Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Minggu, 23 Juli 2017

Yang Beda di Semester ini (Buatku)

Yang Beda Semester Ini

Setelah libur kurang lebih sebulan, akhirnya anak-anak SMA di Boyolali masuk lagi pada 17/07. Sekolah berbenah menyambut mereka datang dengan berbagai kejutan. Yap, salah satu kejutannya adalah waktu sekolah yang berubah jadi 5 hari. Mereka dan tentu saja para Guru masuk hari senin sampai Jumat. Sabtu minggu libur!

JAM SEKOLAH

Eits, kebijakannya muncul karena imbas dari Kurikulum 2013 yang katanya menekankan pendidikan karakter. Supaya mereka bisa mengatur waktu dengan baik dan punya lebih banyak waktu dengan keluarga.




Sampai hari ini, mereka masih beradaptasi dengan jam sekolah yang jadi lebih lama. Yang biasanya jam 13.30, sekarang pulangnya jam 15.30, kecuali hari Jumat (11.45). Asik? Hmmm, beberapa orang mengatakan jam sekolah yang terlalu lama bikin mereka tidur lebih cepat. Sampai rumah capek dan pinginnya tidur. Belajar? Hehehe...

Ada juga yang setuju, mereka bilang malah punya kerjaan di Sekolah. Katanya, jadi gak bingung mau ngapain lagi. Hmmm... 5 Hari kerja memang masih pro kontra, pada kenyataannya anak-anak harus menyiapkan tenaga mereka. Otomatis, soal makan, mereka harus makan siang supaya kuat belajar sampe 15.30. wuihhh, jadi uang jajannya harus nambah atau minimal mereka harus bawa bekal ke Sekolah.

Bayangin kalau belajar pelajaran eksak di Jam terkahir, masihkah Guru dan Murid kuat? Kuat mengajar dengan asik dan kuat menerima pelajaran dengan ikhlas. Hemmmmmm..

Karena masih berjalan seminggu, saya belum banyak bisa kasih pendapat, karena waktu adpatasi dan mengambil sisi positifnya ga cukup kalau seminggu. Ya, walaupun banyak anak-anak apalagi yang rumahnya jauh mengeluhkan ini. Ah, masak anak-anak sih yang jadi korban. Sekolah itu buat siapa sih? Adududu.... semoga semangat semua!!

Istilah MOS yang Jadi PLS

Apaan tu PLS? PLS merupakan singkatan dari Pengenalan Lingkungan Sekolah. Waktunya 3 hari, 17-19 Juli. Kalau saya bandingkan dengan dulu, PLS memang lebih ringkas dan sederhana. Tidak ada istilah perpoloncoan dan aneh-anehan dan materi yang diberikan juga bermanfaat.

Jadi klau biasanya yang bikin acara adalah anak-anak OSIS, sekarang hampir semua dipegang Guru. Pematerinya juga Guru. Kata anak-anak OSIS sih, “Seru waktu jaman saya, Frau, ada kenangannya, ga di Kelas terus.”

Intinya, saat ini minim sekali istilah perpoloncoan muncul. Anak-anak baru berdandan sewajarnya, tidak dipaksa harus pakai rafia jadi kucir rambut, ga harus pakai kaos kaki warna-warni, mereka cukup pakai seragam SMPnya dan cocard..

Bagi kebanyakan siswa baru, parade ekstrakurikuler jadi acara andalan. Ya syukurlah, tetap ada menyenangkan buat mereka.

Yang Beda Buat Saya

Tahun ini,  ditunjuk jadi pemateri di Kelas baru dengan mendapat tema Problem Solving. Lalala yeye, asik!

Dalam kesempatan ini, saya hanya sebentar kok jadi pemateri, siswa waktu yang ada kelas yang saya masuki diisi dengan dinamika kelompok. Soalnya nih, dari hari pertama mereka belum dibagi kelompok-kelompok.



Ahahaha, asik, kemajuan buat saya sendiri nih, diberi kesempatan jadi pemateri. Yang saya lakukan juga gampang banget, memancing siswa dengan beberapa pertanyaan, kemudian membagi mereka kedalam beberapa kelompok, kelompok yang ada diminta membuat yel-yel spontan dan kemudian mereka diberi kasus atau masalah-masalah yang sering terjadi di Kelas untuk dipecahkan.

**Yel-yel harus kreatif,  syair harus berisikan nama-nama mereka.
**Pemateri membuat beberapa kartu masalah
**Hasil kemudian dipresentasikan

Gampang ya? Hahaha, langsung praktek memecahkan masalah. Apalagi, hari tersebut (18/7) adalah hari kedua mereka jadi anak SMA dan baru ketemu teman-temannya. Masih malu-malu, canggung mau ngomong, tetapi beberapa kelas sukses dengan presentasinya.
Sekian


Udah lama gak nulis di Blog sendiri. T,T



1

1 komentar:

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D