Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Sabtu, 17 Desember 2016

Rapotan?

Selesai ujian akhir semester, waktunya pembagian dan penerimaan rapot. Namun sebelum itu, rapot perlu ditata terlebih dahulu, nilai-nilai harus diolah. Di bagian inilah kesabaran, ketelitian dan ketenangan dicurahkan dengan maksimal. Apa pasal? Bagi saya pribadi, pengisian rapot kurikulum 2013 amatlah detail dan banyak.



Untuk anak SMA, ada beberapa aspek penilain. Yang pertama penilaian pengetahuan, ketrampilan dan sikap. Pada penilaian pengetahuan contohnya, ada 20 kolom yang harus diisi Guru untuk mendapatkan nilai akhirnya. Per anak 20 kolom dalam aspek pengetahuan. Baru satu anak lo, padahal sekelas 35. Kelasnya juga tak hanya satu. Oya, 20 itu juga bisa jadi lebih tergantung ada berapa kompetensi dasar yang dinilai.

Untungnya, olah nilai ini sudah dimudahkan dengan adanya mic.excel yang sudah diformat rumusnya. Hanya perlu memasukkan nilai dari kumpulan nilai yang sudah dikumpulkan satu semester.

Tidak Cuma itu, ada juga deskripsi yang perlu diisikan dalam rapot. Seperti, “Sudah menguasai materi, perlu ditingkatkan... bla.. bla.”, yang mana deskripsi ini harus bernilai positif. Rapotnya bukan lagi berbentuk rapot buku, namun rapot dengan lembaran kertas HVS.

Ngomong-ngomong, ini j tahun pertama sekolah tempat saya bekerja menggunakan kurikulum 2013 dan pengalaman pertama buat saya. Satu sisi, hal ini sangat rinci dan begitu menghargai proses, tapi sisi lain pengisian nilai memang butuh waktu panjang. Bahkan ada status lucu-lucuan yang pernah saya baca di sebuah media sosial gara-gara rapot ini. Begini isinya, “ditemukan Guru pingsan karena kelelahan bikin rapot kurtilas.” Hahaha, entahlah.




0

0 Comment:

Posting Komentar

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D