Kamis, 19 April 2018

SMA N 2 Boyolali Juarai Lomba Baca Dongeng Bahasa Jerman tingkat Jateng DIY

“Es war einmal ein kleines süβes Märchen, das hatten alle lieb.................”

Kalimat itu menjadi kalimat yang sering diucapkan pada Selasa, 17 April 208, di Gedung Kuliah lantai 2 Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Tak heran, hari itu Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman (PB Jer) mengadakan lomba Märchen Vorlesen (Membaca Dongeng)  tingkat Jateng-DIY.

Ada tiga Dongeng yang menjadi pilihan dan setiap peserta wajib membawakan satu dari tiga  Judul berikut : Rotkäppchen (Tudung Merah), Hänsel und Gretel, Rapunzel.

Dalam kesempatan tersebut, SMA Negeri 2 Boyolali mengirim dua wakilnya, Wahyu Eko Fitrianto (XI MIPA 2) dan Ajeng Dyah Kusumaningrum (X MIPA 4). Mereka berdua membacakan Rotkäppchen. Tidak hanya membaca, mereka juga memberi penampilannya dengan peraga yang menarik. Peraga tersebut berupa gambar dan wayang.



“Awalnya saya takut, tapi karena hampir setiap hari latihan, saya semakin yakin bisa.” Kata Ajeng. Ini merupakan lomba pertama baginya dan puji syukur dia mampu meraih juara harapan ketiga. “Semakin semangat, pingin lebih baik lagi.” Katanya.



Tak hanya Ajeng,Wahyu Eko Fitriyanto juga berhasil meraih juara ketiga. Hari itu, setelah tampil dia harus segera pulang ke Boyolali, karena pada sorenya, dia harus berangkat ke Bandung guna mengikuti kegiatan Study Campus.

Adapun para juara yang berhasil meraih Juara 1 sampai harapan 3 Lomba baca Dongeng bahasa Jermanadalah sebagai berikut :

SMA N 1 Grabak
      SMA N 3 Yogyakarta
                      SMA N 2 Boyolali (Wahyu Eko)
        SMA N 3 Temanggung
 SMA N 1 Boyolali
                        SMA N 2 Boyolali (Ajeng Dyah K)


Selamat semua! (Fitri Ananda)

Selasa, 17 April 2018

Senin, 16 April 2018

Minggu, 15 April 2018

Aku Terharu #A1

Bisa dibilang ini kepo, tapi saya senang membaca dan menelisik catatan seseorang. Catatan pelajaran lo ya dan tentu saja pelajaran bahasa Jerman. Ya di Sekolah atau di Frau Pipid (pengganti nama Fit in Deu). Utamanya, saat membeca catatan orang-orang yang baru saja belajar bersama saya. Dari situ, minimal saya tahu sejauh mana dia telah belajar dan tema apa yang dia dapat, bagaimana tulisannya dan gaya menulisnya. Wehehe, walau belum 100 % pandai menebak, minimal saya jadi tahu. 
Saya kemudian menemukan ini :


Ini adalah catatan dari teman belajar baru yang kakaknya pernah juga belajar bersama saya. Surat itu merupakan salah satu tugas kakaknya yang tahun lalu akan menghadapi ujian A1. Waktu itu kami latihan via Whatsapp dan saya memodifikasi perintah surat yang ada. Heheh, semua nama yang saya gunakan itu adalah nama kolega saya waktu di Jerman. Hahah. Eh upss, sorry.

Saya ingat betul, smartphone saya yang buat surat-suratan pada waktu itu kemudian rusak. Ah, padahal banyak file imut yang saya abadikan. Sampai kemudian, ternyata catatan itu tertulis rapi di Buku catatan teman belajar baru saya. Piye ya, jujur aja saya terharu. Bdw, Itu adalah surat yang telah dikoreksi. Seneng aja, surat spontan itu ternyata ada manfaatnya. 

So, bagaimana kamu?

Minggu, 11 Maret 2018

Teks Leseverstehen : Lieblingslehrer und Lieblingslehrerin

Menumbuhkan semangat menulis untuk kelas X? Bahasa Jerman? Wah, ini dia memang harus diramu sedemikian rupa supaya mereka bahagia. Waktu pelajaran dengan tema "Guru Favorit", saya menyediakan teks ini untuk dijadikan bahan diskusi bersama dengan peserta didik.

Belajar Membuat Kalimat Bahasa Jerman (Kelas X)


Saya tertarik menggunakan contoh kalimat yang unik, maksudnya kalau sebetulnya para Peserta Didik menganggap pelajaran Matematika itu momok, maka Matematika akan saya jadikan objek yang disukai dalam kalimat atau teks yang dibuat.

Percobaan ini saya lakukan di 3 Kelas, mereka ini baru sadar beberapa menit setelah membaca dan mengucap kalimat ini. "Aku cinta Matematika ich liebe Mathe" Begitu kalimat yang bisa membuat mereka di Kelas tertawa. 

Ini contohnya :

1.      Wann lernst du Mathe?
 Ich lerne Mathe um 09.00 Uhr.
Um 09.00 Uhr lerne ich Mathe.


2.      Was lernst du?
Ich lerne Deutsch                                                     .
Deutsch lerne ich.

Ich liebe Mathe
Mathe liebe ich.

Mein Hobby ist lernen
Lernen ist mein Hobby










Kata Keterangan :

Heute              (Today)
Morgen           (Tomorrow)
Gestern           (Yesterday)
Übermorgen   (Lusa)
Vorgestern                  (Kemarinnya)
Jetzt                                         (Now)
Dort (There)
Hier (Here)

Dort lerne ich
Ich lerne dort


Teks : Gebäude in der Schule (Bahan Ajar SMA N 2 Boyolali)

Haloha, ini arsip saya untuk pelajaran bahasa Jerman. Jadi, saya beberapa kali membuat teks sendiri untuk keperluan para Peserta didik. Alasannya? Saya merasa, buku paket bahasa Jerman yang "wajib" dibeli karena berbagai alasan tidak memuaskan saya dalam hal bacaan. Ada yang sebenarnya mudah, tapi menggunakan kosa kata yang keblabasan. Beberapa kali, saya tentu menggunakan teks dari buku lain yang sudah terjamin kualitasnya. 



sumber : klik


Ya, intinya ini untuk arsip pribadi dan silahkan kalau mau digunakan, asal jangan lupa cantumkan sumber! ^__^

Teks di bawah ini digunakan untuk mengawali pelajaran di Kelas X dengan teman Schule, dengan tema khusus Gebäude in der Schule. Setelah membaca teks dan berdiskusi, mereka diminta mengumpulkan bangunan lain yang ada di Sekolah.


Joko lernt in der SMA N 2 Boyolali

Jumat, 02 Maret 2018

Yang Tak Terduga di Kelas

Ada-ada saja drama kecil di Kelas yang kadang lucu, sedih sampai nggilani. Seperti pada Jumat beberapa minggu lalu. Sebelum memulai pelajaran yang sudah didesain di Kepala, sengaja saya singgung materi khotbah yang tadi kami dengar bersama-sama.

Rencananya sih, 5 menit pertama itu saya akan bercerita mengenai pengalaman pribadi. Diawali dengan kalimat seperti ini, “Ya adik-adik, tadi gimana ceramahnya tentang Orang Tua? Saya agak baper lo, terharu, karena merasakan sendiri ditinggal Bapak Ibu meninggal.” Satu kelas kemudian agak diam, cerita berlanjut ketika saya umur sekian dan sedang di Jerman, pada bulan ketiga di Sana, bapak meninggal. 

Sampai di Situ, adik-adik yang sebetulnya berisik luar biasa mulai menunduk. Saya lanjutkan lagi cerita tentang Ibu saya. Deg, cerita saya sangkut pautkan pada masa SMA dulu. Saya berhenti mau tersenyum. Hahaha, tapi gagal. Kenapa? Karena saya gak kuat menahan air mata.

Saya tetap senyum tapi nangis. Malah saya tambahi kalimat ini ke mereka : Sakitnya tu gak berdarah, kerasanya ga saat itu waktu ditinggal, tapi sekarang-sekarang dan sering. Lalu, 2 siswi sesenggukan, yang siswa ada yang nangis, yang biasanya ketawa, diam tanpa ekspresi. 

“Nangis aja kalau gak kuat, terus nanti ke Kamar Mandi.” Kata saya melanjutkan. Jedar... satu siswi sesenggukan gak bisa diam, nangis terus. Kelas mulai gak tenang, siswi tersebut mengeluh sakit dada, yang laki-laki beneran ada yang nangis. 

Dibujuk-bujuk, siswi yang mengeluh sakit dada itu diajak ke UKS. Suasana makin panas, saya ikut ke UKS. Saya sempat berpikir, ini gak akan lama dan pasti biasa aja. Saya masuk kelas lagi, wajah sendu mulai gak bisa ditutupi oleh mereka. Saya mendekat ke Satu siswi, dia bercerita, “Frau, si X itu Ibunya udah ga ada, Si Y itu bapaknya sedang sakit parah, SI S itu gini.....”

Yak, setelah agak reda, saya minta yang di Kelas mengerjakan tugas kecil. Saya ke UKS ngecek siswi tadi yang ditunggui beberapa temannya. Sampai setengah jam, siswi tsb dadanya masih sesak. Konsul ke Sana ke Sini, akhirnya kami menghubungi sang Bapak. Untungnya, Bapak si Siswi tsb sedang libur. Rumahnya agak jauh, jadi kami menunggu agak lama.

Selang beberapa menit, sampailah si Bapak dan segera lari ke UKS. Tanpa pikir panjang, si Anak dibopong ke Mobil dan segeralah mereka meluncur ke Rumah sakit. Taraaaaaaaaaa........ saya kuaget tapi mencoba bertampang biasa saja.

Pelajaran selesai dengan perasaan campur aduk, saya minta maaf di Kelas atas kejadian tak terduga hari ini. Hahaha...... 

"Gapapa, Frau, tadi kami juga baper."

Masalah sebenarnya selesai, siswi tadi sudah pulih dan sempat video call dengan teman sekelasnya, saya ikut menyapa dan menanyakan kabarnya. Ini merupakan pengalaman pertama buat saya, agak kaget juga dan saya konsultasi ke Guru Senior. 

Hari-hari selanjutnya di Kelas tersebut, kami sudah bisa ketawa ngakak. Ahahahaha....

Yang Menyebalkan

Masuk kelas, jam terakhir, wajah kusut masai mereka makin kelam ditambah dengan rasa kantuk luar biasa. Saya duduk menunggu mereka tenang. Kemudian membuka kelas dengan salam, lalu sedikit arahan tentang apa yang dilakukan hari ini.

Ada yang kasak-kusuk, ada yang lempar-lemparan, ada yang nyanyi dan yang parah ada yang bawa kendang. Kendang ditabuh, ada dua siswa laki-laki sengaja berdiri lalu menari. Biasanya saya tertawa, tapi hari itu saya mencoba diam menikmati suasana. Saya minta diam, tidak ada yang mendengar.

Tibalah saat mendebarkan itu tiba, saya berdiri dan berteriak. “Heeeeee, kalau mau ramai keluar sana.” Musik berhenti, kepala menunduk, sebagian mulai duduk. Saya tarik nafas, rasanya hari itu benar-benar menyebalkan. Suara asli saya menahan emosi keluar, sepertinya mereka agak takut. Maklum, mereka baru sebulan sekolah.

Diam, hening, tapi saya mau tertawa melihat tampang mereka. 
Setelah itu hari itu, kelas mulai kondusif, tapi tak lama. Hahahahahah

Yang Lumayan Menyebalkan

“Tugasnya mana?”
“Belum bu.”
“Gak ada satupun yang mengumpulkan, kenapa?”
“Maaf bu.”
“Oke, sekarang bukunya dimasukkan semua, kita ulangan.”
Mereka manyun, yang sudah mengerjakan tapi gak mengumpulkan marah.
“Kok kalian marah? Lha dikasih tugas yang gampang dan sedikit aja gak dikerjakan.”
Gak ada yang jawab, saya bagikan kertas ulangan yang sebetulnya mirip dengan tugas mereka. 
“Kalau gak mau, gapapa, silahkan keluar dan ke Ruang BP saja.” Tambah saya.
Akhirnya ulangan berjalan, wajahnya mulai berubah ketika tahu bisa dikerjakan. Mereka diam, saya diam mengawasi. Sejam kemudian ulangan ditukar lalu dicocokkan.
“Besok lagi gini ya, tugas gausah dikerjakan, langsung ulangan dadakan terus.” Kata saya dengan penekanan.
“Maaf bu....”

Jumat, 16 Februari 2018

Menginap di Hotel AHAVA Megelang

November lalu,  kami (saya dan murid) menjalankan tugas di Magelang.  Di Taruna Nusantara tepatnya,  murid mengikuti Olimpiade bahasa Jerman tingkat Jawa Tengah 2017.



Nah,  berhubung kami harus menginap dan mempersiapkan jiwa raga dengan sebaik mungkin,  kami putuskan untuk mencari Hotel yang bagus,  murah,  dan dekat dengan SMA Taruna Nusantara. 

Segeralah,  kami mencari di Google,  hotel mana yang terdekat.  Syukurlah,  ada banyak alternatif yang ditawarkan.  Setelah riset sebentar,  kami segera memesan via Pegi Pegi.  

Lumayan,  lewat aplikasi ini kami bisa mendapat harga yang lumayan murah,  setelah diskusi panjang lebar,  diputuskanlah Hotel Ahava menjadi tempat singgah kami berempat.  Ada Wahyu Eki,  Julfina dan Willy.



Senin, 05 Februari 2018

Presentasi Ausbildunggerman di Boyolali


Ini merupakan foto presentasi “Ausbildung und Leben in Deutschland” atau Ausbildung dan Hidup di Jerman yang diadakan di SMA N 2 Boyolali pada 14 Desember 2017 lalu. Acara dilaksanakan setelah Ujian Akhir Sekolah (UAS) semester 1 dan sasarannya adalah mereka kelas XII dan umum. Ini merupakan kerjasama antara tim Ausbildung german pimpinan Wolfgang Nickel dan pihak kami.


Ceritanya nih, pihak @Ausbildunggerman menghubungi   Fid untuk acara tersebut. Tentu saja, tawaran ini saya sambut dengan sebaik-baiknya. Lha wong, sebelumnya secara gak sengaja saya lihat video liputan mereka di ZDF (salah satu stasiun tv di Jerman) lewat Yo,utube. Wah, saya bahagia sekali, ihiiiir.

Minggu, 21 Januari 2018

Pameran Prakarya SMA N 2 Boyolali : Muda dan Berkarya

Pada Jumat, 22 Desember 2017 lalu, pameran Prakarya bertajuk Muda dan Berkarya terlaksana di SMA N 2 Boyolali. Ini merupakan pameran hasil karya para Peserta didik kelas X MIPA 1, 2, 3, 4, 5 dan X IPS 1, 2 dan 3 angkatan 2017.




Sempat ragu bahwa pameran ini akan terlaksana, tapi 3 hari sebelum itu akhirnya berani dengan resiko apapun. Ya, pameran ini termasuk sederhana dan mudah. Produk pilihan telah siap dan alat display juga ada, memanfaatkan tali pramuka dan jemuran.

Sabtu, 20 Januari 2018

Ketika 2017 Berlalu

Ketika target ngeblog hancur pada 2017 kemarin, hari ini mencoba santai dan ya sudah, lha wong sudah keliwat. Padahal, sungguh banyak hal yang ingin saya bungkus lewat blog. Hahah, sempat loh 2017 kemaren, Guru saya yang baru mulai nge-blog, tanya-tanya tentang blog, dan Anda tahu? www.zuhriindonesia.blogspot.co.id telah dikunjungi berjuta-juta orang. Perhari pembacanya bisa duapuluh ribuan. Serius ni! Materi blognya memang sangat pas dengan pangsa pasar di Kalangan Guru bahasa Indonesia.
https://image.flaticon.com/sprites/new_packs/166515-emojis-collection.png


😧😦😉😅
Blog pak Zuhri termasuk produktif dan saya? Hahaha, saya seperti merasakan malas menulis. Padahal, Pak Zuhri awale takok aku Y.Y.

Hmm, bukan cuma pak Zuhri, blog Adekku juga, http://www.siakbar.com/ , dia awalnya juga tanya-tanya, sekarang eh udah aktif nulis aja, mulai garap beberapa proyek. Hihih.. alhamdulillah....

Sementara eike?

Gak tahu, mungkin masih ada rasa sakit dan sedih dalam hati yang bikin ragu menulis. Kadang, juga marah. Apa ya, entahlah mungkin akumulasi perasaan aneh yang membuat saya menyingkir. Hahah, padahal padahal saya bisa dibilang mulai aktif nyampah di Twitter. Sering, saya sudah bikin draft tulisan panjang, terus mau ngepost malu karena udah lama gak aktif, terus tulisannya saya hapus.

Wihihih, padahal kalau dirasakan 2017 maren tahun gemilang. Banyak target pribadi dan kerja yang tercapai, banyak hal besar yang terjadi. Proyek lumayan berhasil, saya nikah, murid menang lomba, Deutsch Club hidup, les jalan. Ah......




Saya berharap 2018 menjadi tahun hebat penuh karya!!


Mak, i miss u.

"Outing Class" dan Dolan ke Paseban Agung Boyolali, Tlatar

Daya tarik wisata masa kini? Yang pasti ada area selfie-nya. Semakin banyak yang foto di Sana dan diunggah ke Instagram dengan hastag serta tag ditambah tercantum lokasinya, hati-hati bisa jadi makin “Hits”. Ini opini saya pribadi lo ya!

Foto murid-murid

Seperti membaca situasi, tempat wisata ini punya arsitektur ciamik yang didesain menyerupai sebuah Gua di dalam sebuah Rumah. Widih, seperti apa rupanya? Coba bayangkan terlebih dahulu Stalaktit, batu tetes yang menggantung di Langit gua berbentuk seperti gerigi.



Kalau kamu ke Obyek Wisata Tlatar Boyolali yang letaknya sangat dekat dengan SMA N 2 Boyolali, jangan lupa cari bangunan ini. Yes, bangunan ini bisa ditemukan dari Pintu masuk pertama (dari SMA N 2 Boyolali), ada di Kiri jalan. Dari jauh, tempat ini begitu menggoda dan bikin penasaran, apa sih isinya. Ngomong-ngomong, tempat ini baru dibuka semenjak 15 Desember 2017 dan sampai sekarang masih dalam pengembangan.


Selasa, 16 Januari 2018

Perangkat Prakarya kelas X Semester 2

Sedang cari referensi Perangkat Mengajar Prakarya dan Kewirausahaan untuk kelas X?
Ini punya saya diolah dari berbagai sumber dan contoh dari CV Graha Pustaka yang saya download juga banyak membantu.

Ya ini rinciannya :





Sementara ini dulu. Sukses syemuaaah! Eh, salah...
SUKSES semua!


Mengajar Mapel yang Bukan Jurusannya?

Bagi sebagian Guru Tidak Tetap (GTT), mungkin pernah mengalami mengajar mata pelajaran yang tidak sesuai dengan bidang keahliannya. Ada yang Guru bahasa Inggris, mengajar bahasa Indonesia, yang Guru seni musik mengajar bahasa Jawa, ada yang Guru bahasa Jerman kemudian mengajar prakarya, guru bahasa Perancis mengajar TIK, dan masih banyak lagi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi hal tsb, mungkin karena ada Guru dengan status PNS di Sebuah Sekolah yang jumlahnya cukup, sehingga GTT dengan mata pelajaran (mapel) yang sama mau tidak mau harus mengalah. Lha wong GTT, wajar. Haha. Ada juga yang kekurangan Guru, kemudian Sekolah memberdayakan GTT yang ada. Menguntungkan loh sebenarnya, kalau sekolah memberdayakan GTT yang ada. GTT dapat tambahan jam mengajar(artinya juga tambah honor) dan Sekolah tidak perlu mencari Guru baru.

Semenjak tahun ajaran baru 2017, saya diberi “tantangan” untuk mengajar mapel Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU). Jadi, saya mengajar bahasa Jerman dan PKWU. Ya, untungnya ada pendekatan personal dari Pihak sekolah, yang awalnya saya gak mau, akhirnya mau mencoba.

Bingung? Pasti. Setelah melewati kebingungan agak panjang, saya kemudian baru sadar akan arti “Sharing”. Hahaha, lha punya guru senior, buku pegangan, internet kok merasa sendiri. Lagipula, banyak kok orang yang pernah mengalami hal tsb.

Kalau kamu adalah Guru baru yang tiba-tiba disuruh mengajar mapel berbeda dan kamu menyanggupinya, maka jalani saja, tapi jangan asal jalan looo. Hahahahah!

Jangan lupa baca Silabus, RPP dan Buku pegangan yang disediakan. Jujur ni, saya merasa lucu. Kenapa? Soalnya buat saya, prakarya itu bukan mapel favorit saya sejak SD. Hahaha, namun masih ada embel-embel Kewirausahaan yang bikin saya semangat.

Ngobrol sama Guru senior buat inspirasi dan sering cari informasi di Internet.
Percaya Diri dan yakin pasti semua bisa dilalui dan ini gak selamanya.

Mari keluar dari Zona nyaman dan cari alasan supaya bertahan.

Yaaaaa, gampang banget ya nulisnya, tapi proses menuju nyaman ini loh yang berlika-liku. Saya sempat stres dan pingin segera mengakhiri ini, tapi kemudian saya minta kesan dan pesan peserta didik, ternyata mereka oke-oke saja. Saya berkeyakinan, pelajaran PKWU ini sebenarnya menyenangkan dan bisa jadi hiburan di tengah padatnya Sekolah. Sekolah yang pulangnya sore dan beban tugas yang lumayan menyita. PKWU bisa dibuat jadi ajang penyegaran para Peserta Didik apalagi saya kan sukanya seneng-seneng hahaha.

Hmm, lagi pula secara formal, kayaknya pas mahasiswa pernah dapat mata kuliah ini juga deh. Nilainya lumayan bisa membantu kenaikan Indeks Prestasi Komulatif (IPK). Jalani dulu dan tetap do the best!

PKWU penting?
Ini adalah salah satu cara pemerintah Indonesia menghadapi bonus demografi pada 2020-2035 nanti yang angkanya mencapai 70%. Oleh sebab itu, agar memaksimalkan SDA yang ada dan muncul ide kreatif serta terbentuknya usaha mandiri, PKWU diharapkan bisa menjadi bekal mereka. Ya intinya, tujuannya mempersiapkan manusia Indonesia agar jadi pribadi mandiri, beriman, produktif,  kreatif, inovatif, afektif, serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernega dan peradaban dunia. ( Buku Guru Prakarya dan Kewirausahaan, 04 : 2016).


PR jangka pendek sekarang adalah terus berusaha suapaya Guru Prakarya bisa menjembatani tujuan kurikulum tersebut. Yasudah, silahkan yang sedang cari referensi perangkat mengajar prakarya dan kewirausahaan kelas X, cek ya di Sini.