ga mau berhenti ngobrol sama Pitri hahaha. Si Pitri sampe kecetit-cetit ngomongnya tuh. 





Seru! Seru!

Ada ungkapan dan sorot mata Peter yang membuat saya sadar, bahwa dia memang benar-benar mau kasih kejutan ke Boyolali. Ya Tuhan, terimakasih, semoga kau bahagiakan semua hambamu.



Makasi Hasfi, Delta, Wibie dan Peter.
Makasi Kepala Sekolah


Makasi Bu Putu
Makasi Murid-murid imut
Makasi Kolega
Makasi semuanyaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!

Go SMA N 2 Boyolali. Semangat!


Mamiku di Sana, mak, kancaku teko tenan, ngajar tenan neng Kelas, sesuai karo le tau tak critakne.

**versi curhat




1 komentar:

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D