Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Minggu, 07 Desember 2014

Seluncuran di Es, Karlsruhe

Liburan akhir pekan di Karlsruhe sejatinya difokuskan untuk menjelajah kota, mengunjungi Istana dan merasakan “Ruhe”  atau ketenangan yang sepertinya ditawarkan kota Hukum –Teknologi – dan kota yang dijuluki kota kipas ini.

Link terkait : Jalan-jalan di Karlsruhe




Nyatanya, setelah tiba-tiba teman dari mbak Hanirla yang namanya mbak Katja ikut, dia memberi tawaran untuk menikmati Istana dengan caranya, yaitu maen Es Skating di Halaman Istana. Awalnya, penulis enggan mencoba, namun ah apa salahnya. Toh, ia sudah sudi menemani  dan menunjukkan penulis lokasi-lokasi penting Karlsruhe.


Berbekal uang sebesar 6.5 Euro untuk biaya sewa sepatu dan maen selama sejam, akhirnya kami bertiga (penulis, mba hanirla dan katja) mencoba permainan ini. Bagi Katja, ini bukan pengalaman pertama. Untuk Mba Hanirla dan Penulis ini adalah kali pertama berseluncur es di Jerman.



Bedewe, sebenernya di Indonesia juga ada sih, mungkin bedanya dengan Jerman yaitu tempatnya. Kalo di Indonesia ada di Ruangan tertutup, kalo di Jerman maennya di Ruang terbuka, dengan langit sebagai atapnya dan udara dingin menjadi paket lengkapnya.



Peralatannya gampang si, cukup pake sepatu skating yang ada pisau baja dibagian bawahnya. Selain itu, tinggal siap meluncur di Kolam Es yang telah disediakan. Hahahaha. Penulis kira si gampang, tinggal jalan aja dan ngeng...ngeng. Ternyata.....



Kenyataan berkata lain. Tak mudah menjaga keseimbangan dan menggerakkan kaki. Hasilnya? Penulis 5 kali jatuh. Hasil lain? Tiba-tiba aja dapat guru dadakan orang Korea (Oshin namanya). Mungkin dia geli ngeliat ada orang teriak-teriak, jatuh-jatuh dan ketawa-ketawa. Akhirnya, dia pun dengan sengaja mengulurkan tangganya untuk membantu penulis yang akan jatuh kembali. Lalu dia pun mengajak penulis melakukan 4 kali putaran.

Intinya sih, bermain es skating, atur langkah kaki agak sedikit menyerong. Kanan kiri kanan kiri. Selama satu jam bermain, penulis baru bisa jaga keseimbangan dengan berdiri tegak, bisa jalan tapi diseret, langkahnya kecil-kecil, pokoknya belum bagus.. Hahaha. Malah kalah sama anak kecil, dia dengan lincahnya berseluncur seakan-akan menertawakan penulis yang aduh kacau heheheh. Butuh latihan lagi. Pengen bisa? Coba googling tipsnya dan banyak praktek. Heheh.

Kesan :

  • Syeru.
  • Tempat kemaren kurang ramah buat pemula kayak penulis.
  • Pengen nyoba lagi tapi pas tempatnya sepi. Hahaah
  • Capek dan puas.
  • Tidur pulas.
  • Jatuh di Es itu ..... DINGIN (Yaiyalah)



0

0 Comment:

Posting Komentar

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D