Minggu, 15 Januari 2017

Mampir di O'Pallet Boyolali

Pilihan kuliner di Boyolali kian menjamur, akan mudah ditemui tempat-tempat asik untuk makan dan nongkrong. Dulu, emak saya yakin sekali bahwa Jalan Pandanaran akan jadi Jalan Kuliner. Sekarang, iya terjadi, tapi ternyata tak Cuma di Jalan Pandanaran saja. Di Sana-sini, ada menu-menu lucu yang siap menggoyang perut.



Untuk tempat asik dan pilihan menu beragam, O’pallet Boyolali lumayan juga loh. Dari banyak hal yang disajikan, bagi saya Kafe yang terletak di Belakang SMP N 2 Boyolali dan tak jauh dari Swalayan Luwes ini memiliki dekorasi tempat yang bagus.



Mural di Temboknya warna-warni, ada bilik telephone yang mirip di Inggris yang enak dilihat. Setiap saya ke Sana, saya selalu berharap bisa memotret dinding-dindingnya. Sayang, saya malas. Bangkunya unik, hampir semua ornamennya kayu.


Senin, 09 Januari 2017

2016 : Kematian dan Kelahiran

2016?

Buat saya pribadi adalah tahun kalem dibanding 2015. Saya sempat menuliskan bahwa 2015 itu ibarat tahun hura, foya, kerja. Tahun 16 saya simpulkan jadi tahun kalem, yang diam-diam menghanyutkan.

Yang paling mendobrak pikiran adalah ketika Tuhan mengambil kembali Ibu saya pada penghujung tahun. Tak dinyana, semua terjadi begitu apik sesuai kehendakNya. Saya pikir-pikir lagi, inilah hikmah dari keputusan saya meninggalkan Jerman sementara untuk pulang ke Rumah dan menghabiskan waktu bersama keluarga, terutama Ibu.

The last Photo of my Mami at December 16

Namun, sudahlah, Tuhan mengambil haknya dan saya tak bisa mengelak apalagi menghalang-halangi. Terlebih untuk urusan macam tadi. Saya ini siapa? Hamba Tuhan yang wajib menyembah. Ya toh? Bedewe, konteks menyembah bagi saya itu luas sekali.

Di lain sisi, 16 yang kalem ini juga membuat saya mensyukuri bahwa impian saya yang lain bisa terwujud. Ibarat seorang Emak, saya akhirnya berani melahirkan buah pemikiran beberapa waktu lalu. Anak saya yang entah kenapa akhirnya saya namai Fit in Deutsch Boyolali, saat ini dalam masa tumbuh. Giginya nampak dan mulai kuat jika suruh mengunyah.





Beberapa kali telah saya tulis, apa dan bagaimana Fit in Deutsch itu. Intinya, tempat belajar bahasa Jerman yang jika disederhanakan dalam penyebutan ya les bahasa Jerman atau kursus bahasa Jerman di daerah Soloraya. Sementara ini, Fit in Deutsch berumah di Boyolali, yang saya harap da yakini, ia akan melanglang buana.

Ngomong-ngomong, Boyolali kini bersolek, tak Cuma cantik secara fisik, isinya pun tak kalah menarik. Sebab itulah, tidak ada salahnya belajar bahasa Jerman di Boyolali. Ehehe. Pernyataan ini saya tujukan bagi mereka yang berminat belajar dan sanggup ke Boyolali. Jika memang dirasa jauh dari segi lokasi, itu hak mereka. Toh, dari awal proyek ini ditujukan bagi yang berminat. Santai aja, sebagai orang Boyolali asli (haha) saya tidak tertarik untuk memaksa. Monggo kalo mau, Rumah belajar Fit in Deutsch tidak jauh dari Simpang Lima Boyolali ngomong-ngomong.

Tiap bulan, Fit in Deutsch dihadiahi Tuhan wajah dan karakter baru, yang bahkan tidak pernah saya duga sebelumnya. Di Pendopo bertegel merah kami belajar bersama, di Situlah saya juga diberi kesempatan belajar hal lain. Yang awalnya saya segan untuk mendekor, kini sedikit-sedikit saya tata. Ya, hal itu juga karena ide dari Ibu. Untungnya lagi, saya punya adek dan ponakan yang bisa disuruh untuk ikut menghias. Hahaha. Hasilnya? Silahkan ke Rumah saya saja. Sederhana, tapi penuh cinta. Ihihih.

Mengajar adalah hadiah cantik dari Tuhan di tahun 16 da seterusnya. Kesempatan ikut konggres nasional, kemenangan, kemenangan tertunda, lomba dan membimbing lomba, ke Sana kemari, beasiswa menjadi anugrah serta pelipur jiwa.

Hai 16, du warst unglaublich!

2017, luar biasa dan berkilau serta memancarkan cantik alami. Yeeeeesh! Mari berjalan hebat tanpa keragu-raguan. Bantu aku melahirkan anak-anakku yang lain!!!!


Kamis, 29 Desember 2016

Belajar di Fit in Deutsch Boyolali? Ini Komentarnya Hanifah

Belajar bahasa Jerman? Gak perlu kaku-kaku, belajar di manapun bisa, yang penting kemauan kuat diri sendiri dan memanfaatkan banyak hal di Sekitar. Salah satunya, kalo mau les bahasa Jerman di Solo Raya, terutama Boyolali, terus Salatiga, dkk, bisa ke Fit in Deutsch Boyolali.




Ini tulisan Hanifah : 

Hai...

Aku mau berbagi pengalaman ku selama belajar di Fit in Deutsch Boyolali
Jadi awalnya gini, aku kan mau ikutan Au pair, nah aku baru tahu kalo syarat untuk bikin visa nasional itu harus punya sertifikat min A1. Bodohnya itu, aku baru tahu hal tersebut setelah 3 bulan aku dapet gastfam. Dan parahnya lagi, tes terakhir di tahun 2016 hanya ada pas tanggal 16 desember.



Seketika aku panik *halah. Gile! Aku 3 bulan kemaren ngapain aja! Mana sebulan yang lalu aku habis liburan dan sama sekali ngak bahas apapun tentang bahasa jerman. Pikiran langsung kacau, mood ancur dan langsung negative thinking bahwa besok itu aku pasti gagal.

Seperti biasa, kalo lagi ada masalah aku mesti cari solusinya itu ke mbah google. Di search engine aku ngetik 'les bahasa jerman di solo' Hingga... Bertemulah aku dengan sebuah blog 'www.fitriananda.com'. Di situ aku seperti menemukan apa yang sedang ku cari. Walaupun agak kecewa karena tempatnya lumayan jauh.

Akhirnya, ku putuskan untuk menghubungi line si owner blog (@empidd). Pertama yang ku tanyakan itu adalah biaya les nya. Hahaha, ya gimana lagi kantong pelajar ngangur, tapi allhamdulilah biayanya untuk cukup ramah di kantong jadi gak nguras banget lah.

Setelah tanya-tanya, aku pun setuju untuk les di 'Fit In Deutsch' meski pada awalnya masih bingung untuk transportnya. Aku tinggal di Kartasura dan Fit in Deutsch ada di Boyolali. Ternyata, kalo dihitung-hitung ga jauh juga, bahkan ada yang domisili Sragen yang butuh waktu 2 jam untuk sampai ke Boyolali, semangat buat belajar.

Untuk waktu pertemuannya pun sebenarnya cukup fleksibel. Jadi kita bisa menyesuaikan.

Sebelum les untuk pertemuan pertama, ada baiknya minta  buku hueber. Karena buku itu BERGUNA BANGET. Ngak mahal juga, cuma bayar xxK. Padahal nih, sebelum ini aku udah hampir mau transfer duit xxK untuk buku yang sama belum sama ongkirnya. Tapi allhamdulilah banget, Allah mempertemukan ku dengan 'Fit In Deutsch'. Hehehe. Lumayan kan hemat.

Untuk metode belajarnya pun enak. Mbak Fitri ngajar ngak kaya guru sama murid. Tapi lebih kaya kakak sama adek. Pembawaannya juga asik. Walaupun awalnya aku kira, mba fitri ini orangnya judes tapi begitu belajar bareng aku malah nyaman.



Pas belajar, bisa juga nyambi makan sama minum. Jadi ngak tegang dan rileks. Waktu belajar di fit in deutsch, jangan sungkan-sungkan untuk ngomong apa yang tidak di ketahui dan ada kesulitan atau tidak. Karena ini juga berguna banget.

Dalam 2 jam pertemuan itu, dihabiskan untuk mendalami materi. Ada kalanya langsung praktek dan ada teori. Tapi menurut ku banyakan prakteknya. Jadi kita lebih paham dan tahu soal-soal untuk ujian besok.

Di situ nanti kalian juga dapet soal-soal tes a1 dalam bentuk softcopy atau print-printan soal. Dan itu gratis hehehe.

Sebelum ujian  hari h ada baiknya tanya-tanya lagi sama mbak Fitri. Karena ini juga membantu banget guys! Soalnya, aku sering neror linenya mba Fitri. Tanya ini itu dan seringnya adalah untuk mengkoreksi schreiben aku. Jadi kebiasaan deh nulis surat karena pas tesnya nih, jujur aku allhamdulilah lancar.



Jadi enak banget lah, belajar di fit in Deutsch. Bisa sharing juga kalau ada masalah baik itu tentang au pairnya atau ujian nya, dan bisa tanya-tanya juga ketika bingung mau tanya ke siapa.

Dan.... Ujian pun selesai, Allhamdulilah hasilnya cukup memuaskan. Dengan belajar di Sana dan sisanya belajar di rumah selama sebulan meskipun satu bulan itu ada aja yang ngajakin main hehehe. Tapi percayalah, usaha dan doa itu tidak pernah mengkhianati.

(Hanifah, 29 Desember 2016)


Selasa, 27 Desember 2016

Ketika itu Tiba : Kepergian

Malam hari membuatku kembali diam, tapi aku tak mau lagi menanyakan padaNya, mengapa begini dan begitu. Sudah, kini aku berani menerima segalanya. Aku tak mau bertanya lagi, cukup kuimani apa yang jadi jalan Tuhan. Sempat sakit, tapi biarlah sakit itu diangkat. Bebaskan aku dari prasangka buruk, biarkan kini aku terus padaMu.

Pada malam syahdu selepas Isya (22/12), Tuhan menjemput dengan halus Ibuku. Ibuku pergi dengan cantik, damai dan ikhlas. Aku ingin teriak, tapi tercekat. Aku diam ketika yang lain berebut talqin, sedetik kemudian kuikuti lagi senandung saksi bahwa Tiada Tuhan selain Allah.

Kutarik nafas dalam, bayanganku kembali pada masa kecilku. Allah, inikah yang kau siapkan untukku dan keluargaku? Aku tahu Tuhan, kematian itu datangnya pasti, yang tak bisa dipastikan hanya kedatangannya. Biar kuputar ulang sejenak, kala itu 2011, Kau ambil kakakku, 2014 Kau jemput Bapakku yang bahkan melihat jenazahnya pun ku tak bisa dan tahun ini Kau kembalikan Ibuku.


Allah, apa aku bisa tanpa mereka? Itu pertanyaan yang sempat kuajukan. Tak lama kemudian, kuralat menjadi demikian, Allah apa aku bisa tanpaMu?

Tuhan, Kau Maha Segalanya. Yang jadi milikMu akan kembali jadi MilikMu.

Aku tak akan bertanya lagi, aku percaya padaMu.

Tuhan, ku teringat  puisi Chairil Anwar yang beberapa bulan lalu sempat aku coba tafsirkan.

DOA
Kepada Pemeluk Teguh

Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namaMu
Biar susah sungguh

Cara Stop BPJS Karena Pengguna Meninggal

Bagi pengguna BPJS, iuran rutin setiap bulan setiap bulan sebelum tanggal 10 baik dilakukan. BPJS sendiri memberi manfaat kesehatan bagi para Penggunanya, contohnya begini, jika ada pengguna mendadak sakit dan harus rawat inap, BPJS sanggup mengkover biayanya. Asal sesuai dengan syarat dan aturan yang telah disepakati. Ada baiknya, bagi yang belum punya asuransi kesehatan, BPJS bisa dijadikan alternatif.

Hari ini (27/12), saya kembali ke Kantor Cabang BPJS di Boyolali. Lagi-lagi, suasananya ramai, bahkan mulai pukul 06.00 sudah ada yang antri. Dari segi pelayanan, saya akui ini tergolong baik. Dalam panik, ramai dan banyak orang, para Petugas mampu memberi yang terbaik. Cara bicara yang santai dan tenang, membuat saya tenang. 


Tujuan saya hari itu adalah menonaktifkan BPJS disebabkan pengguna meninggal.Apa saja syaratnya?


1. Fotocopy Surat keterangan kematian, bisa dari rumah sakit, PKU, puskesmas, dll, kelurahan, dll.
2. Kartu BPJS



Sebagai cadangan, silahkan bawa :

1. Kartu Keluarga
2. KTP

Proses penonaktifan tergolong cepat, namun sayangnya saya harus rela 2 jam menunggu di Situ. Seharusnya, di Tempat tersebut disediakan buku bacaan yang memadai dan kantin praktis. Jadi, para pengantre tidak bosan atau ngelangut. Bisa juga disediakan tukang pijet. Hmm, walaupun sudah ada Televisi, suara televisi kalah oleh suara orang di Dalam. Hahaha.


Untuk keseluruhan, saya rasa nilai 7.5 cukup mewakili.

Majulah Indonesia!

Senin, 26 Desember 2016

Cara Stop SMS "Paksaan" Operator AXIS atau XL

Pengguna Axis?

Sering dapat sms berlangganan padahal gak pernah ketik REG (spasi) xxxxxx?




Kalo mau UNREG juga nanti kena biaya?
Baru isi pulsa sebentar, tiba-tiba udah tersedot?

Tenang, supaya gak semakin dirugikan pihak operator, segera ketik *123*66# dan hentikan semua layanan sms konten macam begitu.



Bdw, waktu saya stop itu lupa screenshoots, jadi gak bisa nunjukin. Intinya, cari menu pilihan stop semua layanan.

Setelah itu selesai, kalian akan terbebas dari jerat operator usil nan jahil.

Semangat!

**di BPJS Byl, antri panjang.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Fitri Ananda Template by Ipietoon Cute Blog Design