Memilah Kata, Mengemas Dunia dalam Cerita.

Minggu, 15 Februari 2015

Nebeng-Hitchhiking-Trampen

Tadi sewaktu nunggu bus di Mainz-Finthen ((15/1), ada tiga orang yang menyodorkan jempolnya kesetiap mobil yang lewat. Tujuannya  supaya dikasi tumpangan. Ditunggu-tunggu, gak ada mobil yang berhenti untuk ngangkut mereka. Lalu... mereka pun menyerah dan akhirnya naik bus bareng penulis.

Cara mereka itu biasa disebut Hitchiking (English) atau Trampen (Germany), secara harfiah artinya  NEBENG atau NUMPANG gratisan. Ciri umumnya pake bahasa isyarat JEMPOL tangan.  JEMPOL tangannya disodorkan dan seakan bilang :

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/b1/Hitchhiker%27s_gesture.jpg/220px-Hitchhiker%27s_gesture.jpg




“Misi..misi mau numpang, boleh?”

Di dalam bus, penulis mikir dan menyimpulkan sendiri kenapa gak ada mobil yang memberi tumpangan. Kayaknya ni, tempat mereka nyetop mobil kurang strategis. Ya, lokasi mereka berdiri tepat di Halte pemberhentian bus dan 30 meter dari lampu merah plus perempatan.

Asumsi penulis mengatakan bahwa pengendara mobil dari jauh mengira mereka bertiga mau naik bis. Jika seandainya mobil berhenti di situ, malah mengganggu. Soalnya itu kan halte bis. Belum lagi, tujuan pengendara bisa aja gak searah. Lha wong beberapa mobil ada yang belok ke kanan, bukan lurus terus kayak mereka bertiga.

Ingatan penulis pun melayang lagi.......

2014 adalah tahun pertama penulis melakukan aksi HITCHHIKING.

Awalnya penulis gak berani ngelakuin hal tsb. Sampailah pada suatu ketika, di malam hari sepulang les penulis kepepet harus jalan 6 km. Di tengah perjalanan tiba-tiba ada mobil berhenti dan pengendaranya menawari penulis naik. (Ingelheim-Wackernheim, Juli 2014). Ibu-ibu itu ternyata  rumahnya gak jauh dari tempat penulis tinggal.

Ini kebalik ya malah, bukan mencari tumpangan tapi ditawari tumpangan.

Kejadian ditawari tumpangan itu berulang terus. Sampai-sampai salah satu pemberi tumpangannya itu jadi kenalan baik penulis. Namanya mbak Katharina, sekarang domisili di Berlin.



Pengalaman diberi tumpangan oleh ibu-ibu, membuat penulis mulai coba-coba jadi Hitchhiker atau Tramper.

Hati-hati loh sebenarnya.

Dengan segenap keberanian, mulailah penulis memasang pose untuk nebeng.

Itu juga waktu pulang les. Penulis berdiri di tempat yang terang, bisa dilihat. Menit-menit awal gagal. Mungkin pengendaranya gak mau beresiko juga si ngasi tebengan. Penulis pernah baca, kayaknya resiko ngasi tumpangan lebih besar dari nyari tumpangan. Sapa tahu yang dikasih tumpangan tu sedang menjalankan modus ngerampok. Bahaya kan!

Modal sukses nebeng menebengi tu kayaknya terletak pada perasaan. Apa kata hati? Bagaimana insting menebak? Coba dibayangkan, kalo ada dua orang mau nebeng. Orang pertama mabuk, baju sobek-sobek,  bawa botol alkohol lalu orang kedua bawa peta dan ransel. Pilih mana untuk diangkut?

Naaaaaaah...

Gak dapet-dapet tumpangan membuat penulis semakin memfokuskan diri dan yakin bahwa dari sekian mobil pasti ada satu yang bakal berhenti.

Taraaaa......

Seorang bapak-bapak, kayaknya pekerja kantoran.

Penulis sok-sokan nih jadinya, jadi nebeng sering-sering hahahaha.

Beruntungnya, cara begituan (HITCHHIKING, red) termasuk LEGAL di Jerman. Gak semua negara lo, beberapa negara seperti Australia, Kanada (sebagian legal-sebagian ga), Italien (kalo pake jempol ILEGAL, kalo nyapa/ngomong LEGAL), Singapur, ....... (penulis gak tahu lagi) http://wikitravel.org/de/Trampen.

Terimakasih, para pemberi tebengan yang entah kapan ketemu lagi. Ibu-Bapak-Mas dan Mbak! Semoga sukses looooh ya! Amien.

Banyak si keuntungan nebeng : Paling utama tu ya GRATIS, pengalaman unik, bisa ngobrol, tambah wawasan, tambah kenalan sapa tahu bisa jadi sodara. Kekurangannya : Bahaya kalo terjadi yang gak-gak.

Pengalaman nebeng dan ditebengi menjadi sesuatu yang menantang dan asik untuk dikenang. Mereka orang yang pikirannya positif hehehe. Ibu-ibu itu, bapak-bapak itu, mbak-mbak dan mas-mas itu.... kalian mengisi lembaran kenanganku woahahahah.

Yang lucu dan waaw : ditawari tumpangan oleh mba Katharina, hari itu dia ketemuan sama bapak ibunya yang lagi liburan, dia kebetulan baru aja dipindah tugaskan di Mainz, doi pernah liburan di Indonesia. Sempet bolak-balik buat mastiin kalo penulis tu bener-bener jalan kaki ke arah Wackernheim. Setelah kejadian itu, kami sempet main bareng di Mainz dan jalan-jalan hehehe.

Pengalaman lucu lain : Waktu itu sama mbak Vida. Kami di Heidelberg, di salah satu desa yang jalannya nanjak. Bis yang kami naikin gak membawa ke TKP yang dituju. Kami turun di tempat yang sunyi. Kami dikejar waktu, soalnya mbak Vida ditunggu untuk wawancara. Mau jalan kaki? Takut malah nyasar. Mau naik bis lain? Datangnya 1 jam kemudian. Nekatlah penulis memaksa mba Vida untuk nebeng. Waaaw, gilak bermenit-menit gak ada yang SUDI numpangin. Sampe akhirnyaaaaaaaaa, sepasang suami Istri (Jerman-China) menumpangi kami. Lucuk pokonya, NICE!
aku n mba vida





Pengalaman sedih : Penulis dan kiki salah naik bis. Kiki diburu waktu juga. Kami turun di Daerah yang kayaknya jauh dari pusat kota. Pilihan yang harus dipilih adalah nebeng. Huuiiiiiih, alhamdulillah sih ada yang nebengin. Seorang mbak asal Turki. Mbak itu tanya, “Ngapain tadi kayak gitu? Tau gak itu bahaya! Jangan diulangi lagi!”

Gara-gara dimarahin mbak itu, penulis sampai sekarang selalu mengurungkan niat untuk SENGAJA nebeng. Hmmm, walaupun walaupun HITCHHIKING itu legal kok di Jerman.


Para Bacpakacker juga banyak yang ngelakuin itu loooh.
Di Indonesia juga ada komunitasnya.



6

6 komentar:

  1. klo di indonesia hitchiking aman gk yaaa.....

    BalasHapus
  2. Aman tp hrs bnr2 milih, malah Indonesien pny komunitasnyaaaa tak...

    BalasHapus
  3. Halo Mbak Fitri, salam kenal. Saya sampai di blog ini juga karena kepo atas komentar Mbak di blog orang bahwa Mbak pernah hitch hiking hehe..
    Pernah hitch hiking di Indonesia nggak Mbak? Aku kok ya masih ngeri aja gitu hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halloooooo (aku manggilnya siapa ni? )
      Aku blm pernah nyoba di Indonesia , br pernah di Sini itupun awalnya kepepet og heheheh
      Pertama degdegan
      Trs ktagihan hahah hbs itu gak lagi hehehehe

      Hapus
  4. Duuuh ternyata mba yg satu ini sudah lebih berpengalaman ttg hitchhike hhee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum hahahah. Masih amatir.... Hahah

      Hapus

Maturnuwun kunjungan dan komentarnya :D