Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Jumat, 29 Agustus 2014

Perpisahan Aupair.....


Pada akhirnya dunia per-aupair-an ane selesai. Diiringi rasa suka, duka, haru, bahagia ane  mengemasi barang-barang ane. Selanjutnya ane harus meninggalkan nyamannya kamar ane yang ada di lantai 1 itu, yang segar dan luas untuk ane pribadi. Ane juga harus rela berpisah dengan 3 adek-adek angkat ane yang gokil. Si No, Ro n Lu. Ane juga bakal pisah sama GF gaul, tetangga yang baik-baik, anak tetangga yang jail dan semua kenangan ane di Wackernheim.

Hari itu, ane dianter Gastvater ane untuk memboyong 2 Koper, 1 tas besar, 1 tas punggung dan seplastik sepatu ane menggunakan mobil. Kami pun berangkat menuju rumah baru ane di Ingelheim, 6 Km dari Wackernheim yang ditempuh dengan jarak 10 menit.


Gastmutter ane bilang, “Kita bakal sering-sering ketemu kok!” Betul sekali, karena berselang dua hari setelah boyongan tersebut ane datang lagi ke Wackernheim untuk merayakan “kepergian” ane. Kami makan bersama, makan enak dan pedas sesuai kesukaan ane di Keluarga tsb.
Ketika ane membunyikan bel pintu depan, si Ro menyambut ane dengan suara renyahnya. “Na, Fitri, du kommst hier zu Besuch, aber mussen wir auch im Dorfplatz spielen.” “Na, Fitri, kamu datang untuk mengunjungi, kita harus maen di Dorfplatz.”

Ane pun masuk dan naek ke atas. Personel keluarga angkat ane di atas menunggu ane. Ane menyempatkan masuk ke kamar ane dan menghirup udaranya. Naeklah ane ke atas, menyapa semua dan bercengkerama. Suasananya masih sama, si Ro n Lu langsung bergerombol menarik ane untuk bermain. Sembari kami bertiga bermain, GF ane menata meja. Supaya hangat dan segar, mereka sengaja memasak makanan saat ane uda tiba.

Waktu makan pun tiba, kami ngobrol menanyakan kabar dan Ro tiba-tiba mengeluarkan 2 hadiah yang dibungkus sederhana lalu menyodorkannya kepada ane. Nafsu makan ane pun terganggu melihat bungkusan tsb. Segera ane mempercepat, tapi ketika piring ane sudah kosong tiba-tiba Gastvater ane bilang, “Fitri, mau lagi?” Maka, ane pun makan lagi.

Sesuai dengan kebudayaan orang Jerman yang langsung membuka hadiah setelah hadiah itu diterima, ane pun membukanya. Oouh, ternyata Sphagetti dan sambal bio kesukaan ane. Tak habis disitu, GF ane bilang bahwa ane juga dapat sepeda. Ane kira, sepeda itu Cuma bersifat “dipinjamkan” tapi ternyata mereka bilang “udah dipake aja n buat kamu ntar kalo kamu mao pulang ke Indonesia, tu sepeda kasihin temenmu yang butuh.” Alhamdulillah.............Selain itu ane dibayarin VISA FSJ juga. hihihihihih
Ane disitu sampe jam 9 malem soalnya ane harus maen dulu sama si Ro n saz gudbay sama tetangga, tak lupa pastinya ada sesi poto-poto.

Ane kemudian pulang ke Ingelheim naek sepeda....
Wuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuz, 15 menit sampailah ane.

0

0 Comment:

Posting Komentar

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D