Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Kamis, 30 Juni 2016

Sejenak di Alun-Alun Boyolali

*Pengantar foto
Boyolali, kota kecil di lereng Merapi memiliki magnet baru yang kuat. Sebuah kompleks seluas yang baru selesai dibangun pada November 2015 (boyolalikab.go.id). Sebagai tempat gedung pemerintah kabupaten, tempat ini seperti terbuka bagi warganya.  Wajah kabupaten baru yang terdiri dari tempat-tempat menarik untuk diabadikan. Maklum saja, alun-alun Boyolali juga ada di Sana.




Menarik, jika Boyolali ramai oleh turis yang berkeliling di Wilayah kabupaten baru itu. Ngomong-ngomong saya jadi ingat Brussels, ibukotanya Belgia dimana wilayah gedung balaikota dan sekitarnya mampu menyedot jutaan pengunjung. Saya Cuma sebentar sih di Sana, ibarat butiran debu yang menndarat sementara , jadi yang saya perhatikan masih sebatas luarannya.

Boyolali punya balaikota yang hampir serupa gedung putih di Washington :D Yang belum ke Sana, ke miniaturnya dulu deh di Sini J. Sayang, saya belum foto di depan gedung, bingung ngambil angel darimana, hahaha.

http://www.boyolalikab.go.id/arsip/2016/02/Kantor.jpg
0

Minggu, 26 Juni 2016

Ke Kampung Air Boyolali

Ada sebuah “kampung”, yang konon katanya dulunya adalah lahan yang  tidak terawat.Sampai pada suatu waktu, ada seorang warga yang berinisiatif menyulapnya. Lahan itupun disulap menjadi tempat mengasyikkan untuk dipandang dan dikunjungi.  Sebut saja namanya Pak Arif Mulyadi.

Ia yang asli Boyolali itu berhasil me-make over  lahan yang dimaksud. Saya baca-baca dari beberapa blog (aromarmp.com dan anisanik ), dulu lahan ini memiliki sungai hanya dimanfaatkan warga sekitar untuk MCK (mandi cuci kakus). Sampai sekarang, masih ada kok sungai kecilnya. Di Situlah suara gemericik air begitu damai didengar :D.



Bdw, umur tempat ini masih sangat muda. Di usianya yang muda, mari kita ikut nyengkuyung perkembangannya :D

Penggagas sekaligus pemilik tempat ini berkeinginan memiliki sebuah taman peristirahatan, yang santai dan asik. Betul saja, sesampainya di Kampung itu, saya agak ngantuk.. Ngantuk karena merasakan silir-silir gimana gitu. Eh... mungkin juga karena efek masih puasa ya dan laper. Di Sana masih banyak pepohonon, bahkan ada pohon yang besar sekali. Daun-daun rindang, hijau, angin sepoi-sepoi, duh syahdu sekali.


Dihinggapi rasa penasaran, saya pun memaksa si Bayi kecil Asti agar mau ikut.

Yeah wir sind hier! Kampung Air di Desa Watu Genuk, Kragilan, Mojosongo, Boyolali.

Bayar Tiket dulu yaa

Sebelum betul-betul masuk, kami secara sadar segera ke loket tiket untuk membeli sebanyak 2 buah. Pada Juni 26 ini, harganya 7500/orang.
Ini lengkapnya :



Eh kami disuruh bayar 17rb. Setelah cek dan ricek, biaya 2000 digunakan untuk parkir. Okeeelah!

Ini dia penampakan gerbang yang ada di Samping loket pembayaran


2

Minggu, 19 Juni 2016

Tips Lolos Ujian A1 Bahasa Jerman (Menulis : Schreiben)


Ada beberapa hal yang bisa diperhatikan untuk menaklukan ujian A1 Bahasa Jerman di Goethe Institut (khusus yang bagian menulis/Schreiben). Berdasarkan pengalaman pribadi dan wejangan Dosen serta referensi buku, inilah persembahan penulis buat para pembaca yang berkepentingan. :D


Oleh Fitri Ananda





Gut zu Wissen!
Wenn wir einen Brief schreiben, vergisst nicht diese Dinge:
0

Hobi Lama Muncul (lagi)

Semenjak pulang, hobi lama saya muncul lagi, yaitu mendengar orang sambutan.
Sampai hari ini hasilnya menunjukkan bahwa (menurut saya pribadi),

75 %
Didominasi dengan :

5

Rabu, 15 Juni 2016

Dimulai

Ku terasing dalam sebuah kebetulan

Di mana mataku membaca kesempatan

Untuk diam sejenak

Kuamati bagian-bagian kecil

Kudengar jeritan orang berbincang-bincang

Tertawa dan menghisap tetangga-tetangganya

Buat apa ku duduk

Jika inginnya ku berlari

Saat hendak berlari

Langkahku tertahan


Sebab acara inti segera dimulai
0

E g a l

Der Mai brach heran, gut ein Monat hatte die Dinge gebraucht, um mich glauben zu können, 
Es ist schon Juni, das heißt, schon fast halbes Jahr bin wieder hier. 
Es geht bis jetzt noch komisch, irgendwie fehlt etwas. 
Villeicht bin sehr übertrieben.

So anders war mein neues Eindruck davon, was die Dinge ist.
Es bestand da ein unausgesprochener Konsens
zwischen die Gedanke und die Realität. 

Das ist hier!


Ich reagiere normal, so normal wie möglich.


Ach... egal! :D



*Boyolali, 15 Juni 16. 



*Ich, wer gerade an meinen vorherigen Wohnort denk.



0

K e t i k a

Ketika
Kudengar suara orang berdahak
Yang lantang di mana-mana
Kulihat mereka meludah sembarangan
Begidik sendiri perasaanku
Sekali dua kali
Tiga empat kali
Selalu diulangi

Ketika
Kusaksikan orang buang ingus
Keras keras
Tanpa permisi
Di mana-mana
Di meja makan
Di samping orang makan
Di depan orang makan
Hancur sudah seleraku

Kubiarkan sejenak
Kutahan-tahan
Jangan sampai terlihat marah
Walaupun rasanya mau muntah

Tolong


0

Sabtu, 11 Juni 2016

Sastra Jerman?

Nasib mata pelajaran  (mapel) bahasa Jerman pada kurikulum 2013 yang dijalankan di Tempat saya bekerja bisa dibilang lumayan. Mapel ini masih ada untuk kelas XI dan XII. Untuk kelas X, kemasan mapel ini diganti nama dengan Sastra Jerman.

Bayangan saya pun langsung berlarian ke masa kuliah. Dimana saya mendapat pertama kali mata kuliah sastra pada semester 4 atau 5. Saya suka mata kuliah ini, apalagi dengan aplikasinya. Ya, kami seangkatan pun menampilkan pementasan teater di akhir mata kuliah. Mahasiswa memperlajari sastra, setelah punya dasar kemampuan bahasa Jerman yaitu bicara, menulis, mendengar, membaca.

Anak SMA belajar sastra Jerman? Bagaimana mengemasnya, itulah pertanyaan saya sampai hari ini. Haruskah mereka dijejali dengan hapalan perkembangan sastra dari abad ke abad? Hati kecil saya bilang, JANGAN begitu deh, Fit!

Porsi jam belajarnya lumayan, jadi peserta didik tetap diajarkan tata bahasa Jerman tingkat dasar . Supaya esensi sastranya tidak hilang, inilah saatnya mereka mulai mengenal dongeng-dongeng, lagu-lagu baik yang jadul maupun masa kini, berita-berita terhangat seputar Jerman dan diperlihatkan gaya menulis orang Jerman. Saya bersyukur, majalah dan buku-buku Jerman itu sudah sampai di Indonesia. *Tuhan, betul katamu, gak ada yang sia-sia!


Semoga mereka bahagia dan paham.
Semoga ada manfaatnya.
Jangan yang penting ngajar....
Tapi ngajar yang penting.



Masih berpikir, ada ide?
0

Akhirnya Kamu Nikah duluan, ntan.....

Waktu itu

Sebelum dia resmi melangsungkan pernikahannya, jauh hari telah kuminta dirinya untuk bertemu dulu. Permintaanku tidak berat, cukup kami berdua bertemu dan nanti foto-foto. Pasalnya,  sudah lama sekali tidak punya gambar yang berdua. Kami tidak bertemu sekitar 3 tahun, hingga akhirnya kudengar kabar ia akan menikah.

Betapa tidak kuduganya, ketika ia akan menikah bulan Mei 2016. Secepat itukah kamu? Apa kamu memang sengaja menunggu kedatanganku dulu supaya aku turut melihatmu dan pasanganmu di Pelaminan nanti.

Ketika kami bertemu seminggu menjelang akadnya, kuungkapkan beberapa hal. Kami pun mengingat saat-saat bersama. Kami menertawakan polosnya kelakuan masa itu. Pada akhirnya, kamulah yang menikah dulu, ntan, batinku tiba-tiba.
4

Selasa, 07 Juni 2016

Lagak Orang Nyontek di Kelas :D

Salah satu fungsi tes adalah menentukan tingkat pencapaian setiap anak, jika konteksnya adalah test di Sekolah. Sampai saat ini ada berbagai macam test yang diadakan, seperti mid semester, ujian akhir sekolah, ulangan harian, dll. Biasanya, bentuk test macam begini terdiri dari pilihan ganda dan essay.
Efektifkah test macam itu diberlakukan jika, masih sering ditemui lagak-lagak semacam ini di Kelas saat ujian?

  •  Senyum-senyum polos nan licik.
  •  Bisik-bisik dari belakang.
1