Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Selasa, 08 Oktober 2013

Main Kain Flanel



Kalo lagi nonton tivi, rasanya gerah. Ganti stasiun acaranya sama aja, bosen deh kalo lagi gak ada kerjaan di Rumah. Sekarang ini pokoknya porsi waktunya banyak di Rumah. Selain ya ada agenda lain, tapi ujung-ujungnya balik ke Rumah dan menjalani rutinitas rumahan lagi. Oh my God, hehehe...
Untuk mengisi waktu senggang, akhirnya aku mencoba bermain tangan. Eiiii, maksudnya? Ini dia belajar kreasi olahan tangan dari kain flanel. Telat ga baru minat nyoba sekarang? Gak lah, namanya belajar kok hahaha.
Ditemani Asti, keponakan kecilku, kami berdua menyusuri Pasar untuk mencari kain flanel beserta peralatan lain seperti : lem dan peniti bros. Hari pertama itu kami gagal! Karena semua toko sudah tutup. Usut punya usut kami berdua terlalu sore beranjak dari Rumah.
Hari lain, akhirnya kami mendapat semuanya. Kain flanel, lem tembak, jarum, benang, gunting, penggaris dan pensil dengan riang menjadi satu dan taaaaaaaaraaaaaaa, jadilah  bros berbentuk pita. Ini dia....
Asti yang emang suka buat kerajinan tangan mengusulkan untuk membuat desain lain, lalu jadilah bros bunga yang berkelopak empat. Ini dia :



2 hari berturut-turut selepas ashar itu dihabiskan untuk membuat bros, eh belum-belum aku udah bosen dengan bros bentuk pita. Hehehe, ya maklum biasanya gak begitu-begitu. Tapi, pokoknya menyenangkan syekali deh!
Berjarak 5 hari setelah itu akhirnya aku yang tiba-tiba liat karya dari kain flanel nongol di salah satu stasiun tv, berminat lagi menyentuh flanel. Hari itu, aku bersungguh-sungguh membuat terobosan baru hahahaha. Apakah itu? Tempat pensil lucu!
Menentukan pola, menggunting dan menjahit adalah langkah awalku. Hasilnya? Jahitanku kurang rapi. Tak kehabisan akal, aku tambal deh jahitan yang gak rapi itu. Selesai menambal, aku melanjutkan memasang kancing untuk membebat penutup dosgrip lucuku itu, woaaaaaks!
Ini hasilnya.....


Ya, lumayan untuk pemula deh.... walaupun ada beberapa langkah yang salah. Kesimpulanku, harusnya dari awal jangan tak bentuk dosgrip dulu, tapi dipas-pasin gitulah biar njahitnya gak susah. Heheh. Tapi, gapapa... masih ada kesempatan mencoba.
Kemudian, aku yang merasa senang itu melanjutkan kembali untuk membuat bantal kecil warna merah putih. Hasilnya? Gagal karena mutung jahitannya ancur. Bingung mau diapain, tiba-tiba ponakanku yang namanya Erma memberikan sentuhan baru dikain flanel-flanelku.
Ia yang masih kecil berbagi ilmu dengan membuat gulungan yang akan dijadikan bros. Rapi juga tuh buatannya. Ini hasil keseluruhannya karya pipid, asti dan erma.
Hmmm, masih belum puas ni. Rencanya akhir pekan aku coba lagi deh buat olahan tangan tsb. Lumayan, bisa buat oleh-oleh adik baruku di Berlin ntar. Eciiiiie.....  Yoooho, terus berkreasi pipid!

NI hasilnya n salah satunya ada bros buatan Defa yg jadi contoh hahah


0

0 Comment:

Posting Komentar

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D