Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Senin, 26 September 2016

Guru Buat Komik Digital Bahasa Jerman, Boleh looo

Sesampainya di TKP

Tiba di Tempat tanpa sempat istirahat, saya masuk ke Gedung Rendra dengan perasaan yang dibuat tenang. Saat masuk, sepertinya materi sedang disampaikan. Yang saya cari pertama adalah tempat duduk dan air minum beserta snack. Sayang, yang saya dapat Cuma tempat duduk. Agak lama, saya pun kemudian mengisi beberapa formular lalu pindah duduk ke bagian depan.



Saya bertemu Ika Guru dari SMA M.H Thamrin, yang Desember nanti berangkat ke Jerman. Setelah tegur sapa, saya bertanya dimanakah saya bisa mendapat snack. Saya masih belum siap dijejali materi nih. Sepertinya Ika memang peka, dia kemudian membagi snacknya untuk saya.

Baru beberapa menit duduk depan, tiba-tiba sudah ada game. Intinya para Peserta diminta memikirkan satu kata. Setelah itu, diminta bermain kata itu. Jadi, kami diminta bikin cerita dengan melanjutkan kata kita, tapi nyambung sama kata sebelumnya.

Tahu apa yang saya pikirkan?


SNACK. Hahahahaha :D

Jadilah ini kalimat saya : ....................................................., saya mengambil inspirasi dari sekotak snack. (Aga lupa ni depannya).

Oke oke Stop. Inilah yang hari pertama para peserta dapat.

Acara ini merupakan kerja sama Goethe Institut, Seamolec, Goethe Institut, PPPPTK Bahasa, Seameo QITEP in Langguage. Dihelat mulai 24-26/09/16 di PPPPTK Bahasa di Jakarta Selatan. Peserta merupakan guru bahasa Jerman se-Indonesia yang dibatasi kuotanya, 30. Jadi, ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari acara saat Konggres Nasional Ikatan Guru Bahasa Jerman Indonesia bulan lalu.

Tema acara kali ini adalah Pengembangan dan Pemanfaatkan Komik Digital dalam Pembelajaran Bahasa Jerman. Diharapkan ini menjadi salah satu media yang menyenangakan. Hari Sabtu (24/9) ini memang lebih banyak teori. Kami dibersamai dalam pembuatan komik. Apa yang perlu diperhatikan? Poin penting yang diambil di Sini adalah isi. Apalagi komik ini berbahasa Jerman.

Oya, untuk pengembangan komik ini, kami menggunakan comic story maker (CSM), GMIP, Screenshots o-matic. Nah, hari ini kami mengenal program-program tersebut. Dulu, waktu saya mau skripsi ada beberapa program yang saya gunakan untuk menciptakan komik. Sayang, saya waktu itu tidak melanjutkannya. T.T


Program ini dipilih mungkin karena sederhana. Masih ada program lain, kalo Anda mau mengembangkan dengan cara Anda sendiri boleh lo ya :).

Ini dia programnya :





Ini dia program pembantunya : (Bisa pake photoshop sih sebenernya)



Langkah :

Ambil materi bahasa Jerman yang diinginkan. Oya, untuk kurikulum 2013, materi memang lebih luas. Positifnya, kita tidak terikat dan bisa mengembangkan. Contoh, materi besarnya adalah Pekerjaan. Nah disitu kita menarik benang merahnya. Mau bahas apa?

Kalau sudah, sekarang mulai membuat cerita dan juga rinciannya. Pada proses ini agak memakan waktu banyak. Saya malah lebih suka jika langsung bermain di CSM. Ini soal kebiasaan juga mungkin ya, contoh ini pada proses menulis blog saya hanya perlu mengambil poin yang akan saya tonjolkan, kemudian saat eksekusi, saya akan sibuk langsung menulis di Ms. Word.

Oke, tapi saya yakin hasil tidak akan menghianati proses. Proses itu saya ikuti dan jalankan. Oya, saya sekelompok dengan ibu Arlena (Manado) dan Ibu Wuri (Jakarta).

Cari bahan (foto, pengisi suara). Di CSM ini kita juga bisa langsung merekam suara loh. Sudah? Sekarang mulai yuk.

Ini salah satu hasilnya :




File akan berbentuk html dan bisa juga lo disimpan dalam bentuk video (pake aplikasi lain). 

Kalo sudah tahu mau nulis apa, lebih gampang kok.


Ayoooo!

0

0 Comment:

Posting Komentar

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D