Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Rabu, 01 Januari 2014

Tahun Baru-an di Mainz


Perayaan tahun baru menjadi agenda penting di setiap Negara. Serupa tapi tak sama, begitulah keadaannya. Apa yang membuatnya tampak serupa? Karena hampir di beberapa daerah, tahun baru identik dengan kembang api, petasan dan juga bom-bom kecil yang memekakkan telinga.


Fitri Ananda yang cantik ingin membagikan ceritanya. Ia berkisah, perayaan tahun baru bukanlah hal yang istimewa baginya. Tahun-tahun sebelumnya, ia selalu menghabiskan pergantian tahun baru di Rumahnya dengan membantu Ibunya berjualan di Toko Ibunya, Marning Boyolali. "Jumlah pembeli dan pemasukan uang meningkat di Momen seperti ini."

Namun, berbeda dengan yang ia alami sekarang. Pada 31 Desember, ia menghabiskan waktunya untuk melakukan perjalanan dari Berlin ke Mainz, setelah itu berkumpul dengan saudaranya. "Benar sekali, di Mainz saya juga ikut merayakan tahun baru di tepi Sungai Rhein."

Adalah hal biasa bagi warga Mainz untuk bersuka cita di tepi sungai Rhein dengan menyalakan kembang api, petasan maupun barang sejenisnya. Biasanya pemerintah kota Mainz juga menyemarakkannya dengan meledakkan kembang api indah nan mahal di langit kota Mainz. Sayang, tahun ini tak begitu.

Ini merupakan kali pertama bagi Fitri merayakan tahun baru dengan bermain api. Ia harus rela berdesakan dengan banyak orang, menguatkan telinganya dari ledakan bom-bom kecil yang sengaja diSUMET di tengah jalan dan waspada dengan bahaya petasan. Ia menemani saudaranya untuk membledoskan roket-roketan yang dibeli dengan harga sebesar 12 Euro. "Ada 9 biji." tambah Fitri.




Ada juga ini : Hmmmmm, LECKER!



0

0 Comment:

Posting Komentar

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D