Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Senin, 31 Agustus 2015

Mehr als 1 Jahr In Ingelheim : Hier surfe ich!

Mit dem Internet ist Leben ohne ende, meine ich. Wenn man sitzt, mit dem Handy in der Hand und das Handy verbindet mit W-lan oder egal, hauptsache heißt es Internet-Verbindung, dann ist er still. Wer den Kopf immer nach Unten gűckt, merkt man schon, dass er gerade in anderer Welt bleibt.

Das passiert sogar auch mit mir. Erst mal, bevor ich in Ingelheim umgezogen bin, fragte ich zu meiner Heimsleitung wo ich jetzt FSJ leiste, “Frau Schmitt, gibt es in meinem Zimmer W-LAN?” Hahaha, oh Fitri, es wäre besser, wenn ich diese Frage stelle, “Gibt es Kűche dort?”


Mehr ueber Ingelheim, KLICK dieses Bild! ^___^



0

Minggu, 30 Agustus 2015

Ke Ibukota Ceko, Praha (Lagi)


I
ni adalah kali kedua kami, Kiki dan Penulis ke Praha (23/8/15). Yang pertama, kami ke Sana saat momen pergantian tahun baru dan musim dingin. Musim itu, salju masih tersisa di Jalanan. Suasananya memang indah tapi abu-abu. Kedinginan! 




Pipid dan Kiki
Praha Pertama kami, musim dingin
Praha Kedua kami, musim panas


Ini trip kami pertama, agak lengkap dengan panduannya loh :






Waktu itu (30.12.14-01.01.15) tahun baru, unyu dan membeku menjadi perpaduan manis dalam perjalanan kami berdua. Saat  bermalam di Stasiun Praha (Hlavni Nadrazi), semua orang yang  sama-sama menunggu kereta atau bis untuk pulang, diUSIR keluar (1/1/15). Katanya, stasiun mau dipel dulu. Stasiunnya memang ada jam buka tutup, beda dengan Jerman yang dibuka 24 jam.
7

Giveaway Contestnya kak Aisya : Ikutan donk!

Kali pertama ni, ikutan kontes sebuah blog. Semenjak aku nemu blognya kak Aisya yang tinggal di Bingen, yang tetanggaan sama Ingelheim tempatku tinggal, mulai kenal yang beginian. Ngeliat hadiahnya, aku pengen dapet souvenir dari Holland, semoga yaaah

Sapa yang minat? Klik klik klik aja!

Viel Glueck! 




Ini blognya kak Jindriska : Blog Jindriska


0

Jumat, 28 Agustus 2015

Jalan-Jalan di Dresden : You are so camerable!

Hay Dresden, you are so camerable!

kata-kata yang cukup mewakili betapa Dresden, Jerman menawan. Kota ini selain cantik, juga memiliki sifat ramah untuk penikmat wisata sejarah budaya atau juga mereka yang berkunjung dengan ragam tujuan. Ibaratnya sebuah kotak, bangunan dan hal yang menarik di Ibukota Sachsen ini ditata dengan rapi dan gampang dijangkau.

Senja di Brühlsche Terrasse 



Kenapa Dresden?

Sempat terpikir, bagaimana bisa  sebuah kota yang pernah hancur karena bom saat peperangan bisa bersolek dan berbenah diri, lalu tampil lagi dalam panggung dunia dengan elegan?
4

Kamis, 20 Agustus 2015

Sama Tak Serupa

Masih berhubungan dengan cerita  Kepingan Kecil di Frankfurt  . Aku sempat  memutar jalan dan menemukan hal  yang dulu tak pernah kubayangkan, mana mungkin di Jerman ada hal semacam itu. Pikiranku terusik dan iseng kuabadikan mereka lewat kameraku. Akhirnya aku menemukan ketiganya secara bersamaan. Momen yang menggembirakan! Cie...

0

Kepingan Kecil di Frankfurt

Seringnya yang kuharap dari acara seminar FSJ-ku adalah segera makan siang dan cepat pulang. Seminar (18/08) agaknya berjalan sesuai yang aku pikirkan, cepat, tidak terlalu membosankan dan bisa dimengerti. Temanya sederhana, tentang Konflik dan pesertanya Cuma tujuh biji.

 Tujuh anak yang berbeda latar belakang ini baru bertemu saat itu juga. empat dari Jerman seperti biasanya, tampak kaku diawal dan baru mau membuka percakapan setelah kusapa. Hal membuka percakapan selalu mudah kulakukan, tapi kalau mereka lawan bicara sudah mau terbuka dan berbicara tema-tema yang meloncat-loncat, siap-siap kepalaku jadi berat, telingaku kubuka lebar, otakku kusuruh tanggap mencari gambaran konkret apa yang mereka katakan. Untungnya, orang Jerman seperti sudah biasa menghadapi pendatang, mereka bisa membaca pikiran dan menransfer pembicaraannya dengan bahasa yang agak sedikit gampang. Kadang kala, kalau aku minta mereka menjelaskan sebuah kata baru, mereka berpikir sejenak untuk mencari padanannya dan bisa dimengerti. Seperti menjelaskan pada anak tiga tahun, pikirku. Pelajaran penting yang kudapat : Ternyata bicara sederhana itu tidak selalu sederhana. 
2

Rabu, 19 Agustus 2015

Benar atau Salahkah? Relatif Katanya

Ada seorang Raja yang baik budinya, hatta suatu hari ia memberi perintah pada para pelayannya. Ia meminta 5 orang pelayan agar berkenan ditutup matanya dengan kain. Kain itu kemudian diikat supaya kelima orang tadi tak bisa melihat.

Dibawanya mereka ke Sebuah Tempat. Sang Raja kemudian mengeluarkan sesuatu yang belum pernah dilihat anak buahnya. Dengan kondisi masih ditutup matanya, kelima pelayan tadi diberi petunjuk untuk menyentuh dan merasakan sesuatu yang dibawa raja.

Keesokan harinya, pelayan satu berkata bahwa ia merasa memegang sesuatu yang kokoh seperti batang pohon.
0

Senin, 17 Agustus 2015

Kakek 70 Tahun Itu...

Jika diibaratkan seorang kakek, ia adalah sesepuh yang dihormati.
Ia sudah banyak pengalaman hidup

Ia punya keturunan yang baik, karena ia merawatnya dengan kebaikan pula
Seandainya ia berjalan menggunakan tongkat, langkahnya tetap jelas. Ia tahu kemana ia akan melangkah.



0

Sabtu, 15 Agustus 2015

Ke Neroberg, Wiesbaden

Awal Mula

“Schon wieder hier!” Sagte mein Herzchen. Was wolltest du eigentlich? Ich fragte mich, wie viel mal ich hier war? Mehr als 5 mal. Sicher?

Ika as a model


Aku datang ke Tempat ini lagi. Entah yang keberapa kalinya, aku mendaki bukit setinggi 245 Meter itu. Akhir Juli baru saja aku ke Situ (29/07) dan kamis (08/08) kakiku melangkah lagi ke Tempat yang merupakan perkebunan Wein di Sebuah kota di Wilayah Hessen, yaitu Wiesbaden.
0

Selasa, 11 Agustus 2015

Jalan-Jalan di Luxembourg

Touch down Luxembourg  

Siang yang tidak begitu menyengat itu (8/8/2015), Ika dan penulis sampai di Luxembourg Gare (Stasiun Utama Luxembourg). Kiranya waktu itu jam 10.34. Tidak langsung berjalan-jalan, kami terlebih dahulu beristirahat di atas kursi di depan Pusat Informasi.Di Pusat Informasi, kami mengambil peta dan brosur mengenai Luxembourg.

Gare de Luxembourg. Ika as a model


Negara ini termasuk Negara Kaya di Eropa walaupun ibukotanya kecil. Di Sini, bahasa yang digunakan adalah Perancis, Jerman dan Luxemburgisch. Yang penulis amati sih, kata-kata Bonjour bakal lebih sering didengar di Sini, terus bahasa Jerman juga sering kedengeran. Entah itu mungkin bahasa Luxemburgisch juga, katanya si hampir mirip bahasa Jerman.
6

Sepedaan ah di Jerman


Dimulainya Sebuah Pengamatan

Semenjak di Jerman, penulis dah lama banged gak isi bensin di Pom Bensin. Ya bener sih, emang yang mau diisi bensin apaan? Mobil belum punya. Boro-boro mobil, motor aja gak ada. Berkhayal doank di Jerman penulis bisa ngebut pake motor bebek warna biru kayak di Indonesia.

Untungnya sistem transportasi di Jerman bagus, jadi naik bus atau kereta mah sudah biasa. Jalan kaki tidak masalah, karena kondisi teratur jadi pejalan kaki di Sini itu menyenangkan. Eitts, walaupun begitu penulis masih punya kendaraan yang bisa dibanggakan.

Inilah dia



2

Selasa, 04 Agustus 2015

Melamar FSJ di Jerman dari Indonesia

Pertanyaan mengenai pendaftaran FSJ dari Indonesia beberapa hari ini mengemuka di Surat Elektronik penulis. Oleh sebab itu, penulis sedikit melakukan wawancara dengan pihak-pihak yang pernah mengajukan syarat dari Indonesia, pihak Träger penulis (Pada bab ini penulis Cuma minta saran, bagaimana jika ada yang mendaftar dari Luar Jerman), PDF dari Kedutaan Jerman di Indonesia.

Lankahnya bagaimana?
4