Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Kamis, 24 Oktober 2013

Diam itu emas tapi gak selamanya menyelesaikan masalah

Seminggu sudah di Berlin dan saat sedang selo, mencoba untuk ngapalin jalan deket rumah, dan mengingatnya dalam perut. Hahah, perut perut... ini istilah baru yang aku dapat ketika gak flexibel, steht hier in deinem Bauch nicht im Buch, begitu kata seseorang.

Berlin itu ibu kota yang ramah pada manusia. "Du kannst allein bis 00.00 gehen." Katanya. Keamanan terjaga. Jadi, ada satu tips yang aku dapat. Ketika siapapun berpergian, berjalanlah dengan tegak dan percaya diri, jangan tunjukkan ketakutanmu, maka amanlah dirimu. Kalau di Jalan ketemu orang mabuk, diemin wae, percaya diri. Katanya, kalo kita menunjukkan rasa takut, muka bingung, plonga-plongo, malah sesuatu yang tak diinginkan terjadi.

Kemarin (23/10), aku ketemuan sama mbak Nuri, mahasiswa S2 yang udah 7 tahun tinggal di Jerman. Pertemuan ini memang disengaja, soalnya aku ngerasa takut menghadapi sesuatu, yaudah akhirnya aku email ke Webnya masjid Alfalah. Tau masjid Alfalah? Masjid yang ada di Berlin. Uh, responnya banyak sekali :) terharu dan seneng ;') Ada mbak Nuri, mbak Nurhayati, Mbak Fayruz, dll :)

Waktu ketemu, aku emang banyak diem, banyak dengerin, banyak belajar dari yang aku lihat.. yang pasti, percaya diriku kembali lagi. Akhirnya ke Masjid, lewat KBRI, Reichstag, ke Warung Indonesia dan di sana ketemu alumni UNY. Aseeeek...

Di hari itu, aku mulai santai naek U-Bahn dan S-Bahn, walaupun sempet salah jalur.. tapi gak masalah, tinggal beerhenti, nunggu dan naek yang lain. Tiketku berlaku 2 jam si... Dah mudeng lah, lumayan. Diajari mbak Nuri juga :) dan yang pasti seneng sekali saat ditraktir makan + dibawain nasi. Hihihih....

Hah, seminggu kebelakang aku ngerasa ky orang dungu yang kehilangan arah. Kalau, kalian juga ngerasain hal sama, lebih baik "share" ke orang, jangan dipendem dewe, ndak edan, nah nanti kamu akan menemukan jawabannya. Karena, orang lain ibarat penjaga gawangnya.

Besok (Jumat-senin) adalah waktuku, waktu mengamati banyak hal tanpa ada beban... dan Sabtu aku mau ikut ngaji di Alfalah, subhanallah, Fitri kembali ke JalanNYA.

 Diam itu emas tapi gak selamanya menyelesaikan masalah ;')

0

Jumat, 18 Oktober 2013

Membuang keheranan

Ini udah hari ketiga dihitung dari kedatanganku tgl 17 Oktober tepat pukul 14.20 di Berlin.
Semenjak 16 Oktober, Fitri sudah berada di Jakarta untuk menunggu pesawatnya yang terbang 17 Okt 00:10.
Fitri mengatakan, hal yang terpenting sebelum keberangkatan adalah memesan tiket terlebih dahulu. "Bisa langsung via situs resmi pesawatnya atau lewat agen." tambahnya.
Perjalanan ke Jakarta ditempuh Fitri menggunakan buas Laju Prima dari Boyolali. "Saya kehabisan tiket kereta maupun pesawat." Jadi, pastikan kalian harus rinci dalam melaksanakan perjalanan. Jangan santai-santai, hahah. Ya, ada hikmahnya lah seenggaknya si Fitri dianter Pakleknya. Maklum saja, awalnya Fitri mau sok berani berangkat sendiri dengan menenteng 3 Tas. 1 Koper haji besar yang isinya disortir oleh Ibu dan Fitri sendiri setelah ditimbang hanya 15kg. Owww, enteng sekali dan 1 ransel juga 1 tas kecil pemberian adiknya yang didapat dari reuni akbar SMA N 1 Boyolali. Ulalala, Pun, ketika sampai di Berlin, mba Agata yang menjemput Fitri terhenyak, "Fitri, bringst du nur das?" "Ja, ist das Okay?."

Tiba di Berlin menggunakan Qatar Airways terasa menyenangkan setelah sampai di Bandaranya, Tegel, Fitri memeriksakan Paspornya lalu menunggu kopernya dari Bagasi. Fitri sempat khawatir dengan kopernya, alhamdulillah 15 menit kemudian kopernya berjalan sendiri ke arah Fitri.

Taraaaa, saat hendak ke Toilet, Fitri melihat namanya di sebuah papan nama, "FITRI ANANDA" dan Halllllllooooo wilkommen Fitri, kata Agata, gadis 25 tahun asal Polandia itu. Bla-bla-bla..

Sesampainya di Rumah baru, Fitri mandi, ganti baju, minum dan 1 jam kemudian langsung pergi. Fitri sempat bingung menggunakan alat-alat di Kamar mandi barunya yang modern itu. Uwww, ketika Fitri mengajak Agata pergi, Agata heran, heh moechtest du nicht einbisschen schlafen? Nein...... ich moechte spazierengehen. Wkakakaka.

Fitri pun pergi bersama Agata menjemput 2 Bayi lucu, hahaha.

Semua terasa bles bles bles was wis wus cepat sekali.... hari kedua di Jerman tanggal 18 Oktober, Fitri pergi ke Rathaus, Naek S-Bahn dan U-bahn (Walau masih bingung) dan membuka rekening Bank.

Syaratnya cuma, Passpor, surat keterangan dari Rathaus dan ke Bank aja. Di sana Fitri ditanya, Kowe iso bahasa Jerman po ra? "Ngece men bu...bu aku wes 4 tahun sinau ng PB Jerman mosok yo raiso." pikir Fitri hahahha.

Ya, jika tidak bisa berbahasa Jerman Bank menyediakan penerjemah bahasa Inggris, jika tidak bisa bahasa Inggris ya pembuka rekening harus mencari penerjemahnya. Ulalala, alhamdulillah Fitri ditangani oleh pegawai yang sangat ramah dan ditemani mba Agata.... Pegawainya sempat heran ketika Agata bilang, "Fitri ist ganz neu hier, sie ist gestern aus Indonesien gekommen, Bu."

Bla-bla, Fitri duduk dan dikasih minum diajak ngobrol dan tanda tangan, sekitar 20 menit semuanya jadi. Yeaaaaah. Punya rekening, seminggu lagi punya ATM. Atm dikirim per pos seminggu kemudian. Alay....


2

Minggu, 13 Oktober 2013

Menahan Rindu

Sejenak menahan rindu daripada sesal kemudian hari.
Berat, tapi harus dijalani. Alasannya? Masa depan ada di tanganku sendiri.
Dijalani dengan santai, ikhlas dan berani adalah kunci pembuka.
Berdoa yang terbaik dan mempersiapkan diri dalam semua keadaan.
Cinta, sayang, kebahagiaan, kerja keras dan ibadah akan menjadi bekal.
Jauh dimata tapi dekat dihati. 
Tetapkan hati, kuatkan tekad, yakinkan diri bahwa jarak hanyalah titik kecil.

Be the best for all...
for my family

Danke Gott :)

Muuuuahhhhhhhhh, BC. Hyhyhy
0

Sabtu, 12 Oktober 2013

TIMNAS U-19




Indonesia berhasil lolos masuk Piala ASIA U-19 di Myanmar 2014 mendatang. Malam ini (12/10), dengan apiknya kesebelas Garuda muda, sebutan bagi para pemain muda Indonesia unggul di atas juara bertahan 12 kali, KOREA SELATAN.
Evan Dimas, kapten TIMNAS berhasil menyumbang 3 gol dan menjadi penyelemat tim asuhan Indra Sjafri tersebut. Sungguh, sebuah permainan cantik di malam minggu ini.  Penuh perjuangan, akhirnya skor 3-2 menjadi hasil gemilang bagi Indonesia.
Mengutip komentar pelatih Indonesia, “Kita akan pasang target baru dan untuk saat ini mari kita nikmati kemenangan  ini.” Satu lagi, ia juga berujar penuh semangat bahwa inilah momentum kebangkitan bagi tim-tim lain.
Saya hari ini sengaja menyempatkan waktu menyaksikan pertandingan di depan TV bersama 2 adik kecil, Akbar dan Asti. Ah, saling bersahutan, kadang kaget bersama dan tentunya saling mendoa yang terbaik untuk garuda muda tercinta.
Pertandingan sempat tertunda karena hujan deras mengguyur. Kebetulan sekali momen itu juga menunggu babak kedua dimulai. Hmmm, sembari menunggu dimulai saya cuci piring dulu. Hihihi. Beberapa menit saat pertandingan babak kedua dimulai, Indonesia berhasil membuat gol tak terduga. Sayang, saya tidak menyaksikan secara langsung.
Semua menarik, selamat untuk 11 pemain dan 3 pemain pengganti. Kalian hebat dan menginspirasi! Nah, saya sih gak bisa detail menceritakan gimana permainannya hihihihi/
Pertandingan yang berjalan 96 menit ini juga semakin waaw dengan komentatornya, si Ibnu Jamil mengeluarkan teriakan, “BERBAHAYA-Berbahaya” dengan suaranya yang lucu dan kadang jadi bahan bercandaan kami bertiga.
Hyhyhy, saya suka bola dari kecil. Sering main bola dan ya sering menang, hihihihi. Sepakbola cewek lho ya.... mulai gak suka pas SMP kelas 2, gak tahu kenapa....berlanjut deh gak sukanya sampe kuliah.... tapi saya tetep kok ngikutin beritanya, hehehehe.
Saya salut sama pelatih Indonesia yang percaya diri dan bangga dengan semua pemain asli Indonesia itu. Kemarin-kemarin, sempet sebel ngeliat pemain timnas senior yang ada naturalisasinya....bahkan pelatihnya juga.
Kalo yang sekarang, semoga saja deh mental mereka tetap terjaga. Gak sok ngartis! Pokoknya tetap sportif dan jangan sampe “MOLIMO.” Salut deh buat Indonesia! 



0

Jumat, 11 Oktober 2013

Kepo

Lagi kepo banget sama berita tentang Dinasti Ratu Atut. Dinasti kerajaan kecil di Banten. Eiiitssss, ini salah satu dampak adanya otonomi daerah bukan? Sampai ada raja-raja kecil dimane-mane. Hahaha, lucu aja sih kalo lagi ngikutin berita kayak gini soalnya ya uda ketauan salah tapi ada aja cara untuk menutupi dan yang nonton juga cuma bisa komen. Uppppps..

Ntar dilanjut lagi ceritanya

Ini liat
Silsilah Dinasti Banten
0

Dedicate for U

Hadiah yang indah itu dinamakan persaudaraan. Tidak yang berlebihan, tidak saling mengikat dan tidak saling menjegal. Berjalan beriringan tapi tetap menuju puncak yang diinginkan. Memang,  tidak selamanya indah kadang ada puing yang patah... namun, yang patah bisa terganti.

Rasanya susah jika banyak bicara, susah merangkai kata yang indah-indah untuk mengartikan hadiah indah itu....

Terimakasih, wahai saudara-saudara seperjuangan atas perhatian yang membuat haru.

Saat ini tanganku masih hampa, semoga doa-doa terbaik untuk kalian dikabulkan Tuhan.
Semoga kesuksesan ada dalam genggaman kalian serta kebahagiaan menjadi kawan yang tak dipisahkan.

Alhamdulillah ya?
Perhatian dan doa kalian menjadi syukur yang tak ada habisnya.


Terimakasih semua....
Keluarga, Saudara, Cinta, Kawan dan Handai Taulan.


Selamat berjuang meraih kemenangamu!

Tanpa saudara-saudaraku yang dekat dan jauh, mungkin aku gak bisa setenang ini. Ya, bisa dibilang dari akhir kuliah sampai sekarang, semua diuruni saudara. Hehehe... dalam kondisi yang ya sedang berputar dan kembali merangkak, keluarga tak kemana-kemana. Makanya, walaupun lagi dalam kondisi yang ya sedang diuji, aku tetep tegak berdiri dan melangkah pasti.

Alhamdulillah, aku yakin Allah gak akan menguji hambanya di luar kemampuan hambanya.

Just share aja, untuk ujian A1-Visadan sangu, budheku Jepara langsung transfer waaaaw banged deh.
Untuk sehari-hari, ada tanteku yang selalu membantu. Ada Pakdhe, Paklik, Budhe, Bulik, Om, Tante, dan semua.
Orangtua juga selalu berusaha memberi yang terbaik buatku.
Yang membuat terharu itu saat mau pesen tiket pesawat yang mahal itu.... hikkkks gak sampai 3 hari semua udah terkumpul. Diuruni sama budhe, om, tante, ortu T.T bunch of thanks, my family :)

Selain saudara... ada mas BC yang selalu siap bahu membahu tak repoti dan berkorban... Semoga Tuhan meridhoi kita :)

Yang berkesan adalah kawan-kawanku..... Mereka adalah ........... yang dikirim Tuhan. Mereka juga yang menguatkanku... aku belum bisa nulis sekarang deh. Pokoknya, Terimakasih Tuhan :)

Dedicate for U.







Terinspirasi oleh K, S, S, L



0

Kamis, 10 Oktober 2013

Menyukai Hal Baru

Hahaha, selama di Rumah dan setelah resmi gak jadi mahasiswa. Ane jadi menyukai hal-hal baru seperti yang berbau feminim dan ini ni... KUCING.

Kenalkan, namanya miko.. kucing cowok penurut yang mau didandanin sama mbak Pipid.






0

Selasa, 08 Oktober 2013

Main Kain Flanel



Kalo lagi nonton tivi, rasanya gerah. Ganti stasiun acaranya sama aja, bosen deh kalo lagi gak ada kerjaan di Rumah. Sekarang ini pokoknya porsi waktunya banyak di Rumah. Selain ya ada agenda lain, tapi ujung-ujungnya balik ke Rumah dan menjalani rutinitas rumahan lagi. Oh my God, hehehe...
Untuk mengisi waktu senggang, akhirnya aku mencoba bermain tangan. Eiiii, maksudnya? Ini dia belajar kreasi olahan tangan dari kain flanel. Telat ga baru minat nyoba sekarang? Gak lah, namanya belajar kok hahaha.
Ditemani Asti, keponakan kecilku, kami berdua menyusuri Pasar untuk mencari kain flanel beserta peralatan lain seperti : lem dan peniti bros. Hari pertama itu kami gagal! Karena semua toko sudah tutup. Usut punya usut kami berdua terlalu sore beranjak dari Rumah.
Hari lain, akhirnya kami mendapat semuanya. Kain flanel, lem tembak, jarum, benang, gunting, penggaris dan pensil dengan riang menjadi satu dan taaaaaaaaraaaaaaa, jadilah  bros berbentuk pita. Ini dia....
Asti yang emang suka buat kerajinan tangan mengusulkan untuk membuat desain lain, lalu jadilah bros bunga yang berkelopak empat. Ini dia :

0

Kata Cak Nun, “Kalau pingin punya nasi, kamu harus rela gak punya beras.”



Kata Cak Nun, “Kalau pingin punya nasi, kamu harus rela gak punya beras.”

Keputusan finalnya adalah aku memutuskan untuk tidak ikut perayaan wisuda S1.
Berat juga dan sempat nyesek waktu datang wisuda temen2ku bulan Agustus kemarin. Harusnya aku juga ikut di situ! Tapi, emang salah sendiri sih. Kenapa hayo kok revisinya lama? Dan kenapa kok ____________________________? Hahah. Ah, sudahlah penyesalan datang terlambat. Jadinya, jatah wisudaku itu desember.
Oh, lamanya!
Sejak awal aku sudah punya plan A dan B, jika gak bisa wisuda Agustus artinya aku gak ikut wisuda Desember. Yap, sebelum Desember aku berangkat ke Jerman untuk melanjutkan cita-citaku. Tepatnya pertengahan Oktober ini. Kalo Jerman deket dan biaya murah, sempat kepikiran untuk ikut wisuda bentar pas Desember itu. Kepengennya, aku juga bisa punya kenangan bareng temen-temen angkatanku di wisuda itu. Hiks!
Untuk mengobati rasa sesalku, aku berbesar hati dan sejenak berpikir :
“Ah, toh aku sudah yudisium dan resmi dinyatakan lulus plus mendapat gelar sarjana. Semua berkas bisa diatur dan sudah selesai kok. Setidaknya Agustus 2013, aku udah datang ke Gor dan merasakan hawa wisuda. Tetep foto-foto walaupun gak pake toga, hehehe. Gak ikut wisuda S1 bukan kiamat, karena itu cuma upacara . Kalau mau punya fotonya, tinggal foto sendiri aja hahahah. Seenggaknya, rasa sesal terganti dengan terwujudnya langkah terbang dan hidup di Jerman selama 1 tahun. Masih ada wisuda S2 kok, S3 juga. Hahaha hiks! Ya sudahlah, ada hikmah disetiap kejadian.”
Jadinya, aku semakin rinci dalam membuat sebuah rencana deh termasuk membuat plan A, B dan C’nya.
So, selamat wisuda Desember kawan-kawanku. Untuk Pipid : Hidup itu emang pilihan. Berani memilih dan berani menghadapinya.
Kata Cak Nun, “Kalau pingin punya nasi, kamu harus rela gak punya beras.”


Ditulis awal Oktober

0