Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Kamis, 10 Desember 2015

Ketemu Saudara Jauh asal Madagaskar

Sudah banyak ulasan yang membahas mengenai Madgascar. Dirilis dalam Proceedings of the Royal Society B,   mengatakan bahwa sekitar 30 perempuan Nusantara merupakan pendiri koloni Madagascar 1200 tahun lalu. Penelitian ini diketuai oleh Murray Cox, ahli biologi molekuler Universitas Massey Selandia Baru (historia.id : Berlayar Sampai Madagascar.

klik : wikimedia.org


Menariknya, wajah orang Madagascar memang ke-Indonesia-an. Melihat seorang Madagascar seperti melihar saudara  jauh. Penulis juga pernah salah sangka, mengira seorang kawan pasti berasal dari Asia Tenggara, kalo gak Indonesia ya Malaysia. Waktu pertama kali ketemu kami sudah curi-curi pandang, senyum-senyum dan dengan pedenya penulis berbahasa Indonesia, “Eh kamu dari Indonesia ya?” mendengarnya, seketika si anak ini melongoh dan menjawab dengan bahasa Jerman (kebetulan ketemunya waktu seminar FSJ di Frankfurt).


Eeeeeh, ternyata Njara ini asalnya Madagascar, sebuah pulau di Seberang Pantai Timur Benua Afrika. 8000 Km dari Indonesia.

Hayo mana ini yang anak Madagascar?

foto di depan Stasiun Mainz, Jerman




Dia pun berkisah, bukan pertama kalinya kok dia dibilang asal Asia Tenggara. Wajah orang Madagascar emang gini katanya sambil menunjukkan foto pacar dan orang tuanya. Makanan sehari-hari di Sana juga sama kayak di Indonesia, yang utama ya nasi. Makan nasi ditemani laoek, yang maksudnya lauk. Ihi, bahasanya hampir mirip tuh. Bahasa Malagasi termasuk rumpun Melayu Polinesia, dicatut dari dw.com dalam bahasa khas Madagascar ini i terkandung pengaruh bahasa lokal di Indonesia, yakni Barito Timur, Jawa dan Melayu.

Hobinya Njara adalah makan permen dan inilah salah satu permen favoritnya :

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/79/Kopiko.jpg/250px-Kopiko.jpg



Dia pernah nawarin Kopiko ke Penulis dan tanya, di Indonesia ada kopi gak. Untung banged bungkus permen Kopiko menjawab segalanya, lha wong kebetulan diproduksi PT Mayora Indah Tbk, Indonesia Kami pun ketawa..

Sewaktu dia mau pamit pulang, penulis masih keheran-heran, pasti dia punya saudara Indonesia. Dia bilangnya sih gak pernah ketemu orang Indonesia di Kampung halamannya. “Mungkin buyutnya buyutku emang orang Indonesia, Fit.” Sampai sekarang, kami masih kontak-kontakan..

nenek moyangku orang pelaut
gemar mengarung luas samudra
menerjang ombak tiada takut
menempuh badai sudah biasa
angin bertiup layar terkembang
ombak berdebur di tepi pantai
pemuda b’rani bangkit sekarang
ke laut kita beramai-ramai
Sumber  : http://liriklaguanak.com/nenek-moyangku-seorang-pelaut-lirik/

Mungkin Nenek moyangku juga nenek moyangnya....

Ni coba liat info dari Youtube :


Sumber Video : https://www.youtube.com/watch?v=4m5qUatvCN4


Good Luck for Njara....



*Tiba-tiba keinget pas bangun tidur
4

4 komentar:

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D