Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Kamis, 15 Januari 2015

Makan di Gau Algesheim

Jarak tempuh Ingelheim-Gau Algesheim dengan menaiki kereta hanya 3 menit. Kota ini termasuk kecil dan masih termasuk  dalam negara bagian Rheinland-Pfalz.




Kedatangan penulis ke Gau Algesheim (4.1)  adalah untuk memenuhi undangan makan dalam rangka tahun baru dari kolega kerja penulis.


Kolega yang asal Polandia ini sudah bilang jauh-jauh hari untuk mengajak makan dan sekaligus mengundang untuk silaturahmi ke kediamannya. Nah, tidak ada alasan penulis untuk menolak acara makan-makan ini. Jadilah, minggu siang datanglah penulis ke sana.

Hmmm, penulis disuguhi makan siang yang lengkap. Mulai sup sebagai makanan pembuka, bebek panggang untuk hidangan utama serta es krim menjadi penutup. Tak lupa, setelah itu dilanjut rumpi-rumpi ditemani secangkir capuccino dan kue.



Hari itu sebelum keberangkatan penulis sengaja tidak makan apapun, karena mengikuti pesan kolega lain hahahah. “Fitri, kosongkan perutmu sebelum datang ke Rumah Rosa (sebut saja begitu)!.” Wah, tentu sajalah, sebagai pecinta makanan, penulis pun sudah menduga bahwa hari tersebut akan membuat perut kenyang.





Udara yang dingin dan suasana kota yang tenang membuat perut semakin semangat makan. Hahaha. Maklumlah, musim dingin.

Menurut pengamatan penulis, Kota ini cocok dihuni bagi mereka yang mendambakan ketenangan. Saking tenangnya, supermarket Cuma ada satu. Hehehe.

Selesai makan, penulis berpamitan dan mohon ijin untuk berjalan kaki saja ke terminal sekalian mau jalan-jalan keliling kota.


Tidak jauh dari pusat kota ada gereja dan istana Addreck. Sayang, penulis cuma sempat foto-foto sejenak tanpa masuk dan berkeliling. Sebenernya masih ada beberapa tempat yang bisa dikunjungi. Mungkin lain kali.




Terimakasih, Tantelein. Hahahahhaha!

0

0 Comment:

Posting Komentar

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D