Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Sabtu, 27 Juni 2015

Jadi Aupair Pake Agen Atau Tanpa Agen?

Beberapa hari belakangan ini, surat elektronik penulis banyak berisi pertanyaan seputar Aupair. Umumnya pertanyaan ini sih mengenai pendapat, mending jadi Aupair lewat agen atau tanpa agen. Dahulu, di beberapa pos yang pernah penulis tulis di Blog ini, dengan lantang penulis bilang mending lewat agen aupair aja.

Kenapa? Jawabannya sederhana, “Biar Kalo Ada Masalah Ada Yang Bantu.” Makin lama setelah penulis selesai jadi Aupair, penulis mikir mau pake agen atau tanpa agen ya sebenernya pilihan masing-masing, gak harus pake agen dan gak harus tanpa agen. Sumangga aja.

Terus, penulis mikir lagi sama jawaban “Biar Kalo Ada Masalah Ada Yang Bantu”. Lha kalo gitu mending jangan jadi Aupair yang bermasalah donk supaya tujuan dan target tercapai, kedua belah pihak yaitu Aupair dan Hostfamily sama sama untung.


Jadi Aupair pake agen?

Sah-sah aja, dengan syarat juga mau mengikuti apa yang disyaratkan agen. “Tapi pake agen mahal” begitu beberapa komentar yang pernah penulis dengar. Tentu saja, namanya juga jasa perantara komersil yang membantu calon aupair untuk dapat hostfamily. Mereka juga mencari keuntungan atas apa yang sudah mereka lakukan. Kalo pingin pake agen, berarti juga harus siap biaya lebih. 

Keuntungannya, calon aupair punya tempat konsultasi resmi jika mereka kebingungan, jika calon aupair sudah berhasil menjadi aupair di Sebuah keluarga dan mendapat masalah, maka agen wajib melakukan kewajibannya untuk membantu memberi solusi bagi kedua belah pihak.

Gimana cara memilih agen aupair yang tepat di Indonesia? Lihat ratingnya dan alumninya. Cari rekam jejak agen aupair dengan banyak hal. Cek dan ricek di Internet, bertanya pada alumninya, bertanya pada orang-orang, cek legal atau tidaknya. Pastikan kewajarannya dan pastikan calon aupair tidak tertipu. Gimana biar gak ketipu? Ya itu tadi cari rekam jejaknya.

Pingin pake agen tapi gak bayar, apa mungkin? Mungkin saja. Di Jerman, agen-agen resmi aupair dibawah payung Gutegemeinschaft Au-pair e.V biasanya biaya dibebankan para Hostfamily-nya.

Masih pikir-pikir pake agen karena kalo ada masalah biar ada yang bantu? Masih kepikiran biaya lebih yang harus dikeluarkan jika pake agen? Ada solusinya, yaitu jadi aupair yang tidak bermasalah dan tak perlu pake agen.

Enak banget ngomongnya yaaaa hahahaha. Coba sekarang lanjut baca bawahnya.

Jadi Aupair tanpa agen?

  • Mencari keluarga tamu bisa dilakukan sendiri tanpa bantuan agen penyedia jasa pencarian keluarga. Tersedia berbagai website yang menghubungkan para pencari aupair dan pencari keluarga. Pilih yang ratingnya bagus dan banyak konsumennya. Mudah lo cari keluarga sendiri tanpa agen.

  • Tidak asal pilih keluarga dengan dalih, “Yang Penting Dapat Keluarga.” Eits, jangan terburu-buru. Sudah banyak ngobrol dan ngomongin detail-detailnya belum? Beneran cocok dengan kata hati? Beneran sudah melakukan komunikasi? Sudah sepakat dengan kontraknya?


Sini-sini penulis ceritain, tidak sedikit aupair yang sudah dapat keluarga dan bisa berangkat ke Tempat keluarga tamunya mengalami masalah-masalah yang sebenarnya bisa diminimalisir sejak awal. Ada yang ternyata jam kerjannya tidak sesuai kontrak, ada yang liburnya tidak bisa diprediksi, ada yang susah keluar karena ternyata rumah si Hostfamily di pelosok desa dan susah transportasinya, ada yang hostfamily-nya jadi pelit. Ada yang awalnya sudah sepakat jika biaya tiket pesawat ditanggung hostfamily lalu ditengah jalan aupair suruh mengembalikan, ada yang gak cocok sama adik asuhnya. Terus gimana?


  • Gimana? Dari awal jalin komunikasi yang baik, kenali, selami dan dalami. Mereka bakal jadi orang yang menampung calon aupair lo. Jangan sungkan untuk bertanya dan pastikan kamu cocok dengan mereka. Jangan dipaksakan kalo tidak cocok dengan satu alasan, “Penting Dapet Keluarga dan Bisa Berangkat.”


  •  Tanyakan hal-hal yang ingin ditanyakan, jangan takut dibilang konyol.
  •   Jujurlah
  • Ungkapkan pendapatmu
  • Apa yang harus ditanyakan? Standarnya sih jika hostfamily belum menerangkan..., maka pertanyaan-pertanyaan ini bisa jadi ide : Berapa lama jam kerja perhari, tugas utama saya ngapain, dalam seminggu libur saya berapa hari dan kapan, apakah saya harus menjaga binatang peliharaan (jika mereka punya) bolehkah saya izin menginap di Tempat orang lain, bagaimana kamar saya, bagaimana uang saku (jika kalian belum tahu), bagaimana dengan biaya kursus saya, jika kamu muslim kamu juga perlu menerangkan kalo kamu butuh waktu ibadah, tidak makan babi, tanyakan saja ke mereka.
  • Sabar dan jangan terburu-buru, ibaratnya ini kan tahap penjajakan,, kenali mereka, apa sih pekerjaan mereka, bagaimana mereka menanggapi kamu.
  • Jangan grusa-grusu. Jika perlu, konsultasilah pada orang yang kamu percaya. Tanya sama mereka yang udah berpengalaman. Ini ni bedanya yang pake agen dan gak.
  • Jangan takut untuk bertanya.
  • Jangan iya iya tapi sebenernya enggak gara-gara kesenengan udah dapat Hostfamily
  •  Ikuti kata hati,
  •  Komunikasi dan komunikasi
  •  Penuhi syarat-syarat jadi aupair
  •  Tilik tujuanmu jadi aupair, ingin belajar atau cari uang? Hayo hayo hayo...... kenali dirimu sendiri juga....
  • Mmmm bisa juga kamu dapat keluarga dari temanmu, dari kaka kelas ato dari kenalanmu

S     sementara ini dulu jawaban penulis.

d     Penghujung Malam, Ingelheim am Rhein.

Baca Juga : Dasar Tentang Aupair (di Jerman)



14

14 komentar:

  1. terimakasih infonya, sy terbantu mbak. slm knl

    BalasHapus
  2. Nice info mbak, btw ada gak au pair buat cowok ya ? Saya mau coba kalo ada . mohon info nya . terima kasib

    BalasHapus
    Balasan
    1. aupair bisa untuk cowok, tergantung Hostfamilynya mau atau tidak.. beberapa kanalanku yg cowok bisa.. coba cari2 di Website yaaa. Semangat

      Hapus
  3. Mbk jadi aupair tu tinggi badan ny ditentukan gk

    BalasHapus
  4. BAGUS banget infonya. Kak, saya mau tanya. Saya udah dapat GF, istrinya orang Indonesia dan suami nya Jerman. Menurut info yang saya dengar. Akan sulit utk mengurus visa bahkan bisa ditolak jika memiliki GF yg seperti itu. Mohon infonya kak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kemungkinan diterima juga bisa..
      kawan saya pernah semacam itu, tetapi visa keluar atau tdknya tergantung kedutaan. Bgm kondisi GF tsb, saya tdk tahu jd tdk bs menjawab. Apakah mereka pernah pny aupair atau g, dll

      Hapus
  5. Mbak. Bisa gak kita jadi au pair dri keluarga indonesia yg tinggal di Jerman? Istrinya orang indonesia dan suami nya orang jerman. Saya dengar,kemungkinan visa kita akan ditolak. Mohon infonya mbak.

    BalasHapus
  6. Saya mau menjadi au pair..agen di info yang bisa bantu tolong di bantu arahan nya mba...trmksih

    BalasHapus
  7. Mbak, persiapan biaya habis berapa?

    BalasHapus
  8. Bisa dibilang >15 jt ke atas. Pesawat, visa, bolak balik jakarta, dll

    BalasHapus
  9. Mba ua pair sama nanny bedanya apa? Trus batas umurnya brapa mba? Apa masih klw usia da 30 an��? Thx mba

    BalasHapus
  10. Mba apa beda au pair sma nanny? Trus usia 30an masih bisa jd au pair mba? Thx

    BalasHapus

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D