Kamis, 20 Desember 2018

William Siswa SMA N 2 Boyolali Raih Juara Olimpiade Bahasa Jerman tingkat Jawa Tengah

William Andanu Purwanto, siswa kelas XI MIPA 3 SMA N 2 Boyolali berhasil meraih juara harapan kedua Olimpiade Bahasa Jerman tingkat Provinsi Jawa Tengah 2018 pada Sabtu, 24 November lalu. Ia yang akrab disapa Willi mampu mengumpulkan  total skor 32,5 dari kemampuan mendengar, membaca dan menulis.


Photo by Ardini

Tahun ini, Boyolali didapuk menjadi tuan rumah dan SMA N 1 Boyolali menjadi tempat penyelenggaraannya. Acara ini merupakan acara tahunan dan merupakan kerjasama Goethe Institut dengan Ikatan Guru Bahasa Jerman Indonesia (IGBJI) beserta Majelis Guru Mata Pelajaran (MGMP) tiap provinsi. Nantinya, juara tingkat provinsi akan maju ke tingkat Nasional dan Internasional. 

Selain Willi, SMA N 2 Boyolali juga diwakili dua siswi lain, yaitu Ira Palupi dari kelas XI MIPA 2 dan Risma Rizki Ramadhani kelas X MIPA 1. Ira Palupi nyaris masuk 10 besar, sementara ia harus puas bertengger diurutan 11. Tidak mengecewakan jika melihat durasi persiapan Ira Palupi. Hasil lumayan juga ditorehkan Risma yang masih kelas X, ia ada di Peringkat 60.

Ditemui sesuai penyerahan piala, Willi mengaku bahagia dan bersyukur perjuangannya membuahkan hasil. Willi mulai belajar bahasa Jerman semenjak kelas X dan olimpiade ini adalah yang kedua baginya. “Dulu waktu masih kelas X awal, pas baru 3 bulan sekolah, sudah dibina untuk bahasa Jerman, puji syukur waktu itu bisa rangking 28.”

Ditanya cita-cita, Willi ingin memperdalam bisnis seperti Ayahnya dan baginya kemampuan berbahasa baik Indonesia maupun Asing akan menunjang impiannya. “Yang pasti, suatu saat saya juga akan ke Jerman.” Tutup Willi.



Berikut daftar juara  Jawa olimpiade bahasa Jerman tingkat Jawa Tengah 2018 :
1. Nuriska Amalia Islami SMA N 1 Muntilan
2. Nathanael Edward H SMA Regina Pacis
3. Nisrina Ainunnajmi A SMA N 1 Muntilan
4. Annisa Dwi  N SMA N 1 Batang
5. William Andanu P SMA N 2 Boyolali
6. Vihazmi Neyssa H SMA N 1 Batang
7. Hala Mutiara P SMA N 1 Batang
8. Dian Permatasari SMA N 1 Boyolali
9. Margareth Lucia H SMA Regina Pacis
10. Ando Firdaus SMA N 6 Surakarta

Senin, 26 November 2018

MIkha

Sebelum

Hai! Sudah lama tak berbagi cerita nih, banyak hal yang berubah, banyak kisah tak terduga, termasuk kehidupan ane. Sejak 1 November 2018, status ane bertambah, jadi seorang Ibu. Ibu beneran gak Cuma panggilan aja, haha. Yak, Mein Baby ist schon da. Bayi ane telah lahir ke Dunia melengkapi perjalanan ane dan keluarga.

Hari Perkiraan Lahir (HPL) yang dibilang dokter sebetulnya diperkirakan 27 Oktober 2018. Ane sadar sih, itu kan Cuma HPL, jadi bisa maju bisa mundur, tapi gak tahu kenapa ane tetep kemakan komentar orang. Padahal ane maunya sante, tapi eh tetep aja kemakan.

Pergilah ane ke Rumah Febri, yang baru saja melahirkan dan kelahirannya juga mundur dari HPL. Ane masih motoran sendiri tu bdw haha. Di Sana ane disemangatin, dikasih motivasi intinya dan disuruh santai. Setelah pulang dari sana, ane minta dijajain steak ke Suami. Udahlah, pasti di waktu yang tepat doi lahir. Banyakin jalan-jalan, rileks dan doa aja!

Minggu, 28 Oktober 2018

Persiapan Menjelang Bayi Lahir

Hari berganti, penantian melahirkan segera terjawab, untuk itu ada banyak hal yang perlu dipersiapkan. Menjelang persalinan, interview pada Ibu yang baru saja melahirkan jadi agenda penting ni.

Versiku :

·        Persiapan mental  dan fisik
·        Persiapan dokumen melahirkan (KK, KTP Suami Istri, BPJSku dan Bayi (opsional), surat pengantar dari dokter)
·        Persiapan pakaian bayi untuk dibawa ke Rumah Bersalin
·        Persiapan pakaian ibu
·        Bawa Jarik
·        Bawa bantal guling bayi
·        Bawa ember
·        Bawa wadah ari-ari
·        Bawa CAMILAN

Ini opsional ya, ga wajib! Untuk BPJS Bayi bisa dibuat maksimal 14 hari sebelum Hari Perkiraan Lahir. Syaratnya mudah sekali, yaitu :

·        Fotokopi BPJS Ibu
·        Fotokopi KTP Suami/Istri, pilih salah 1
·        Fotokopi KK
·        Surat keterangan hasil USG dari dokter
·        Formulir dari BPJS

Hasilnya dapat surat keterangan yang isinya menerangkan bahwa Bayi Ny. Fitri Ananda telah didaftarkan, nah setelah itu pembayaran bisa dilakukan setelah bayi lahir. Terus selanjutnya, kalau bayi udah lahir, diharapkan ke BPJS lagi dengan membawa surat keterangan tsb dan surat keterangan lahir.

Nah itu sih rangkuman singkat versiku. Sembari menunggu kelahiran, ane lebih banyak menikmati cuti dengan banyak gerak yang alhamdulillah bikin ga bengkak, main, nyuci, makan, jalan-jalan, istirahat cukup, berdoa, ke Tempat sepupu yang habis lahiran, liat bayi, ketemu adik2 kecil, kadang masih ngelesi, baca, dll.

Untuk hal semacam ini, ane sengaja minta informasi dari ibu-ibu yang baru saja melahirkan, bu Endah dan mba Lia, soalnya baca artikel malah bikin ane mumet.
Bismillahirrahmanirrahiim...
Lancarkan ya Allah...




Rabu, 05 September 2018

Contoh SOAL HOTS BAHASA JERMAN

Belum lama ini, saya mengikuti Pelatihan Pembuatan Soal HOTS (Higher Order Thingking Skills) di Sekolah. Pembicara utamanya adalah Bapak Muh Zuhri (BLOGnya) yang baru saja dipilih mengikuti pelatihan yang sama namun tingkatnya Nasional. Jadi, hanya beberapa guru se-Indonesia saja yang ditunjuk untuk mengikuti pelatihan tersebut. Keren men.... 


Di Pelatihan yang ada di Sekolah, saya baru jadi moderator, hahahah, ini merupakan langkah awal sebelum nanntinya jadi pembicara ihihi. Amienn



Ini deh langsung saya share tugas saya sebagai peserta yang diwajibkan membuat soal HOTS bahasa Jerman :

Pertama, Format KIsi-kisi soal HOTS bahasa Jerman. (Tinggal KLIK ya, itu dari Google Drive)


FORMAT KISI-KISI SOAL HOTS

Mata Pelajaran            : Bahasa Jerman
Kelas/Peminatan          : X IPS 4/1
Guru Mapel                : Fitri Ananda, S. Pd.



KARTU  SOAL HOTS (URAIAN) dan (PILIHAN GANDA)

Mata Pelajaran : Bahasa Jerman
Kelas/Semester         : X/1
Kurikulum : 2013
Guru Mapel : Fitri Ananda, S. Pd.











Minggu, 02 September 2018

Ayo!

Rasanya bungah, ya intinya seneng melihat mereka  anak Deutsch Club dan KIR menyerahkan piala. (Setekah tertunda banyak hal)

Optimis, prestasi mereka gak Cuma sampai situ aja, masih panjang dan akan terus bertambah. Ngikut Pak Jokowi ah, "Kerja Kita Prestasi Bangsa."

Mereka ni melewati banyak hal untuk mendapatkan hal tersebut, proses panjang dan haru biru. Ayo semangat, sis bro! Jangan berhenti di Sekolah aja ya.... 


*lanjut














Tamu Istimewa di SMA N 2 Boyolali : dari Yogyakarta (DZY) dan Frankfurt

Tak disangka, khayalan sesaat waktu lagi di Bandung, langsung dijawab Semesta. “Kalau bisa habis ini, ada bule buat kelas X.” Begitu isi khayalan saya.

Lalu tara.............................

Ada tamu dari Yogyakarta dan Frankfurt ingin berkunjung ke Sekolah, SMA N 2 Boyolali. Wah, siapa mereka? Mereka ini adalah tim dari Deutsches Zentrum Yogyakarta (DZY) atau Pusat Jerman Yogyakarta. Sebuah lembaga yang konsen dalam bahasa Jerman, baik bahasa maupun budaya.


Gak Cuma itu, kebetulan kan ada alumni SMA N 2 Boyolali yang bekerja di Jerman dan sedang mudik, tanpa babibubebo, alumni asal Cepogo ini saya undang khusus supaya mau berbagi dengan adik kelasnya.  Namanya Ruwanti, alumni 2011.


Wah momen yang pas sekali. Nah, akhirnya setelah izin Kepala Sekolah (Pak Suyanta) dan mengorganisir acara dengan TIM DZY, maka dipilihlah hari Senin, 13 Agustus 2018 sebagai hari “Mini Seminar” untuk beberapa kelas.

Yah, kok Cuma beberapa sih? Iya, sekolah lagi dibangun nih jadi Aula, ruang seminarnya dipindah sementara ke Masjid baru yang juga belum 100% selesai. Total ada 8 kelas yang dipilih, yaitu kelas XII MIPA 1-3 dan X MIPA 1, 3, 4, 5 dan X IPS 4. Kenapa XII tsb dipilih karena mereka pernah dapat Jerman waktu kelas X dan saya juga pernah janji untuk membawa bule ke mereka. Hahah.. ya maaf, mereka harus ngalah dulu dengan adik kelasnya kemarin-kemarin.



Ya, hari yang ditunggu tiba. Frau Rini dan Annika bersama pak Sopir akhirnya sampai di Boyolali pukul 10.00. Bdw, Annika tinggi sekali. Suasana sekolah berubah seperti biasa jika ada tamu Asing datang, ahaha, yang pasti menyenangkan sekali. Sebelum mereka, Ruwanti sudah datang dan sedikit temu kangen dengan guru-gurunya.

Koordinator dadakan saya pasrahkan ke Ketua Deutsch Club SMA N 2 Boyolali, Wahyu Eko, pokoknya Gurunya hanya ngurus snack, izin sama menerima tamu, dia yang bagian atur peserta seminar. Alhamdulillah, berjalan lancar. Lumayanlah, gak sia-sia nggojlok ni Bocah dari kelas X hahah.


Setelah ramah tamah di Ruang Kepala Sekolah, kami (Tim DZY, alumni dan Guru) langsung bergerak ke Masjid. Di Sana semua sudah terkondisikan. Yappp! Acara pun segera dimulai.

Pertama, Frau Rini mengenalkan DZY pada anak-anak. DZY sendiri bisa dibilang muda, tapi untuk manajemennya merupakan orang berpengalaman dan juara olimpiade nasional bahasa Jerman sempat belajar di Sana lo. Di Sana melayani berbagai hal, mulai dari kursus, mentoring ke Jerman dan juga informasi lengkap mengenai Jerman atau cara hidup di Jerman.

Kedua, Annika memresentaikan Jerman secara singkat pada anak-anak. Doi full pake Jerman, tapi juga dicampur Inggris. Ya, walaupun anak-anak ga 100% paham, tapi komunikasi macam ini penting sekali. Yang penting kelas X wajahnya sumringah... hahahah.

Ketiga, Ruwanti berbagi pengalamannya bekerja di Jerman. Ini sangat cocok diketahui anak-anak, biar mereka tahu ada lo alumninya di Sana. Ihihi...

Keempat, ada game seru mengasah pengetahuan umum dan bahasa Jerman. Alhamdulillah, pada antusias.

Kelima, foto bareng. Ini penting banged!


Selesai!

Kami makan siang di Soto Seger Hj. Fathimah.

Hari itu, saya agak lelah tapi puas. Mungkin, karena hamil besar n celana baru saya bagian bawah tiba-tibe gak muat. Hahahah


Ya gitu, semoga walaupun ntar saya cuti, proyek tetap berjalan dan tujuan tercapai. Seneng! Tambah semangat!

Minggu, 12 Agustus 2018

Pengalaman Ikut Pelatihan (Fortbildung) Guru Bahasa Jerman Goethe Institut

Sebagai satu upaya peningkatan kompetensi Guru Bahasa Jerman di Indonesia, maka Goethe Institut di Indonesia mengadakan beberapa acara dan pelatihan khusus untuk guru.





Pelatihan ini diadakan rutin, kebetulan kali ini saya mengikuti pelatihan untuk level bahasa Jerman B1 alias B1 Fortbildung. Intinya, Guru akan diingatkan kembali materi B1 yang pernah didapat semasa kuliah ataupun semasa mengajar, lalu diakhir acara, Guru akan diikutkan ujian B1. Maka, syarat utama ikut pelatihan ini adalah belum punya sertifikat B1 dari Goethe Institut (GI) dan Guru Bahasa Jerman di Sekolah.

Bisa dibilang, pelatihan ini berbentuk beasiswa full, kenapa? Karena fasilitas dan akomodasi sudah disediakan oleh GI. Untuk penginapan? Wah, bintang 4 men, ga perlu ribet mikir makan, nyuci, setrika, istirahat, semua udah disediakan. Yang terpenting, Guru bisa konsen belajar dan tentu sukses menghadapi ujian B1. Kami menginap di De Pavilljoen Bandung.

Bagaimana mengikuti pelatihan ini?

Waktu itu saya mendapat tawaran dari GI, karena ada rekomendasi dari Multiplikator (Pak Bam). Lebih jelasnya, silahkan tanya ke MGMP masing-masing. Buat saya, pelatihan ini adalah kesempatan emas. Ada lo yang menunggu lebih dari 10 tahun akhirnya baru bisa dipanggil, ada juga yang bisa dipanggil cepat. Maka dari itu, kesempatan ini saya manfaatkan, saat hamil tua pula haha.

(Jujur awalnya ada 3 Pelatihan B1 yang saya lewatkan, karena pinginnya ikut B2.. haha, tapi ternyata pelatihan ini pas sekali buat saya)

Jadwalnya Ngapain Aja?

Seperti murid pada umumnya. Haha, para Guru yang biasa mengajar di Sekolah, selama dua minggu gantian DIAJAR. Nah, kami belajarnya di Goethe Institut Bandung sekitar 8 Jam perhari, dari Senin-sabtu. Selain refresh bahasa Jerman, kami juga mendapat ilmu baru dalam bidang pengajaran, game yang menarik, metode dan media yang “in”.

Di Hari tertentu, kami diberi waktu untuk melakukan simulasi ujian dan alhamdulillah, 2x simulasi ujian itu saya dan bayi masuk 2 besar, terus kita dapat hadiah loo. Ujian aslinya? Alhamdulillah, ada nilai yang hampir sempurna... hihihi hampir. Gak Cuma itu, kami juga diajak keliling Bandung (waktu itu Lembang). Seperti yang saya ceritakan di Sini :


Kegiatan di Kelas?

Ya, kayak murid pada umumnya. Diminta mengerjakan, belajar, presentasi, dll. Ni contohnya





Freizeit alias Free Time ngapain?

Kalo pas udah selesai kelas, bebas mau ngapain. Ada yang jalan-jalan keliling Bandung, nikmati fasilitas Hotel, tidur, ngerumpi, makan. Kalau saya, hari awal aja jalan-jalan, selebihnya buat nikmatin hotel, istirahat terus belajar hahah. Kalau kecapean, kasian si Bayi.

Ujian B1 Gimana sih?

Ya, terdiri dari ujian membaca, mendengar, menulis dan bicara. Batas kelulusan minimal adalah 60, sementara ini jika ada satu dari kemampuan yang tidak lulus, maka diperbolehkan mengulang cukup pada kemampuan yang tidak lulus tsb.

Yang ngajar siapa?

Ada 4 Tutor, semua dari Goethe Institut.




Kesan?

Baik, pelatihan ini memang saya butuhkan. Semoga bermanfaat tidak Cuma untuk diri sendiri, tapi murid, anak, sekolah, siapa tahu Negara.