Native Speaker Jerman Ke SMKN 1 Mojosongo (Lagi). Sebuah Cerita yang Masih Terus Berlanjut....
Cerita belum selesai tapi udah pingin upload....
Hampir saja, saya ingin merelakan kesempatan mendatangkan Native Speaker Jerman ke Sekolah. Ah, ribet ntar. Begitu pikir saya. Sebetulnya, itu hanya alasan karena saya malas mengatur jadwalnya. Namun, entah kenapa ya, setiap masuk kelas, ada saja yang menanyakan atau mengingatkan, "Frau Fitri..kelas kami nanti kayak kakak kelas kemarin ga di Aula?" Saya jawab, ya mungkin, semoga ya.
Baiklah, bismillahirrahmanirrahiim. Saya mulai atur siasat dan target. Target tahun ini di Sekolah baru ini, saya gak mau ngurusin semua sendiri, pokoknya siswa terlibat semua. Panitia, ketua kelas, MC, ide acara harus muncul dari siswa hehehe. Yang ngatur manajemen kelas nanti juga dari tim kesiswaan, saya minta tolong ke dua kolega, Bu Hanifan dan Pak Ihwan. Ini semua belajar dari pengalaman tahun sebelumnya. Hehehe, maklum lah ya, jumlah kelasnya banyak dan jadwal SMK lebih padat dari yang saya kira.
Sebelum semua itu terjadi, saya sudah konsul dengan pihak UNY yang kali ini diwakili bu Diyan Zahroh. Apa saja syaratnya, insya Allah bisa terpenuhi. Gak ribet kok. Ada surat permohonan dan tinggal tunggu jawaban. Untuk urusan surat, saya juga minta tolong Habibi, murid Jerman saya di SMAN 2 Boyolali dulu yang kini jadi mahasiswa PB Jerman UNY hehehehe.
Setelah fix, akan ada 2 Native datang. Sebulan sebelum acara, saya sudah minta 2 murid untuk membuat rundown acara. "Tolong buatkan yang bisa buat satu hari dan untuk 9 kelas." kata saya pada mereka. Duo Rehan.
Tersusunlah acara versi mereka :
- Pembukaan
- Perkenalan
- Presentasi
- Game
- Tanya Jawab
- Foto Bareng
- Penutup
Sederhana ya, tapi ini cukup untuk 9 Kelas dalam satu ruangan. Ya, tentu saja acara itu masih kami revisi kok. Hasilnya jadi kayak gini :
![]() | |
ini jadinyaItupun semua masih ada perubahan pas hari H. Hahaha. Setelah dapat jawaban dari UNY, saya baru ngobrol dengan bagian kurikulum sekolah. Konsultasi termasuk minta jadwal khusus. Seneng banged euy, sekarang lebih percaya diri aja. Gak setakut waktu awa-awal di SMK. Hasilnya ini : Panitia sudah terbentuk, mereka tugasnya di Aula, nata tempat, pokoknya urusan di Sekolah serahkan mereka. Saya fokus jemput native di Yogyakarta bersama suami. Semua sesuai rencana, berjalan baik. Sampai Boyolali lebih gasik dari perkiraan, jadi kami bisa jalan-jalan keliling sekolah, ngobrol, foto sama Kepala Sekolah, dan guru-guru donk. Acara dimulai tepat sesuai jadwal, MC diambil dari siswa. Ini yang saya anggap salah, bukan karena pilihan MC, tapi saya sampai gak kepikiran buat latihan dulu ma dia. Alhasil, teksnya cuma pakai hp. Duh, bagi saya ini fatal sih hehehe. Namun, alhamdulillah, anak lain bisa menerima, siswa putra di Kelas X udah pada komentar : Frau Fitri, MCnya ok walau tadi ngomongnya agak belibet karena grogi menghadapi kami wkwkwkkwkwk. Inti komennya seperti itu. Malah minta dikenalin. Halah, padahal walau beda jurusan, kelas mereka ga begitu jauh. GAK NYANGKA Saya terpukau sama anak-anak kelas XI, jujur ya, ga banyak settingan, pokoknya acara mengalir aja, tapi mereka bisa berkomunikasi, disuruh tanya mau, disuruh jawab mau. Ya Allah saya nangis dan terharu di depan Panggung. Anak-anak ini punya kemauan dan semangat. Iya saya tahu, pertemuan mereka di Kelas paling cuma 6 bulan, tapi ngeliat mereka duduk senyum aja udah seneng. Semoga sukses ya kalian. Bdw, saya mengundang Sekolah lain yang ada Jermannya, tapi emang dadakan suratnya dan yang datang + mendukung ada dari SMAN 1 Boyolali. Mereka bawa 3 anak dan 1 guru, Frau Rhea. Itu bentuk dukungan hebat sih buat saya. Mereka mau lo datang ke SMK. Alhamdulillah, anak-anaknya dapat hadiah semua heheheheh. Maaf ya, semua, tanpa snack. Untuk native speakernya juga bener-bener menyesuaikan, padahal dari awal mereka uda bilang, sepertinya materi mereka agak berat untuk pemula, namun nih mereka mau menyederhanakan semua. Akhir kata, terima kasih semuanya. SEMUA yang terlibat. Semoga kalian bahagia. Makasi angkatan ke-4 Jerman SMKN 1 Mojosongo. | ![]() |




0 Response to "Native Speaker Jerman Ke SMKN 1 Mojosongo (Lagi). Sebuah Cerita yang Masih Terus Berlanjut...."
Post a Comment
Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D