Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Minggu, 31 Agustus 2014

Museum Cokelat di Cologna

Tanaman Kakao bisa disulap menjadi minuman dan makanan yang digilai lidah. Jaman dulu, kakao sempat jadi minuman mahal yang Cuma bisa dikonsumsi sama para bangsawan. Bangsawan minum kakao tidak pake perkakas biasa, tapi juga dengan cangkir dan teko yang terbuat dari keramik atau emas mahal.






Indonesia merupakan penghasil kakao terbesar di Asia, disusul oleh Papua, India dan Malaysia. Sementara urutan pertama pengahasil kakao terbesar di Dunia disandang oleh Pantai Gading. Walaupun begitu produksi olahan kakao menjadi cokelat paling besar itu ada di Jerman. 

penulis di depan Museum
teman penulis di depan Museum

0

Ke Cologna


Setelah perencanaan spontan, 3 hari, akhirnya ane dan kiki memutuskan pindah tujuan plesir ke Köln alias Cologna. Awalnya kami mau berkunjung ke Stuttgart, ketemu si Satria yang baru datang bawa barang titipan kami. Sayaang, doi gak bisa.

Berpergian ke Daerah bagian lain di Jerman bukanlah hal rumit, cukup cek rute dan kendaraan yang akan pakai di www.dbhan.de. Dari situ, kami bisa liat jadwal dan dimana orang harus nunggu kendaraan tsb. 


Untuk menghemat biaya perjalanan, kami berdua aja menggunakan Schönes-Wochenende-Ticket yang harganya 44 Euro. Tiket ini berlaku Cuma pas akhir pekan ke seluruh Jerman, dari jam 0-03.00 aja, bisa buat 5 personel. Bisa buat naek seluruh kendaraan regional  DB (IRE, RE, RB, S-Bahn). Jadi, kalo sendenya kita di Mainz, di HBFnya, beli tiket itu, terus ke Heidelberg, nah seharian naek apa aja di Heidelberg, kita gak perlu lagi keluar uang buat beli tiket lagi. Satu tiket untuk seharian.



0

Jumat, 29 Agustus 2014

Makasi Pramuka


Kegiatan pramuka yang dulu penulis (p) jalani, saat ini terasa manfaatnya. P aktif pramuka awalnya karena disuruh maju lomba. Jadi, kalo lomba pramuka biasanya ada macem-macem jenisnya. P biasanya dapet jatah untuk bertarung “UMUK” alias public speaking. Contoh, lomba pidato, demo (hahaha), presentasi, maju bagian seni (drama), pokoknya lomba halus. Tapi P juga dilibatin lomba PBB kok. Nah, biasanya kalo lomba pramuka, mesti ada acara bikin tenda, etc. P biasanya Cuma bantu2 doank, hahahaha. Masak? Gak. Lomba PPP? Gak pernah kebagian. Tapi P suka ikut ngeliat temen-temen yang latian yang biasanya mau maju lomba PPP.
0

FAQ #2 AUPAIR di Jerman

Pembaca budiman,

Artikel mengenai Aupair di Jerman yang  penulis buat di Blog ini bertujuan untuk sekedar memberi info dan bertukar pengalaman penulis saat :

1.       Membuat Paspor dan Visa
2.       Ujian A1 di Goethe Institut
3.       Beberapa pengalaman saat menjadi Aupair







Syarat Aupair sudah  dituliskan dalam beberapa artikel dalam label Aupair, silahkan cek daftar isi blog ini ya kalau berminat.

Namun jangan lupa juga silahkan selalu cek web kedutaan yang bertugas membuat VISA tsb. Dari yg saya baca, kedutaan juga sudah menjelaskan rinci mengenai tata caranya.
10

Ke-ba-ka-ran


Kejadian ini gak akan terlupakan sepanjang ingatan ane. 16 Agustus 2014, jam 19.30 malem ane baru selesai sepedaan keliling Ingelheim. Perut ane laper dan ane berniat masak. Ketika sampai di Wohnung, ane segera mempersiapkan bahan masakan. Hari itu ane mau masak Sphagetti Jawa.

Pertama ane meracik bumbu sembari merebus sphagetti. Selesai merebus, ane panaskan penggorengan yang masih berair. Tak lama kemudian ane memasukkan Butter ke penggorengan. Blusssss, mungkin karena terlalu panas, penggorengan ane berasap tak karuan. Ane tambahkan lagi Butter dan tiba-tiba ALARM kebakaran menyala.
0

Perpisahan Aupair.....


Pada akhirnya dunia per-aupair-an ane selesai. Diiringi rasa suka, duka, haru, bahagia ane  mengemasi barang-barang ane. Selanjutnya ane harus meninggalkan nyamannya kamar ane yang ada di lantai 1 itu, yang segar dan luas untuk ane pribadi. Ane juga harus rela berpisah dengan 3 adek-adek angkat ane yang gokil. Si No, Ro n Lu. Ane juga bakal pisah sama GF gaul, tetangga yang baik-baik, anak tetangga yang jail dan semua kenangan ane di Wackernheim.

Hari itu, ane dianter Gastvater ane untuk memboyong 2 Koper, 1 tas besar, 1 tas punggung dan seplastik sepatu ane menggunakan mobil. Kami pun berangkat menuju rumah baru ane di Ingelheim, 6 Km dari Wackernheim yang ditempuh dengan jarak 10 menit.
0

Sabtu, 02 Agustus 2014

Reportase Mungil Ramdhan dan Lebaran

Menjalankan ramadhan beserta melaksanakan shalat id fitri di Negeri Orang akhirnya kesampaian juga. Ramadhan menyisakan rasa manis dan segar. Selama 19 Jam, muslimin di Eropa (Jerman) berusaha menahan lapar dan dahaga untuk satu tujuan mulia. Beberapa pertanyaan sinis pun sempat mampir, "Tidak minum air seharian kan gak sehat! Aku gak mengerti kenapa para muslim harus menjalankan puasa. Aneh!" Begitu kata seseorang. Nyatanya, ia melihat, penulis tetap baik-baik saja, tak kurang suatu apa, tetap ceria dan menyelesaikan persyaratan-persyaratan dengan lancar, sesuai dengan bantuan Yang Maha Kuasa.



0