Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Jumat, 14 April 2017

Deutsch Club di Sekolah, bagaimana?

Deutsch Club di Sekolah?

Club ini sebenarnya merupakan ekstrakurikuler di Sekolah, hanya saja kemudian namanya disederhanakan menjadi demikian. Deutsch Club biasanya ada di Sekolah-sekolah yang memiliki mata pelajaran bahasa Jerman. Tidak menutup kemungkinan, diadakan di Sekolah yang tidak mengajarkan bahasa Jerman, namun memiliki SDM dan tertarik akan hal tsb.



Peminatnya?

Tergantung bagaimana kondisi sekolah. Mungkin, akan lebih banyak jika ada kelas bahasa di Kelas tersebut. Di Sekolah tempat saya bekerja, awalnya peserta Deutsch Club membludak mencapai ratusan, kemudian berkurang saat kumpul perdana, lalu rontok dan tinggal 8 peserta tetap, 10 + peserta dadakan.


Bentuk Kegiatan?

Saya pribadi tidak menginginkan bentuknya sama dengan pembelajaran di Kelas. Pinginnya, mereka bisa bahagia jika mendengar ada kata “KUMPUL DEUTSCH CLUB setelah  Pulang Sekolah”. Maka dari itu, variasi kegiatan sangat dibutuhkan. Lagi pula, Deutsch Club ini baru lahir kembali pada 2016 lalu, setelah sempat mengalami pasang surut.

Deutsch Club di Sini dibagi menjadi 2 tujuan, tujuan pertama untuk persiapan olimpiade bahasa Jerman dan satunya lebih ke menambah wawasan.

Pada persiapan olimpiade, tidak semua peserta diwajibkan ikut. Peserta dipilih oleh Guru melihat perkembangan di Kelas dan di Luar kelas.





Beda lagi di Kegiatan menambah wawasan, ini diikuti oleh semua peserta. Ragam kegiatan tergantung kondisi SDM dan sekolah. Sampai saat ini, kegiatan yang kami rancang dan telah terlaksana adalah pemilihan struktur organisasi, rapat rutin, konversation, mini grammatik, menonton film, mendengar lagu, membaca buku cerita anak, menulis (tulisan beberapa saya post di Blog saya), ngeBlog (masih terus diperbaiki), design, masak-masak (terutama makanan ala Eropa), basteln (prakarya), mading online (via Instagram : @deutsch_sman2boyolali), Piknik, Ausflug, dll, dll yang masih tersimpan.

Nah, baru-baru aja Deutsch Club kami melakukan kunjungan ke Deutsches Zentrum Yogyakarta dan praktek Lapangan di Malioboro.  Bagi Bapak/Ibu yang ingin melihat rincian kegiatannya bisa melihat LPJ kami di Sini : KLIK

Siswa senang, belajarnya kena. Begitu harapannya.


Bagaimana, Bapak Ibu Guru bahasa Jerman di Indonesia? Sudah ada gambaran?
0

0 Comment:

Poskan Komentar

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D