Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Sabtu, 11 Juni 2016

Akhirnya Kamu Nikah duluan, ntan.....

Waktu itu

Sebelum dia resmi melangsungkan pernikahannya, jauh hari telah kuminta dirinya untuk bertemu dulu. Permintaanku tidak berat, cukup kami berdua bertemu dan nanti foto-foto. Pasalnya,  sudah lama sekali tidak punya gambar yang berdua. Kami tidak bertemu sekitar 3 tahun, hingga akhirnya kudengar kabar ia akan menikah.

Betapa tidak kuduganya, ketika ia akan menikah bulan Mei 2016. Secepat itukah kamu? Apa kamu memang sengaja menunggu kedatanganku dulu supaya aku turut melihatmu dan pasanganmu di Pelaminan nanti.

Ketika kami bertemu seminggu menjelang akadnya, kuungkapkan beberapa hal. Kami pun mengingat saat-saat bersama. Kami menertawakan polosnya kelakuan masa itu. Pada akhirnya, kamulah yang menikah dulu, ntan, batinku tiba-tiba.


Ku akui sedikit nekat mengajaknya bertemu, tapi untungnya waktu dan semuanya seakan mendukung. Sehari sebelum bertemu, aku ikut lomba dulu di kampus FIB UGM, tempat dimana kami pernah nonton teater bareng dan juga mantan kampusnya.

“Aku pengen ketemu saat kamu masih lajang.”

“Iya, gapapa, aku seneng kita ketemu.”

“Akhirnya ini pilihanmu.”

“Iya alhamdulilllah :D.”

Kami pun makan dengan lahapnya. Perjalanan cintanya berlabuh di Hati seorang yang tak terduga.

“Ntan eh..kalo kamu udah berkeluarga mungkin susah diajak gini lagi. Gak mungkin aku nginep di Tempatmu kayak dulu”

“Ah kamu..”

28 Mei

Pukul 17.30 sampailah aku di Yogyakarta. Tanpa janjian, kuhubungi Liesza agar ia sudi meminjamkan setrikanya. Bajuku kusut dan aku mau di Pernikahannya aku tampak rapi. Untungnya, Liesza belum jadi pergi bersama kekasihnya untuk bermalam mingguan.

Ku hela nafas panjang ketika sampai Gedung pernikahannya. Dari jauh kudengar namanya dan nama yang lain disebut. Aku semakin berdegup. Ntan, itu namamu dan namanya ya.

Antrian undangan mengular, tujuannya sama ingin bersalaman sama kamu dan dia. Aku juga. Kuharap, kalian berdua nanti jangan menertawankanku yang datang ke Kondangan dengan tas ransel hitam itu.

Tibalah giliranku, kusalami mamanya. Sosok wanita yang kukenal dan mengenaliku, kami saling tertawa dan mengingat masa lalu. Masa di mana aku masih sering bertandang ke Rumahnya.

Kini tibalah saatnya aku menyalami pasanganmu dan tak terasa aku menangis.

“Ntan... Selamat ya.... “

“Kenapa nangisnya di Sini?”

“Ga kuat, aku inget masa lalu.”

Kulirik pasangannya. 

Mereka berdua tertawa.

Ku tersenyum dan sekali lagi mengucapkan selamat.







Selamat menempuh Hidup baru, ya Rintan dan Riza :D












*Masa lalu : jaman rintan pacaran sama mantan-mantannya. (ups)
*Rintan adalah temen dari SMP. Dulu kalo sabtu minggu, aku sering Ke Rumahnya.Waktu kuliah juga, apalagi tanggal tua. ---_______------ ^^
 *Sering dikasih makan mamanya.
*Sering dijajanin juga ama Rintan.


4

4 komentar:

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D