Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Senin, 02 November 2015

Kenapa FSJ ya?

Banyak pilihan untuk menyambung hidup di Jerman. Beberapa orang Indonesia datang ke Jerman dengan status sebagai Au-pair, setelah masa kontrak Au-pair selesai keinginan untuk melanjutkan hidup beberapa tahun lagi di Jerman muncul. Itu wajar, mungkin memang belum puas atau masih ada target yang belum tercapai.

Sebagian ada yang bisa segera melanjutkan studi dengan bantuan mantan keluarga angkat sewaktu Au-pair, yang lain ada yang memilih menjadi Au-pair di Negara lain,melanjutkan Ausbildung, banyak juga yang beralih jadi Sprachstudent/in, tak jarang ada yang menemukan pujaan hati dan tidak sedikit yang tertarik mengikuti program sosial semacam Freiwillige Soziales Jahr (FSJ) ataupun Bundesfreiwilligendienst (BFD).


Terlepas dari alasan pribadi yang bermacam-macam, program sosial ini bisa diambil manfaatnya untuk memantabkan pandangan hidup. Contohnya Bekerja di Taman Kanak-kanak, sekolah, Panti Jompo, Panti berkebutuhan khusus, di Klinik kesehatan setidaknya membuat seseorang memiliki aktivitas positif. Tidak untuk dirinya, tapi juga orang lain.

Peserta FSJ di Jerman kebanyakan adalah para pemuda yang belum tahu selesai sekolah mereka mau kemana. Alasan lain, jadi ajang mengisi waktu “tunggu” sebelum memulai kuliah, Ausbildung atau kerja. Program ini diharapkan membantu pemuda mengisi masa-masa tanpa arah itu. Saya pribadi mengibaratkan begini, daripada nganggur dan tanpa aktivitas, lebih baik tenaga dan pikirannya dicurahkan dalam kegiatan sosial. Bisa belajar dan dapat bonus, kenapa tidak?

Saya mengambil contoh teman-teman satu Träger FSJ, umur mereka banyak yang di bawah 22 tahun. Ada yang memanfaatkan ikut FSJ sambil menunggu diterima di Universitas, uang saku yang didapat mereka sisihkan untuk persiapan kuliah. Beberapa bilang, FSJ jadi ajang uji coba, apa mereka cocok bekerja di bidang sosial.

Kegiatan ini bisa dimanfaatkan untuk mengenali diri sendiri dan sarana bergaul dengan orang lain dengan berbagai latar belakang. Tantangan yang asik untuk ditaklukan. Siapa tahu dalam perjalanannya seseorang mulai menemukan jawaban, akan dibawa kemana diri mereka.


Bagaimana menurutmu?



10

10 komentar:

  1. Dulu pernah diceritain teman cewek yang kuliah di Australia, dia jadi waitress di tempat tinju. Pernah juga jadi tukang kebun :-)

    BalasHapus
  2. buat bertahan hidup sekaligus membentuk mental.. ;D ada jg yang di Sini mini jobnya "ngosek" WC mas...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keren itu mbak, di saat orang di rumah sendiri jarang/malah nggak pernah menlakukan hal sepeti itu, di Negara lain mereka melakukannya. :-)

      Hapus
    2. Kalau alasannya menyambung hidup, apapun itu bisa di lakukan :)

      Hapus
  3. Mbak mau nanya . kalau mau fsj bagusnya ikut agen atau tanpa agen ya . oh ya mbak ada email gak buat nanya yg lebih lanjut . terima kasih

    BalasHapus
  4. Hallo Mu Syahadat.
    Apa mau daftar dr Indonesia?
    Ada 2 tmn sy yg daftar FSJ dr Indonesien Tanpa agen..mrka cari sendiri
    Kl mau cr sendiri jg bs
    Pke agen jg oke tapi ya hrs siap kluar uang lbih...
    Email ada di about me. :D
    Ato silahkan tinggalkan emailmu di Sini :D

    BalasHapus
  5. Ini email saya mbak . musyadat91@yahoo.com. terima kasih sudah mau membalas coment saya mbak

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  8. Ini email saya mbak . musyadat91@yahoo.com. terima kasih sudah mau membalas coment saya mbak

    BalasHapus

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D