Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Jumat, 26 Februari 2016

Kosakata Bahasa Jerman Lewat Puisi #1

Belajar bahasa Jerman dengan puisi, puisinya puisi cinta yang romantis, gak bikin nangis, dibaca sambil meringis. Buat yang pedekate dengan Jemand (Someone) atau mau nambah kosakata, marilah dibaca. Los geht!
Dimulai dari yang sederhana dulu :D

Roti Gimbal Cinta Boyolali Karya Ibu


Ich brauche dich
(Aku butuh kamu)
Du bist mein Leben
(Kamu adalah hidupku)
Komm in meinem Leben!
(Masuklah dalam hidupku)
In deinen Augen ist der Himmel
Dalam matamu adalah langit
Seit ich dich kenne, ist das Leben wie Paradies
Sejak aku mengenalmu, hidup seperti ada di Surga
Ich liebe Dich
(Aku cinta kamu)

Part 1


Terinspirasi german4free.blogspot.com

Gambar ilustrasi di atas merupakan makanan tradisional Boyolali, yang memiliki nama roti gimbal. Roti gimbal ini masih mempertahankan kealamiannya dari segi penampakan. Roti kelapa yang manis, lembut dan menghangatkan ini dibuat oleh Ibu. Dengan bangga, saya menyebutnya Karya Ibu Mungil.
Berminat? Saya bisa mempertemukannya dengan kamyu :D
1

Rabu, 24 Februari 2016

Kristia: Dari Au-pair Lanjut Kuliah di Jerman

Kristia kini sedang menjalani proses penyetaraan jenjang pendidikan di Freie Universität Berlin, yang sering dikenal dengan Studienkolleg. Hal  ini wajib dijalani seseorang, yang ingin lanjut kuliah di Jerman dan memegang ijazah SMA Indonesia. “Ya, maklum tingkat pendidikan di Jerman sampai kelas 13, sedangkan Indonesia hanya sampai kelas 12.”

Kristi yang sempat kuliah jurusan Psikologi Universitas Indonesia (UI) ini bercerita, bahwa awalnya ia datang ke Jerman sebagai Au-pair. “Aku dulu dapat di Freiburg, salah satu kota di Baden Wűrrtemberg.”

“Membeli” Kesempatan Lewat Au-pair

Selama menjadi Au-pair, ia juga memanfaatkan waktunya untuk memperdalam kemampuan bahasa Jerman. Kursus bahasa, analisis buku dan banyak komunikasi menjadi salah tiga dari sekian banyak hal yang ia lakukan.

21

Senin, 22 Februari 2016

Mengenal Angka dalam Bahasa Jerman

Guten Tag!

Heute lernen wir die Zahlen oder auf Indonesisch "Angka".

die Zahl
die Zahlen
Nah, sebelumnya baca dulu ini ya, santai aja bacanya dan setelah itu lanjut bawahnya yaaaah!


Beberapa hal yang perlu diperhatikan
  •   Bilangan yang ditulis dengan huruf harus disambung semua.  
  • Untuk mengucapkan bilangan belasan, pada dasamya hanya bilangan satuan + zehn, kecuali yang    menyimpang yaitu 11 = elf; 12 = zwölf; 16 = sechzehn; 17 = siebzehn.
  • Untuk mengucapkan bilangan puluhan bulat, pada dasamya hanya bilangan satuan + zig, kecuali yang menyimpang yaitu 20 = zwanzig; 30 = dreißig; 60 = sechzig; 70 = siebzig.
  • Untuk mengucapkan bilangan puluhan dan satuan dengan cara diucapkan satuannya dulu + und + bilangan puluhannya
http://www.lichtbote.info/Zahlen%20jonglieren%20klein.jpg

Sudah dibaca kan? Yuk, sekarang mengenal angka-angka dalam bahasa Jerman ya?

     0       =       null

1      =      eins                                                                                                                                     
2      =      zwei
0

Minggu, 21 Februari 2016

Pesan

Makam bukanlah buat orang yang mati, tapi lebih buat orang yang ditinggalkan. Sejauh mana mereka yang ditinggalkan ingin menunjukkan hormatnya pada yang ada di dalam Tanah tsb. Saya merangkum tulisan Seno G A berjudul Kuburan yang beberapa waktu lalu saya baca, sebelum  berkunjung ke Makam Bapak dan Kakak hari ini (21.02)

Sebetul-betulnya, dulu saya juga ingin ikut melihat proses pemakaman bapak. Tetapi, ada beberapa hal yang bikin saya ndak bisa pulang dari Jerman. Ya, begitulah rasanya. Sampai hari ini, saya berat dan susah jika ditanya bagaimana saya waktu itu. Untungnya, teman-teman saya tidak banyak menanyakan hal semacam itu.


Mengunjungi makam mereka adalah bentuk penghormatan saya sesuai tradisi dan budaya turun temurun. Mendoakan mereka adalah kewajiban yang tidak bisa diganggu gugat. Semoga, kehadiran tsb bisa menjadi bukti. Apapun itu, saya percaya pesan ini bisa mereka rasakan. Amien
0

Reuni Kecil TK

Mengabadikan nama salah satu mantan Bupati Boyolali, Taman Kanak-Kanak ini masih berdiri tegak di Sono Kridanggo Boyolali. Di Sanalah, penulis 3 tahun menjadi murid imut, lucu nan mungil yang senantiasa ceria dan gemar berkelahi. Uppsss!

Ialah TK Islam Alhasbi. Kali ini, penulis mau laporan bahwasanya pada 20 Februari 2016, 3 alumni TK tersebut bertemu kembali. Jika dihitung, kira-kira sudah 15-20 tahunan lah gak ketemu.

Wah...

fita, penulis, anis
0

Mengenang Kamu, Smada Boyolali ;D

Menulis kenangan masa sekolah  adalah obat rindu yang menyenangkan. Apalagi kini, penulis seperti melihat mimpi yang jadi nyata, mulai berkarir di Almamater kesayangan, SMA N 2 Boyolali. Walau masih merintis, riang gembira hati dan jiwa seperti ditabuh-tabuh. Rasa syukur pada Illahi seperti nafas yang keluar dari hidung tiap hari.

Cerita kali ini mengenai guru bahasa Indonesia tergaul, Pak Syaifudin Zuhri. Saya ingat sekali, Pak Zuhri adalah guru baru waktu itu dan suka main tenis. Saya mulai akrab dengan Pak Zuhri karena sering dipilih lomba.

Dari mulai lomba debat, baca puisi dan  presentasi. Ada dua lomba yang benar-benar berkesan buat saya sampai hari ini. Pertama, lomba baca puisi se Jawa Tengah yang dihelat di Salatiga, nginep tiga hari di Asrama khusus dan hasilnya belum sesuai target. Saya gak masuk tiga besar. Saya dulu nangis dalam hati dan bertekad bakal memperbaiki semuanya, entah kapan.

Maklumlah, anak SMA! :D
@@@

Untungnya, kekalahan itu terobati beberapa hari kemudian karena saya menang lomba pidato penyuluhan narkoba dalam acara kepramukaan se-Boyolali, GWFCK. Juara dua, alhamudlillah.

Kedua : Sampai pada suatu hari, saya gak sengaja baca pengumuman lomba baca puisi tingkat regional Jateng di UMS. Waktu  itu, ada kendala sebelum berangkat, saya udah pasrah dan hampir patah semangat gara-gara masalah itu. Saya pamit dan minta doa restu Pak Zuhri sama Bu Ida buat berangkat tanpa kawalan guru. Cuma saya sama Fitria yang juga ikutan lomba.

Naik motor, belum punya SIM, masih dihantui was-was sama masalah itu. Hasilnya ini ni :

0

Kamis, 18 Februari 2016

Wisata Hati, dari Klaten Sampe Sowan ke Prof. Suminto

Sempat merasa takut mengendarai motor, toh akhirnya penulis berhasil sampai Yogyakarta dengan bahagia. Bagaimana tidak, lha wong bakalan ketemu kawan-kawan dan wisata rohani di Kampus Ungu, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Yogyakarta (FBS UNY).

Sampai di Fbs, walau sudah banyak berubah dari segi fisik dan kabinet, suasananya masih membuat hati saya terkompori aroma yang susah dijabarkan. Teduh, walau pohon belakang PLA ditebang dan sejuk meskipun saya keringetan gobyos-gobyos.

Tujuan saya yang utama adalah legalisir ijazah dan ambil trasnkrip nilai. Tentu, saat pengambilan nilai itu banyak membuat petugas yang nggumun. Wisuda saya kan Desember 2013, lha kok baru diambil 2016. Ya, saya kan gak ikut wisuda dan langsung ke Jerman habis Yudisium Juli 2013 lalu.

Untungnya ni , dengan surat kuasa,perkara  ijazah saya bisa diselesaikan oleh Sekar Rani PN, mbak asli Klaten itu. Alhamdulillah dan terimakasih!

Tertawa

Minggu (14/2) adalah pertama kalinya naik motor jauh setelah vakum 2,5 tahun. Prestasi yang membanggakan dan saya pun mengakui, adapatasi di Ibu Pertiwi memang lebih lancar. Jalanan yang saya lalui masih sama seperti dulu, Boyolali – Jatinom-Yogyakarta.

Klaten Bersinar jadi labuhan pertama saya. Saya menuju ke Sebuah Rumah yang beberapa tahun lalu sering saya kunjungi. Yaaak, akhirnya tuan rumah keluar juga dan kami pun tertawa sepanjang nafas. Kami menandai beberapa perubahan kentara antara kami. Tak lupa, makan siang dengan menu mie ayam jadi penutup pertemuan di Situ.



Sekar yang tadinya gak mau ada rencana ke Yogya, malah ikut bersama saya. Spontan sekali rasanya! Alhamdulillah, saya gak sendiri deh. Kami pun pergi ke kawan sekelas yang sudah berkeluarga, namanya Ayu. Di Sana, kami terpesona dengan usaha yang tengah ia jalankan bersama suaminya, semoga semakin lancar ya!

Nyasar

Selesai dari Ayu, kami mendarat di kediaman Yayok, mantan ketua kelas kami. Di sana kami ngakak-ngakak dan masih merasakan hawa-hawa kuliah yang menyenangkan, hahahah. Saya pun pergi sebentar ke Suatu tempat yang membuat saya nyasar waktu pulang. Jalanan Yogya malam hari membuat saya hilang kendali untuk konsentrasi. Gara-gara nyasar, Silpi sampe marah-marah. Hikmahnya, saya malah dianter ke Kosan Silpi sama mereka berdua.

Paginya

Semalam kami (Silpi dan Saya) udah berencana bangun pagi dan langsung ke Kampus, sayangnya kami ketiduran. Di Kampus, saya ketemu temen-temen semasa aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa dulu. Ini ni mereka...


0

Kamis, 11 Februari 2016

Jalan Kaki di Berlin

Jalan kaki di Berlin bisa juga jadi pilihan menarik, asalkan kuat, tahan dan gak keburu-buru. Waktu ke Sana (18-23/01/16), penulis sempatkan diri untuk jalan kaki dari rumah mbak Odi deket kedutaan besar Indonesia sampai ke Alexander-Platz.




Rute gampangnya dari Berlin Hauptbahnhof

Dari situ jalan kaki lewat Reichstag dan terus sampai ke Brandenburger Tor

Terserah mau ngapain di Situ, kalo penulis kemarin liat-liat dan masuk ke Toko Souvenir

Kalo minat coba main ke Madame Tausand

Jalan aja terus, belanja oleh-oleh kalo mau

Jalan lagi ngelewatin Humboldt University

Dari situ udah keliatan Berliner Dom

0

Auf dem Boden Bleiben, Fit!

In meinem Gedanke wurde ich gefragt, wie ich später Motorroller fahre. Das Ergebnis habe ich vor 3 Tage bekommen. Ich konnte noch richtig recht oder links abbiegen! Ich műss eigentlich auf dem Boden bleiben, das schaff ich noch!

Als ich noch in Deutschland war, haben Kiki und ich schon mal darűber nachgedacht. “Können wir noch Motoroller fahren? Klar, hatte ich bisschen Sorge. Dort fuhr ich niemals mit dem Motorroller. Ei, aber ging alles sehr einfach. Ich bin eingestiegen, die Schlűssel eingesteckt, knopf gedrűckt dann los!

Ich fahre jetzt langsam, achte zu viel, aber ich bin zufrieden! Das műss noch geűbt werden, damit ich meine Fähigkeieiten nicht verliere. Nicht nur Motorroller fahren, sondern auch alles was ich gelernt, “gesammelt”,”gekauft” habe.



0

Rabu, 10 Februari 2016

Tanda Baca Koma dalam Bahasa Jerman #1

Tanda baca ada bermacam-macam, baik itu bahasa Indonesia maupun Jerman, ya kan? Es gibt verschiedene Satzzeichen sowie auf Indonesisch also auch auf Deutsch. Penulis yakin, agan dan aganwati sudah akrab dengan tana baca macam ini : .,/?!.

Was sind sie auf Deutsch?

Nah, mengenal dari yang gampang diingat dulu, dia adalah das Komma (,). Inilah dia kumpulan tanda baca yang lain :

.
der er Punkt, -e. Contoh : Dieses Text hat viele Punkte
,
das  Komma, s/-ta. Schreib dieses Komma bitte zwischen Haupt und Nebensatz..
?
das Fragezeichen,- .
!
das Ausrufzeichen,-
:
der Doppelpunkt,-e
;
der Strichpunkt, -e
der Apostroph, -e
“ “
die Anfűhrungszeichen
/
der Schrägstrich, -e

0

Selasa, 09 Februari 2016

Curhat Kaget Seminggu di Rumah

Melewati 3 kali tahun baruan di Jerman, akhirnya saya pulang ke Indonesia pada 31/1 kemarin. Perasaan saya waktu pulang itu seperti berpergian untuk travel jalan-jalan semata, tidak terlalu deg-deg-an dan saya gak sendiri. Kebetulan banged, Praeska juga pulang dengan pesawat dan jadwal yang sama.

Yang paling menguras pikiran sebelum pulang adalah oleh-oleh. Saya sempet sakit Cuma mikirin oleh-oleh apa aja yang harus dibawa pulang. Gak Cuma itu, saya juga harus kuat meladeni permintaan beberapa orang yang agak aneh. Ada yang nitip LAPTOP dan ada yang minta dibawain ini itu. Duitnya Situ?

Lama kelamaan saya sedikit santai, kenapa saya harus pusing mikir oleh-oleh mahal. Oleh-oleh yang saya siapkan adalah barang-barang yang bisa saya beli dengan uang sendiri dan tidak merepotkan jika dibawa. Selain itu, saya memanfaatkan hadiah-hadiah dari kolega dan kawan-kawan ajah hehe. Lagi pula ada hal besar lain yang secara spesial sudah disiapkan jauh-jauh hari, olehh-oleh ini pun dikemas rapi dan bisa dinikmati.

Ialah Pengalaman dan Ilmu dari Kegiatan selama di Jerman. Kalo ada yang gak kenal dan tiba-tiba minta oleh-oleh, saya akan ajak dia ke Rumah. Saya mau berbagi cerita dan foto-foto keren menurut saya  selama di Eropa. Hahahahahahah! Saya mau bikin pameran di Rumah, pasang slide foto dan presentasi aja.

Oke oke skip...

4

Tukar Uang Euro di Money Changer Jakarta

Sebelum di Indonesia, penulis mikir-mikir uang Euronya mau ditukar dimana ya? Mau ditransfer ke Bank Indonesia atau dituker aja di Indonesia. Untuk urusan transfer, bisa aja pake Worldremit atau langsung aja ke Bank dengan minta data buat transfer Internasional. Yang dibutuhin selain itu juga alamat lengkap bank tujuan, swift code dan nama.




Oke, hasilnya penulis tukar uang di Indonesia. Pertanyaan baru yang muncul adalah tukar dimana yah? Hasil dari baca-baca dan tanya, disarankan pilihan pertama untuk menukar di Money Changer resmi, pilihan berikutnya sebagai alternatif terakhir adalah di Bank dan Bandara.
0

Senin, 08 Februari 2016

Beberapa Abkűrzungen Dalam Penulisan Pesan Teks (Jerman)


Awalnya ada seorang kolega komen bahwa penulis tu nulis di Whatsapp panjang-panjang. Hahaha, emang jujur aja, kalo sama mereka orang Jerman, penulis selalu berusaha menulis sebaik yang diketahui. Dia kan tahu penulis punya blog, terus bilang, mungkin itu ada hubungannya. Padahal mah, bukan itu alasannya :D



* Supi : Super


Ragam tulis menulis di Pesan Instan di Jerman juga gak sebaku yang penulis dulu kira. Orang juga banyak yang menyingkat dengan menghilangkan subjek,dll. Emang gak semuanya menyingkat, tapi gak ada salahnya kan tauu :D

Jetzt lernen wir was!

3

Sabtu, 06 Februari 2016

Deutschclub Boyolali #1

Guten Tag!

Deutschclub ini masih merupakan rintisan. Dengan ini saya mengajak teman-teman yang sudah atau sedang atau ingin belajar bahasa Jerman dan berminat untuk meramaikan Deutschclub Boyolali. 


Tujuan saya kedua adalah  menjaring orang-orang yang berminat belajar bahasa Jerman dan budayanya, ingin ke Jerman dan pengin punya temen cerita seputar Jerman.







8

Sekelebat di Berlin dan Potsdam

Setelah masuk ke Kubah Reichstag (20/01) di Berlin, perjanan pun dilanjutkan menuju ke Potsdam. Menuju ke Ibukota Negara Brandenburg tsb cukup dengan membeli Tageskarte ABC, yang artinya bisa jalan-jalan di Berlin sekaligus ke Ibukota sebelah.



Salju masih bertebaran di Berlin, waktu sudah siang, dingin dan cuaca sedikit keabuan membuat perjalanan kali ini lebih berat. Berat jaketnya maksud penulis. Supaya tetap oke, menghalau dingin dengan pakaian yang tepat serta makan secukupnya.

Tidak langsung ke Potsdam, penulis ketemuan dulu sama temen dunia maya. Teman dunia maya ini penulis kenal lewat blog, dan setelah satu tahun kenalan, kemarin (20/1) adalah Burger darat pertama. Burger darat ini merupakan istilah pengganti kopi darat.
0

Titip Barang Di Stasiun Gambir


Seharian di Jakarta gak santai kalo haru bawa dua koper gendut dan beberapa tas. Masak iya, di Panasnya Ibukota dengan hiruk-pikuk yang bersambungan, penulis harus menyeret koper-koper itu. Untuk itu, penitipan barang di Stasiun Gambir menjadi pilihan yang diambil.

Saya lupa detail tarifnya, pokoknya untuk seharian biayanya 25ribu per barang. Jadi, kalo kopernya dua ya 50 rb deh bayarnya. Loker ini ada di Dalam Stasiun dan resmi. Dari luar sih tempatnya kecil gitu. uang dibayar jika koper akan diambil. Oya, kalo perjam beda lagi bayarnya, perjam dihitung 7000rb apa ya. Lupa, mending bayar 25 rb aja lebih murah.


25

Pengalaman Naik Pesawat Srilankan Airlines Jerman Jakarta

Pengalaman orang memang tidaklah sama, pendapat orang juga gak semuanya mirip.  Atas dasar inilah penulis yakin bahwa naik Pesawat Srilankan itu memanglah pilihan tepat buat penulis waktu pulang dari Jerman ke Indonesia (31/01/16). Pilihan tepat setelah beberapa kali ada yang komen kurang baik pada Maskapai penerbangan Asia tsb. :D

Kenapa naik Srilanka?

Pertanyaan ini menjadi renungan penulis sebelum dan sesudah membeli tiket pesawat pulang ke Indonesia.

  • Yang paling utama adalah harganya terjangkau untuk penulis. Kebetulan, penulis dapat harga 340. Pulang pergi lebih murah lo (bagi yang butuh).




  • Waktu perjalanan gak terlalu panjang, ya 17 jam totalnya. Itu udah termasuk 3 jam transit di Bandara  Kolombo, Srilanka.

  • Melayani penerbangan ke Indonesia.

  • Beberapa teman dan kakak kelas pernah naik Srilanka

Dimana Beli Tiketnya?

Tiket ini penulis beli lewat App Skyscanner, dihubungkan dengan STA Travel dan dibayar menggunakan online banking. Pernah penulis tulis di Sini : Tiket Pesawat Jerman - Indonesia




Sempet takut juga lo mau naik Srilankan, soalnya banyak yang bilang itu kurang oke. Kurang oke dalam beberapa hal, seperti makanannya dan isi dalam pesawat.Sebelum pesen tiketnya, penulis melakukan observasi baik langsung dan tidak langsung. Ya, baca-baca di Internet dan wawancara ke orang yang pernah naik.

Hasilnya? 75 % menyatakan makanannya gak enak.

Tujuan penulis naik pesawat ini adalah supaya bisa pulang ke Indonesia, jadi kalaupun makannannya gak enak, ya sudahlah, yang penting dapat air

Hari yang ditunggu tiba dan hari itu juga menjadi ajang pembuktian diri, betulkah Srilanka makanannya gak enak? Hahaha.

Menurut pendapat pribadi, dari segi pesawat lumayan oke, buktinya boleh terbang dari dan ke Jerman. Pramugari? Ramah dan mungkin emang sedap dipandang untuk ukuran orang Kolombo, yang paling menarik adalah pakaiannya yang seperti pemain bollywood. Makannanya? Saya pribadi sih, cocok aja. Porsinya cukup dan bikin kenyang.

Ini dia makanannya :



Saya habiskan setiap makanan yang datang ke Bangku saya. Menurut Praeska, teman sebangku saya yang juga anak Boyolali bilang, makanannya enak. So, untuk tiket 340 Euro, fasilitas yang didapat tidak mengecewakan.


Bagasi?

Berat koper yang saya taruh di Bagasi adalah 31 kg, Praeska 32. Dalam kabin saya membawa dua ransel, satu isinya pakaian dan satunya isinya dokumen serta netbook. Kalo ditotal dalam kabin 17kg. Kata orang-orang yang sudah berpengalaman di Foto ini, gapapa kok bawa segitu. Yang penting jangan ketemu sama petugas yang lagi sensi aja. Hahaha. Santai aja dan jangan kelihatan bawa barang berat.

Online Check-in

Saya dan Praeska dibantu mba Yanthi untuk online check-in, jadinya ni kami ga perlu antri di Bandara dan bisa dapat tempat duduk barengan. Tempat duduk yang bisa dipilih waktu online adalah dari Frankfurt-Colombo, yang Colombo Jakarta dipilihin petugasnya waktu ngambil boarding pass

Sudah Berasa Indonesia di Bandara Bandaranayake

Pesawat Srilanka yang saya naiki Cuma terbang dari Frankfurt ke Colombo, dari Colombo penumpang akan dinaikkan anak pesawatnya, yaitu  Mihin lLanka. Baru sampai di Colombo, perasaan saya seperti sudah di Indonesia.

Alasannya? Banyak sekali kami temui orang Indonesia di Sana. Ada yang mau umroh, ada yang transit karena terbang dari Taiwan, ada yang ini dan itu. Saya agak kaget juga, ketika melihat sesama warga Indonesia banyak yang di Sana. Dari pengamatan saya, mereka kebanyakan wanita, dari Jawa, saling kenal satu sama lain.

Naik Mihin Lanka yang lebih kecil saya udah ngerasa naik bis regional dari Yogyakarta ke Boyolali. Kenapa?
  • Mayoritas penumpangnya adalah orang Indonesia, ya itu tadi para wanita yang sudah saya sebut.
  •  Naik pesawat seperti naik bus darat.
  • Suasana di Dalam Pesawat lumayan berisik dan beberapa penumpang ada yang jalan-jalan lo, sampe pramugara berkali-kali ngingetin hehe.
  •  Pokoknya saya ngerasa itu bukan di Dalam Pesawat.
  • Beberapa arahan pake Bahasa Indonesia

Nilai Secara Keseluruhan?









Dari angka 10, saya pilih angka 7.5.  Penerbangan sesuai dengan jadwal, makanan oke, pramugara/i ramah, pesawat standar, fasilitas dalam pesawat bisa dinikmati. Intinya, bagus tapi cukup.

Selama di Pesawat saya gak bisa tidur, Cuma nonton film aja, ngobrol sama Praeska sambil menikmati perjalanan Jerman ke Indonesia.

Terimakasih Srilanka yang sudah mendarat cantik dan membuat saya bisa pulang kampung. Yeaaaaaaaaaaaaaaaaah!!

Bisa Jadi Saran?

Bagi kamu yang pengen pulang ke Indonesia tanpa mementingkan menu makanan, Srilanka bisa jadi pilihan yang asik. Harganya paling murah sih seringnya :D.




8