Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Senin, 08 Juni 2015

Short Trip di Paris

Short Trip 

Hari Pertama (31/5) Pake Interrailglobalpass

Klik di Cerita Interrail 


Waktu sehari bisa jadi pilihan yang menjanjikan, JIKA hanya ingin mengunjungi menara tersohor itu, Eiffel. Nah, beda lagi jika ingin menjelajahinya, sehari? Hmm, tepar.

Hmm, tetapi tetap aja saja cara untuk sekedar berkenalan dengan Paris dalam satu hari. Top Tourist Centre inilah yang kami kunjungi :




1.       Eiffelturm
2.       Arc de Triomphe
3.       Louvre Museum
4.       Notre Dame
5.       Pont L’Archverche (Jembatan dengangembok-gembok cinta)

Tips Mungil

Download aplikasi RATP bagi pengguna Android dan sejenis. Aplikasi ini sangat membantu perjalanan kami. Ya, selain peta yang kami dapat di Informasi, aplikasi ini juga bisa dipergunakan loooh. Keren deh!

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/e/e4/RATP_Group_logo.svg/1024px-RATP_Group_logo.svg.png



Ni ada ulasan menarik tentang gimanan naek metro  di Paris : Blog Liberty


Hati-hati

Tiba di Stasiun besar Paris, perasaan terhanyut dengan suasana yang riuh. Stasiun ini begitu sibuk dan lumayan membingungkan bagi yang pertama kali datang seperti penulis. Kami tiba di Stasiun yang bernama Paris Est.

Tujuan pertama kami adalah Arc de Triomphe. Menuju ke sana, kami harus menaiki metro. Nah, naik metro memang lebih nyaman dan cepat jik dibanding berjalan, buta arah kalo jalan kaki. Nah, tapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat  akan naek metro.

Langsung aja, dari segi keamanan, sebagai pendatang kita harus tetap waspada. Keramaiannya sering kali dimanfaatkan orang-orang jahil untuk mengambil barang. Dicopet gitu istilahnya. Jadi, pastikan barang bawaan selalu berada dibawah pengawasan kita ya. Ingat, kejahatan datang karena ada kesempatan!

Awalnya, begitu kami tiba ada seorang anak yang mengaku mahasiswa dan ia menawarkan bantuan untuk membeli tiket. Jujur aja ni, penulis gak bisa berprasangka baik. Dia sempet juga kayak ngehalangin penulis dan kiki buat tanya ke bagian informasi. Gak pikir panjang, kami lebih memilih mencoba sendiri dan tidak menggubris kehadiran orang-orang sok baik itu. Biasanya sih mereka tu bisa meyakinkan gitu deh, sok sok perhatian.

Kami pun akhirnya membeli tiket carnet yang dapat 10 biji. Tiket ini kami beli di bagian informasi, harganya dibawah 15 Euro. Tiket ini kami pilih karena lebih terjangkau. Sebelum naik metro, tiket ini perlu divalidasi terlebih dahulu di Mesin. Perhatikan sekeliling yaaa!

Di dalam Metro juga waspada looooh yaaaa.



Turun dari Metro, ke Arc de Triomphe

Kami turun di Halte Charles-de-Gaulle-Etoiledekat Arc de Triomphe. Arc de Triomphe ini merupakan simbol sejarah Perancis. Dibangun dibawah kekuasaan Napoleon, ketika di Sini kami disuguhi pemandangan api di bawah Gapura. Api ini adalah api abadi guna menghormati para tentara yang gugur di medan Perang. Jika berminat, pengunjung bisa naek ke atas dan melihat pemandangan kota Paris. Bayar yaa naeknya. Eiffel dari sini sudah kelihatan loh....











It’s Time to Eiffel

Kami naek metro lagi donk dan turun di Halte Bier Hakeim. Perjalanan ke Sana tersendat sementara atas alasan pembelian cindera mata. Ada toko souvenir yang menawarkan barang dengan harga manusiawi.

Nah saat melanjutkan perjalanan ke Menara populer sedunia itu, kami banyak berpapasan dengan penjaja souvenir yang kebanyakan dari Afrika dan menyapa pakai bahasa Indonesia. “Sepuluh Euro empat”. Katanya saat menawarkan gantungan kunci. Banyak loh yang menggaet dengan mengucapkan beberapa patah kata dalam bahasa Indonesia. Mungkin, banyak orang-orang Melayu yang sering ke Paris yaa jadi mereka hapal gitu deh. Ya, akhirnya kami beli 10 Euro tapi dapat 5, terus minta bonus lagi dan alhamdulillah dikasih satu hahaha.




Lalu, kami pun sampai di depan simbol kebanggan kota Paris. Menara yang sudah berumur 120 tahun itu masih berdiri gagah dan tetap memberi magnet kuat pada banyak orang untuk dikunjungi. Tingginya sekitar 320 M. Ingin naek ke atas? Bisa.. bisa tapi bayar yaa. Menara ini memang indah dan layak untuk diabadikan.

Kemana lagi ya?

Sudah puas menikmati Menara, kami sengaja berjalan kaki menyusuri sungai. Jauuuh sekali untuk menuju museum Louvre. Diperhatikan, ternyata Paris kotor jugaaa yaaa.


Akhirnya kami sampai dan melihat banyak manusia memenuhi halaman museum yang ada lukisan Mona Lisa itu.

di Depan Piramid


Setelah itu kami jalan santai menuju Notre Dame.



Balik lagi di Pont L’Archverche





Kami nginep di Virovlay

Alhamdulillah, di Paris kami nginep di Apartemen mba Icha, penulis beberapa buku Buku Karangan Mba Icha, klik 

Penulis bisa kontak mbak Icha dari mbak Desi Desy Alfiana  dan akhirnya mba Icha ngijinin kami berdua buat nginep. Terimakasih mba Ichaaaaaa :***** nice to meet you!


Pagi harinya pukul 06.00 kami melanjutkan perjalanan ke Lyon, kota terbesar kedua di Paris. Pernah nonton the Torist kan? Si Johny Deep ngasih surat dan dia bilang untuk pergi ka Stasiun Gare De Lyon dan naek kereta di Sana.
2

2 komentar:

  1. Wah blognya bagus...saya suka petualangan di luar negerinya. Mau lah diajak ke Paris :D Nice sharing ya Fit!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Janu, makasih lohhh!
      Okeoke km jg ttp menginspirasi banyak orang yaaaah dan sampai ktemu di Belanda :)

      Hapus

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D