Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Minggu, 08 Oktober 2017

Les - Kursus Bahasa Jerman di Jakarta (Privat)

Kalau kalian  cari kursus bahasa Jerman atau les Bahasa Jerman di Jakarta, entah itu Jakarta Pusat, Selatan, Barat atau utara atau intinya di Jakarta, akan ada banyak pilihannya. Dari beberapa pilihan yang ada,  tentu kalian akan memilih yang kualitasnya oke, tempatnya gak jauh dan mungkin harga yang bersahabat. Bisa juga pilih yang bentuknya lembaga dengan kelas-kelas kecil atau yang pinginnya privat. Kalau di Jakarta mah enak ya, pingin kursus di Lembaga, ada Goethe Institut  (GI) Indonesia yang pengajarnya sudah terlatih.

Kiki di Berlgia



Nah, kalau kalian nyamannya les privat perorangan, tapi dengan kualitas oke seperti GI di Jakarta, silahkan belajar dengan salah satu pengajarnya. Perkenalkan, namanya Kiki, mengajar di GI dan saat senggang alias pas gak ada jam ngajar di GI, doi tetep ngajar bahasa Jerman. Dari A1-B1, atau sharing B2 dan C1. Kalian bisa belajar sama Kiki yang alumni pendidikan bahasa Jerman UNY itu dan sempat kursus bahasa di Jerman sampai level C1.

Kiki di Muenchen



Selain bahasa Jerman, kalian bisa juga konsultasi atau sharing pengalaman loh. Doi 3 tahun di Jerman. Pertama jadi Aupair dan tahun berikutnya kerja sosial di Sebuah TK di Jerman. Asik ya? Lalu gimana ni les bahasa Jerman atau kursus bahasa Jerman di Jakarta sama  Kiki?

Kalian bisa hubungi via WA/SMS/Telp di 085726488848, atur jadwal dan tempat belajar. Fyi, Kiki bisa belajar bareng kalian di Tempat kalian, asal jadwal sesuai. Kelas menyesuaikan, bisa privat atau maksimal 5 orang dalam satu sesi. Untuk biaya, bersahabat dan selamat. Bitte frag direkt, silahkan tanya langsung ^__^


Deutsch Lernen mit Kiki in Jakarta ^__^



0

Senin, 04 September 2017

Baca Berita Bahasa Jerman SMA N 2 Boyolali

Ceritanya

Belum lama ini, pada Selasa (29/8) di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) diselenggarakan agenda Wisata Kampus  (Wiskam) Pendidikan Bahasa Jerman, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), UNY. Dalam agenda ini terdapat dua genre acara, satu untuk Guru dan lainnya untuk para peserta didik.


IG @bds_fbsuny

Untuk Guru, diadakan workshop dengan tema Pembimbingan Guru untuk mahasiwa magang (istilah pengganti mahasiswa KKN PPL). Untuk Peserta Didik adalah lomba baca berita bahasa Jerman dan Lomba Live Accoustic. Setiap tahun acara WISKAm ini memiliki acara khas. Tahun lalu lomba yang diadakan adalah lomba rangking 1. Pada 2016 lalu, saya masih sangat baru dan kurang yakin untuk mengikuti lomba tsb. Alasannya, karena saya belum lama mengajar dan mengenal murid-murid secara baik. Namun, saya janji tahun berikutnya akan berpartisipasi.
0

Jumat, 18 Agustus 2017

Sekolahku, Saksi Kejutan dari Jerman :D

Hari-hari semakin berwarna dan menenangkan, termasuk juga perjalanan sebagai Guru, eaaaaaak. Yes, kemarin (15/8) sesuatu yang membuat efek kejut sampai hari ini terjadi. Jangan bercanda sama orang Jerman maka-nya (opini pribadi). Lha ya gimana gak kaget, ketika tiba-tiba temen-temenmu datang termasuk yang dari Jerman ke Sekolah?

Kaget dan bersyukur mereka datang di Saat yang tepat dan bisa memberi manfaat, heheh. Awalnya, seorang dari mereka, si Hasfi bilang bakal datang ke Sekolah dan mau mengajar di Salah satu kelas. Oke, tanpa banyak pikiran, saya pun minta izin kepada Kepala Sekolah. Hasilnya? Lancar.

Hari H tiba, kelas X MIPA 2 yang kebagian jatah sudah saya wanti-wanti untuk bawa buku bahasa Jerman. Mereka tahunya juga yang datang teman saya dari Indonesia yang kerja di Jerman. Ga terlalu banyak persiapan, saya Cuma buat slide presentasi tentang Hasfi yang tentu saja diselipi foto-foto kami berdua waktu di Jerman. Syalalala!

Jam 10.00, dia memberi kabar bahwa ia telah tiba di Parkiran Sekolah. Segeralah saya jalan ke Sana. Kepala Hasfi terlihat, saya lega. Namun, ternyata ada 3 kepala lain. Loh, itu kan Delta, Wibie dan dan dan dan Peter. Ini serius? Saya langsung teriak panggil namanya. Tuhan, ini sungguh sebuah kejutan dan hadiah!


Kamis, 10 Agustus 2017

08 08 2017 : The Wedding

Iringan lagu pop mendayu, enam remaja yang masih sekolah tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) merajai panggung. Musik lembut dan suara khas anak-anak berkumandang dengan syahdu menemani para tamu undangan. Pengantin wanita dari singgasananya mengintip bahagia penampilan mereka, remaja kecil mungil.

Ia diliputi gembira penuh syukur, menyaksikan pesta kecilnya berjalan sesuai angan-angannya. Jika orang menyebutnya konsep, syukuran berbalut pesta kecil itu berkonsep muda dan ceria, semangat dan santai, ,mirip seperti karakter remaja, begitu menurutnya.

Rumahnya cukup menampung sekitar 300 tamu pilihannya dan keluarga besar. Halaman rumahnya penuh, dekorasi pestanya sederhana tapi meriah. Katanya, dekorasi itu diluar ekspetasinya. Yang awalnya minta sederhana, yang dibayangkannya hanya dihias kain, ternyata oleh sang pendekor dihancurkan 100%. Sang Pendekor memberinya hadiah dengan dekorasi berornamen merah, sesuai dengan jiwa remaja yang berani. Eaaak! Rumahnya layak kebun bunga, mulai gerbang sampai dengan singgasana.

Betapa bersyukurnya ia, hadiah Tuhan dikirim lewat banyak cara, dari mulai rias pengantin, baju untuk akad nikah (hadiah dari Bu Guruku) sampai hidangan-hidangan. Seorang Kakak kelas memghadiahinya rias pengantin. “Buat kamu nanti, pake make up dariku ya? Tinggal tunggu beres aja.” Kata mba Arum suatu hari padanya.Hidangan? Tradisi rewangan yang masih ada di Kotanya memudahkan ia dan keluarga. Menu terbaik dengan porsi cukup terhidang untuk para Tamu.

Yes itu tadi gambaran pernikahanku pada Selasa, 08/08/2017 pukul 13.00 di Rumah.
Kok selasa 08082017? Simpel, itu tanggal jadian kami pas habis lulusan SMA dulu. Wkwkwkwkw :D

Foto Akad di KUA Boyolali, itu yang kecil nyempil adekku pas jadi wali hahahah


Hahai, yang awalnya pengen gak ngadain pesta, gak mau ribet pakai baju pengantin, gak ini itu, pada akhirnya rencana itu disentil oleh Tuhan. Heheh, alhamdulillah diakhir-akhir saya agak sadar, bahwa berita bahagia memang harusnya diwartakan.

Bapak, Ibu, mas di Surga (Amin), aku wes rabi, le dadi wali adeng (panggilan adik). Alhamdulillah, lancar! Hahaha, aku ra nangis :D

Terimakasih Tuhan, makasi Keluarga Besarku yang super mendesain pesta kecil ponakan dan sepupumu yang ngeyel iki, makasi adeng yang lancar jadi wali, makasi Suamiku (eaaaa) yang menanggung semua biaya nikah, makasi mertuaku yang jos gandos,  keluarga besan, makasi SMA N 2 Boyolali yang jadi saksi bisu kami sejak SMA, makasi guru-guruku, makasi pak kepala sekolah yang memulangkan gasik warga sekolah dan membuat semua guru bisa hadir di Pesta kecil, makasi tamu-tamu undangan, makasi murid-murid imutku yang jadi pengiring musik, makasi murid-murid mungil yang bikin kejutan di Rumah, di Sekolah dan di Mana-mana, makasi kawan-kawanku SD, SMP, SMA, Kuliah, yang datang dan maaf ga bisa diundang semua, makasi tetangga, makasi pada semua yang terlihat maupun tidak, makasi buat yang mendoakan lewat jalur apapun, kolega-kolega Jermanku yang ulala badai, makasi buat teman-teman kursus Fit in Deutsch Boyolali.

Yuhuuuu.......

Catatan kecil
*lamaran 25072017
*undangan buat sendiri, cetak sendiri di Fotokopyan, sebar sendiri.
*baju resepsi dicari seminggu sebelum hari H, Cuma butuh waktu sehari.
*tertanyata grogi sekali menghadapi hari H
*sebar undangan di Sekolah h-4, dan bikin kaget yang nerima
*bersyukur
*sebelum hari H, beberapa teman dan tamu undangan yang ga bisa dateng resepsi rela datang ke Rumah bawa kebahagiaan.



*****



2

Minggu, 23 Juli 2017

Yang Beda di Semester ini (Buatku)

Yang Beda Semester Ini

Setelah libur kurang lebih sebulan, akhirnya anak-anak SMA di Boyolali masuk lagi pada 17/07. Sekolah berbenah menyambut mereka datang dengan berbagai kejutan. Yap, salah satu kejutannya adalah waktu sekolah yang berubah jadi 5 hari. Mereka dan tentu saja para Guru masuk hari senin sampai Jumat. Sabtu minggu libur!

JAM SEKOLAH

Eits, kebijakannya muncul karena imbas dari Kurikulum 2013 yang katanya menekankan pendidikan karakter. Supaya mereka bisa mengatur waktu dengan baik dan punya lebih banyak waktu dengan keluarga.


1