Keju Boyolali? Ya, Keju Indrakila!

Memburu keju segar dengan rasa Internasional tak perlu  terbang ke Eropa. Setiap hari kecuali senin, mulai jam 09.00 saya bisa mengantongi keju dengan berbagai rasa. Mau yang mozarella atau yang pedes?

sumber Facebook Keju Indrakila


Boyolali menyediakannya.

Boyolali yang terkenal susu sapinya? Yang gak jauh dari Solo? Yang ada simpang limanya? Yang punya Pabrik Keju pertama di Jawa Tengah? Oh, Keju Indrakila itu? Yang mulai produksi dari 2009 dan kerjasama teknis dengan pemerintah Jerman?

Facebook Indrakila


Serius?
Mampirlah ke Pabrik dan Tokonya yang ada di Boyolali. Seperti kami (Saya dan murid) beberapa hari lalu.

Murid, Afifah


Read More →

Cari Hadiah di Sentra Kerajinan Tembaga Tumang Boyolali

Kenang-kenangan khas Boyolali? Itu yang terpikir saat akan memberikan hadiah pada dua Bule Jerman yang datang memenuhi undangan ke Sekolah. Banyak sekali ide yang muncul, mulai dari makanan, batik, topeng dan pernak-pernik lucu.



Setelah selesai dengan urusan proposal pencairan dana dan pembagian tugas dengan beberapa member Deutsch Club, pergillah saya dan Afifah (X MIPA 1) ke Tumang, Boyolali. Jarak dari pusat kota sekitar tiga puluh menit dan perlu diingat jalannya naik turun. Satu lagi, lumayan dingin!

Memang, ada apa di Tumang, Boyolali?

Tumang merupakan sebuah Desa. Desa ini adalah sentra pengrajin tembaga di Boyolali. Bagi saya, selain pengrajin tembaga, Tumang juga merupakan kawasan elite dan santri. Walaupun agak jauh dari Pusat Kota, tidak membuat Tumang kehilangan aura kota dan gaul.


di Depan Galeri 2 Muda Tama, Lihat lampunya keren


Oh ya, Selain itu Cari barang bekas alias Rongsokan, bisa juga di Tumang.

Pendapatan warga Tumang dari hasil wiraswasta bisa dibilang tidak sedikit. Rumah-rumah di Tumang termasuk modern dan beberapa nampak seperti istana. Tunggangan warganya juga bukan Cuma motor bebek dan mobil bak terbuka. Dari segi gaya berpakaian, pakaiannya bermerk dengan harga fantastis. Ini saya dengar dari saudara saya yang tinggal di Tumang. (Haha, saya salah fokus). Ya, harga daster satu juta biasa saja. (Bagi saya tetap saja mahal).

Read More →

Penitipan Barang di Stasiun MIlano Centralo, Italia.

Utang jalan-jalan di Milan banyak juga yang nagih. Jadi, ni dalam tulisan yang telah saya tulis itu ada bagian yang masih hilang. Bagian itu berupa catatan mengenai titip barang di Itali, atau titip barang di  Loker Stasiun Milan, yang pada waktu itu di Milano Centralo.



BY KIKI


Kalau mau gampang, panjenengan bisa cari info dengan 

ketik DEPOSITO BAGAGLI di Google. Itu bahasa Italinya.


FYI, di Milan itu ada 4 stasiun. Milan Central Station, Gare du Nord, Milan Porta Garibaldi dan Porta Vittoria.

Sesampainya di Milan, saya dan Kiki yang masih terpesona dengan kecantikan stasiun cantik itu, segera mencari tempat penitipan yang pada waktu itu (2015) kami temukan di Samping Toilet. Tempatnya cukup besar dan yang terngiang, tempat penitipan di ITALI masih menggunakan cara manual. Eh, itu waktu saya dulu loh. (Saya cek via website sih masih sama sampai sekarang)

Artinya apa?

Read More →

Tulisan Pelajar SMA N 2 Boyolali : Mereka adalah Bule Kenyataanku



oleh Riskiyana Ramandhani, XI IPA 1, SMA N 2 Boyolali.
Peserta Olimpiade bahasa Jerman 2016 tingkat Provinsi Jateng.
Peringkat ke-20.
Salah satu pelajar yang mendapat kesempatan belajar bahasa Jerman bersama Orang Jerman (4/3).

*Hanya sedikit yang saya edit. Bagus bukan tulisannya? See you on the top, Ris! Du bist einfach so geil... J

Mungkin memang terdengar kuno, aneh dan juga konyol. Namun sejauh aku pikir, itulah kenyataannya. Saat itulah aku merasa dekat dengan seseorang yang bukan berasal dari tanah airku. Aku memanggil mereka dengan sebutan Bule. Yang biasanya aku hanya memandang dari balik layar kaca, wajah cantik dan tampan, tubuh tinggi, hidung mancung, kulit putih, rambut pirang, mata biru dan masih masih banyak lagi yang berkebalikan denganku.


Rizkiyana yang pake daleman kerudung hitam

Theresa dan Christian. Mereka adalah bule kenyataanku, pemecah rekor pertama pertemuanku dengan seorang mancanegara.

Apakah ada yang ingin bertanya, bagaimana rasaku saat bertemu dengan mereka?

Apakah Perlu aku menjawabnya? Karena tanpa aku mengatakannya, itu sudah tersirat dalam goresan tintaku.



Selain kebahagiaan, aku juga mendapat bonus pengetahuan dari mereka seputar Jerman, teknik Pelafalan yang benar, dan masih banyak lagi.

Memang rasanya tak mungkin sama persis seperti yang mereka lafalkan. Melera lebih dari sekedar fasih melafalkan kata demi kata. Tidak sepertiku yang masih terbawa logat manusia dari belahan bumi lainnya.

Tapi setidaknya ini bisa menjadi pelajaran buatku, pemberi motivasi dalam diriku agar aku dapat memperdalam bahasa Jerman (Deutsch) lebih giat.

Lagipula aku punya Frau P dan F yang handal dan dapat terus membimbingku semakin berprestasi.

Danke schá½…n Frau P dan F....

Terimakasih Theresa dan Christian

Semoga dapat berkunjung ke SMA N 2 Boyolali lagi yaaaa
Semoga Deutsch SMA N 2 Boyolali makin hebat.




Read More →

Kuliah Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman, Kamu Yakin?

Catatan : Baca Menyeluruh, Siapkan waktu, Pikiran, Diri dan Kesehatan baik jasmani rohani!


Kalau lalu saya menulis tentang Pendidikan bahasa Jerman dari sisi netral, kali ini saya tidak begitu. Setelah terpendam dan beberapa kali terlibat diskusi alumni, berpikir ulang, cari bahan,  akhirnya supaya berimbang muncullah artikel ini.

Diharap sudah baca ini!

Baca tulisan sebelumnya : 


Tulisan ini saya buat, supaya kamu yang pingin kuliah jurusan ini punya pandangan lain dalam menentukan pilihan.




Kamu yakin mau belajar bahasa Jerman dengan jalan kuliah?

Lama waktu kuliah minimal 4 tahun loh dan dalam jurusan ini yang dipelajari tidak hanya bahasa Jermannya saja.

Read More →

 

Copyright © Fitri Ananda | Powered by Blogger | Template by 54BLOGGER | Fixed by Free Blogger Templates